Portal Berita Al-Kalam

Larangan Pers di Ruang Wisuda: Menghambat Akses Informasi Publik

Foto: Pexels  www.lpmalkalam.com-  Pembatasan akses pers ke ruang wisuda tanpa alasan yang jelas merupakan kebijakan yang patut dipertanyaka...

HEADLINE

Latest Post

03 Mei 2026

Larangan Pers di Ruang Wisuda: Menghambat Akses Informasi Publik


Foto: Pexels 
www.lpmalkalam.com- Pembatasan akses pers ke ruang wisuda tanpa alasan yang jelas merupakan kebijakan yang patut dipertanyakan, terutama dari perspektif transparansi publik. Pers tidak sekadar hadir sebagai tamu undangan, melainkan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan berimbang. Ketika akses tersebut dibatasi, secara tidak langsung hak publik untuk memperoleh informasi juga ikut terhambat.

Wisuda bukan semata-mata agenda seremonial internal lembaga pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai sosial yang luas karena menjadi simbol pencapaian akademik sekaligus kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat. Dalam konteks ini, kehadiran pers menjadi jembatan penting bagi publik yang tidak dapat hadir secara langsung untuk tetap memperoleh informasi yang relevan.

Di sisi lain, pihak penyelenggara tentu memiliki kewenangan dalam mengatur jalannya acara demi menjaga ketertiban dan kekhidmatan. Namun demikian, setiap bentuk pembatasan seharusnya disertai alasan yang jelas, transparan, dan rasional. Tanpa kejelasan tersebut, kebijakan yang diambil justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif serta kecurigaan publik.

Sebagai solusi, penyelenggara dapat menerapkan sistem akses terbatas dengan pengaturan yang terukur, seperti pembatasan jumlah jurnalis atau penentuan area peliputan tertentu. Dengan langkah ini, keseimbangan antara kelancaran acara dan fungsi pers sebagai penyampai informasi tetap dapat terjaga.

Pada akhirnya, komitmen sebuah institusi terhadap keterbukaan informasi akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik. Memberikan ruang bagi pers untuk menjalankan tugasnya secara profesional bukanlah ancaman, melainkan bagian dari upaya membangun citra yang kredibel dan akuntabel.

Penulis: Daffa Alkausar 

Editor: Putri Ruqayyah 

02 Mei 2026

Hari Pendidikan Nasional: Bukan Sekedar Upacara

 

Foto: Pexels 

www.lpmalkalam.com- "Hari Pendidikan Nasional lebih dari sekedar upacara peringatan." Tanggal 2 Mei sering dianggap hanya sebagai hari pendidikan nasional untuk upacara. Padahal makna Hari Pendidikan Nasional jauh lebih dalam dari sekadar kegiatan seremonial. Hari inilah yang membantu kita berpikir dan mengungkap sejauh manakah Indonesia membantu berkembangnya para siswa.

Peringatan hari pendidikan Nasional ini tidak terlepas dari sosok hebat yaitu Ki Hajar Dewantara yang menegaskan bahwa pendidikan itu adalah untuk memerdekakan manusia bukan hanya sebuah alat transfer pengetahuan. Sehingga dapat dipahami sebagai seorang siswa bukan hanya pintar dilihat dari nilai dan bukan hanya pintar di akademik saja tetapi juga bisa berpikir sendiri dan mendirikan karakter yang baik serta siap menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Tapi kenyataan yang di hadapi masyarakat Indonesia masih terlalu banyak masalah di dunia pendidikan, seperti kurang fasilitas di banyaknya daerah, bahkan sekarang, munculnya wacana penghapusan atau perubahan jurusan di perguruan tinggi. Menganggapi wacana ini membuat kita bertanya, sebenarnya pendidikan untuk apa? 

Tidak sedikit siswa yang belajar cuman fokus soal nilai melainkan untuk benar-benar memahami pelajaran, akibat itulah sekarang belajar menjadi sebuah aspek kewajiban bukan kebutuhan. Di era digitalisasi dan modernisasi menjadi tantangan yang paling sulit dihadapi. Kehadiran keduanya memang memudahkan proses belajar, tetapi jika tidak dibarengi dengan pemikiran itu akan membawa semua pada salah paham.

Menurut penulis hari pendidikan Nasional bukan disimbolkan sebagai hari untuk seremonial saja tetapi, sebagai evaluasi siswa serta mahasiswa untuk mendorong lebih maju dan bukan hanya memikirkan soal nilai serta siap menghadapi kehidupan seterusnya. Pada akhirnya dari pada hari Pendidikan Nasional di simbolkan untuk upacara lebih baik digunakan untuk memperbaiki sistem pendidikan, jika makna ini dapat dihidupkan kembali maka hari pendidikan Nasional bukan hanya sebuah hari peringatan melainkan menjadi sebuah hari titik tolak perubahan yang nyata.

Penulis: Intan Sarifah
Editor: Ririn Dayanti Harahap 

01 Mei 2026

Day Care tanpa Izin Marak di Yogyakarta dan Banda Aceh: Pengasuh Tidak Bersertifikat


Foto: Pexels 

www.lpmalkalam.com- Maraknya kasus day care (tempat pengasuhan anak) yang tersebar di media masa akibat perizin yang tidak resmi di Yogyakarta dan Banda Aceh menjadi peringatan akan bahaya trauma pada anak sejak dini. Kasus ini telah menarik perhatian serius berbagai pihak. Salah satu bentuk kekerasan yang terjadi adalah pengikatan kaki anak saat tidur dengan alasan agar tidak mengganggu anak lain dan tidak rewel.

Di Yogyakarta, tepatnya di Day Care Little Aresha terdapat 13 tersangka pelaku kekerasan terhadap anak. Di antaranya terdapat ketua yayasan dan kepala sekolah, serta 11 orang lainnya yang merupakan pengasuh. Para pengasuh mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan tersebut dilakukan atas perintah kedua pihak tersebut.

Selain itu, tempat penitipan anak tersebut diketahui tidak memiliki izin operasional. Lembaga tersebut juga tidak terdaftar sebagai satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maupun Taman Kanak-Kanak (TK). Para ahli menyatakan bahwa kekerasan seperti ini dapat berdampak pada gangguan kesehatan mental anak. Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Kota Yogyakarta melakukan terapi psikologis terhadap korban serta bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk melakukan skrining tumbuh kembang anak.

Sementara itu di Banda Aceh, tepatnya di Baby Preneur, terdapat enam pelaku kekerasan terhadap anak. Salah satu dari enam tersangka tersebut merupakan pengelola yayasan. Akibat kejadian ini, tempat pengasuhan anak tersebut telah ditutup oleh Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Kalilullah. Ia memastikan bahwa kasus ini akan ditangani hingga tuntas.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa perlindungan anak tidak boleh diabaikan. Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengasuhan, dan orang tua, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang optimal bagi generasi penerus bangsa.

Penulis: Cut Saputri
Editor: Putri Ruqaiyah

30 April 2026

Dibalik Panasnya Lhokseumawe: Ada Keluarga yang Berjuang Menunggu Keluarnya Wisudawan

 

Foto: Zahira Putri Meola

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-XII Tahun 2026 di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (29/04/2026).

‎Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang dikutip dari laman www.bmkg.go.id, cuaca di Alue Awe hari ini mencapai 26°C. Namun, dibalik panas yang terik itu, terdapat keluarga yang setia menunggu wisudawan/wisudawati keluar dari Gedung tersebut.

‎Meski harus berpanas-panasan, air keringat bercucuran, bukanlah penghalang untuk menunggu sang wisudawan. Perjuangan orang tua dalam menghadiri wisuda anaknya merupakan suasana haru dan bahagia.

‎Karena daya tampung gedung terbatas, panitia hanya memberikan satu undangan masuk untuk setiap wisudawan. Akibatnya, banyak orang tua yang akhirnya harus menunggu di luar. Sebagian ada yang menonton melalui layar lebar yang disediakan di samping gedung (dekat musala), sebagian lainnya hanya mengandalkan suara dari pengeras suara.

“Demi mecapai kesuksesan anak, saya otomatis harus memberikan yang terbaik kepada anak saya," ujar Muhammad Yusuf, salah satu orang tua dari wisudawan.

‎Selain itu, Jamilah, salah satu orang tua dari wisudawan juga sabar menunggu anaknya keluar dari ruangan. Jamilah mengatakan bahwa ia selalu memberikan motivasi kepada anaknya, agar kuliahnya terlaksana dengan baik. "Harapan saya untuk anak saya kedepannya adalah, semoga dia bisa menjadi anak yang bermanfaat, tercapai cita-cita yang selama ini ia impikan," ujarnya.

‎Banyak orang tua, keluarga, dan sahabat yang tak kuasa menahan air mata haru saat melihat wisudawan keluar dari ruangan, pertanda telah resmi menyelesaikan pendidikannya. Ucapan selamat juga tak luput dari mulut mereka. Tentunya, momen ini merupakan simbol dari berbagai perjuangan dan rintangan yang panjang. Momen tersebut menjadi bukti nyata dari cinta, doa, dan pengorbanan yang akhirnya berbuah kebahagiaan.


‎Reporter: Luthfiatil Syaqirah 

‎Editor: Tiara Khalisna 

29 April 2026

Wisuda Angkatan XII: UIN SUNA Lhokseumawe Lepas 760 Magister dan Sarjana

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-XII Tahun 2026 di Gedung Serbaguna kampus setempat pada Rabu (29/04/2026). 
‎Selain wisuda perdana sejak bertransformasi menjadi Universitas, momentum ini dirayakan dengan pencapaian prestisius berupa Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PTN).
‎Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menyatakan bahwa predikat Akreditasi Unggul yang baru diraih institusi merupakan kado istimewa bagi 760 lulusan Angkatan XII yang diwisuda.

Foto: IST

Dr. Danial kembali berpesan agar para lulusan baru ini dapat mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat serta berharap para stakeholder dapat memberdayakan wisudawan agar bermanfaat bagi masyarakat. Dr. Danial juga menegaskan bahwa gelar ini bukan akhir. "Wisuda bukanlah akhir pembelajaran, tapi awal dari belajar tentang kehidupan," tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Dr. Danial mengumumkan bahwa lulusan yang meraih predikat Cumlaude akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih lanjut. Tercatat sebanyak 760 lulusan resmi dikukuhkan, terdiri dari 128 wisudawan program Magister/Pascasarjana (S2) dan 632 wisudawan program Sarjana (S1). Menariknya, dari total tersebut, terdapat 244 lulusan atau sekitar 32% yang meraih predikat Cumlaude.

Dalam laporannya, Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik dan Kelembagaan/Warek I, Dr. Iskandar, M.S.I., menjelaskan bahwa guna menjaga kelancaran dan kekhidmatan di tengah status akreditasi baru yang prestisius ini, prosesi dibagi menjadi dua sesi, yakni Sesi Pagi (07.30—12.00 WIB) yang diikuti oleh 407 wisudawan dan Sesi Siang (13.00—16.30 WIB) yang diikuti oleh 353 wisudawan. 

Adapun sidang senat terbuka ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Lhokseumawe, Husaini, S.E., dan Asisten 1 Sekretaris Daerah Aceh Utara, Forkopimda Lhokseumawe dan Aceh Utara serta Stakeholder yang telah menjalin kerjasama dengan UIN SUNA Lhokseumawe.

Momen ini menjadi sangat spesial karena merupakan wisuda perdana sejak bertransformasi dari IAIN menjadi Universitas, sekaligus merayakan pencapaian predikat Akreditasi 'Unggul' dari BAN-PTN.


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Tiara Khalisna


27 April 2026

‎Hari Ketiga MUBES VIII LPM Al-Kalam: Penutupan, Regenerasi, dan Penuh Haru

Foto: M. Alif Maulana 

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar hari terakhir Musyawarah Besar (MUBES) ke-VIII bertempat di Gedung Sekretariat LPM Al-Kalam pada Minggu (26/04/2026).

‎Kegiatan hari ketiga diawali dengan persiapan panitia sejak pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan Sidang Pleno VI yang membahas serta mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan utama organisasi ke depan. Sidang resmi ditutup oleh presidium ditandai dengan ketukan palu sebanyak 3 kali.

‎Rangkaian acara dilanjutkan dengan digelarnya Al-Kalam Award oleh Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan) yang memberikan apresiasi kepada kru terbaik dan teraktif selama satu periode. Penghargaan ini menjadi bentuk motivasi sekaligus penghargaan atas dedikasi anggota.

Foto: M.Alif Maulana

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kilas balik perjalanan LPM Al-Kalam selama periode 2025–2026, yang mengingatkan kembali berbagai momen, perjuangan, dan pencapaian organisasi.

‎Sebagai penutup, perwakilan pengurus demisioner menyampaikan kesan dan pesan selama masa kepengurusan. Suasana haru mulai terasa saat sesi ini. Para anggota saling mengutarakan dan menyampaikan kenangan serta harapan, menciptakan momen emosional yang penuh makna. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, MUBES VIII LPM Al-Kalam resmi ditutup pada pukul 15.30 WIB.

‎Melalui MUBES ini, diharapkan LPM Al-Kalam dapat terus berkembang, menjaga solidaritas, serta melahirkan generasi penerus yang lebih progresif dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi.

Reporter: Putri Ruqaiyah

‎Editor: Tiara Khalisna 

26 April 2026

Hari Kedua MUBES ke-VIII LPM Al-Kalam: Pengesahan Kandidat Baru, Penerus Estafet Kepemimpinan

Foto: Nurul Fadilah

www.lpmalkalam.com– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) menggelar Musyawarah Besar (MUBES) ke-VIII pada hari kedua, bertempat di Lumoa Coffe Roastery pada Sabtu (25/04/2026).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari hari pertama yang telah dilaksanakan pada Jumat (24/04). Pada hari kedua, panitia telah menyusun rangkaian kegiatan sejak pukul 07.00 WIB untuk persiapan, dan acara resmi dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sidang Pleno IV yang memaparkan laporan kegiatan selama masa jabatan oleh ketua dari masing-masing divisi, yaitu Kesekretariatan oleh Yusri, Perusahaan oleh Muhammad Izzat Saputra, Penelitian dan Pengembangan (Litbang) oleh Zahira Putri Meola, Redaksi oleh Indira Ulfa Rizkya, serta Pemimpin Umum beserta Badan Pengurus Harian (BPH) oleh Muhammad Syahru, Fitdaturrahmi, dan Intan Nuraini.

Di penghujung masa jabatannya, Muhammad Syahru menyampaikan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kru, pengurus, dewan pengurus, yang telah memaksimalkan tenaga, pikiran, dan waktu untuk mengembangkan diri di LPM Al-Kalam, khususnya kepada Sekretaris Umum dan Bendahara Umum yang telah memberikan kontribusi terbaik. Semoga setelah menjadi alumni dan demisioner tetap dapat berkontribusi untuk LPM Al-Kalam,” ujarnya.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Pleno V yang diisi oleh para calon kandidat BPH. Hasil Sidang Pleno V menetapkan Zahira Putri Meola sebagai Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam periode 2026–2027. Selain itu, Zuhra ditetapkan sebagai Sekretaris Umum, Qonita Sholihat sebagai Bendahara Umum, Ririn Dayanti Harahap sebagai Pemimpin Redaksi, Tiara Khalisna sebagai Pemimpin Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Alif Maulana sebagai Pemimpin Perusahaan, serta Faris sebagai Kepala Kesekretariatan.

Rangkaian kegiatan pada hari kedua ditutup pada Sabtu siang dan akan berlanjut pada hari Minggu sebagai penutup kegiatan MUBES ke-VIII.


Reporter: Annisa Maulianda

Editor: Putri Ruqaiyah

 

24 April 2026

MUBES VIII LPM Al-Kalam Resmi Digelar, Satukan Gagasan Menuju Masa Depan

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe resmi menggelar Musyawarah Besar (MUBES) ke-VIII. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 24 hingga 26 April 2026, bertempat di Lumoa Coffee Roastery. Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Menyatukan Gagasan, Merawat Kebersamaan, Menuju Masa Depan”. Pada hari pertama, panitia telah melakukan persiapan sejak pukul 07.00 WIB, dan acara secara resmi dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, serta sambutan dari Ketua Panitia, Pemimpin Umum , alumni serta pembina LPM Al-Kalam.

Acara secara resmi dibuka oleh Pembina LPM Al-Kalam Bapak Ir. Muhammad Ilham, S.T., M.I.T., sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Beliau menyampaikan "Semoga acara Musyawarah Besar ini bisa berjalan dengan khidmat, saya juga berharap untuk kedepannya semoga LPM Al-Kalam dapat terus memberikan kritik dan saran yang membangun bagi kampus kita,” ujarnya.

Pemimpin Umum LPM Al-Kalam, Muhammad Syahru juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh divisi atas kontribusi yang telah diberikan selama kepengurusan walaupun dalam periode tersebut terdapat berbagai keluh kesah yang dihadapi, namun seluruh anggota tetap menunjukkan semangat untuk bertahan dan berjuang tanpa ada yang menyerah. 

Selain itu, ia menegaskan bahwa LPM Al-Kalam tidak hanya berfokus pada jurnalistik, tetapi juga menjadi wadah pengembangan diri serta pembelajaran dalam berorganisasi yang baik.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Pleno I yang membahas tata tertib sidang dan Sidang Pleno II terkait pemilihan presidium sidang tetap. 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA. Usai ISHOMA, kegiatan kembali dilanjutkan dengan Sidang Pleno III, yaitu penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh seluruh kepanitiaan program kerja LPM Al-Kalam periode 2025–2026.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup pada sore hari dan acara MUBES VIII akan berlanjut pada hari berikutnya dengan agenda lanjutan sidang pleno.



Reporter: Chalisa Najla Safira

Editor: Putri Ruqaiyah
 

KSR PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe Gelar MUSKORA

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit 08 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Korps Sukarela (MUSKORA) ke-XXV dengan tema "Dari Proses, Menuju Perubahan," di Aula KSR-PMI, Gedung Kesekretariatan pada Kamis (23/04/2026).

‎Kegiatan MUKOSRA ini merupakan forum musyawarah tertinggi dalam KSR PMI Unit 08. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih kepengurusan baru, mengevaluasi kepengurusan lama, menyusun program kerja ke depan, dan enetapkan aturan organisasi. 

‎Kegiatan ini dihadiri oleh Minda Septiani, S.S.T., M.K.M., selaku pembina KSR PMI Unit 08 IAIN Lhokseumawe, Senior KSR PMI, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)/Unit Kegiatan Khusus (UKK) UIN SUNA Lhokseumawe.

‎Kegiatan ini dipandu oleh Lufita Agnessa Helsinky, selaku Master of Ceremony (MC) dibuka dengan lantunan Ayat Suci Al-Quran oleh Muhammad Kausar. Dilanjutkan dengan Lagu Indonesia Raya, Mars PMI, dan Himne Aceh yang dipandu oleh Zahratul Muna. 

‎Kemudian, acara dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia oleh Muhammad Rezki Anhar dan kata sambutan PJ Komandan oleh Teuku Muhammad Ghaffar Faiz. Selanjutnya, acara pun dibuka oleh Minda Septiani.

‎Pembacaan doa oleh Muhammad Kausar dan sesi foto bersama menjadi penutup dari acara ini. 

‎Ketika diwawancarai oleh Tim LPM Al-Kalam, Muhammad Rezki Anhar mengungkapkan bahwa acara musyawarah dilanjutkan bersama anggota KSR PMI setelah tamu undangan meninggalkan ruangan. 

‎"Harapan saya semoga (setelah) terpilih komandan baru di masa periode 2026-2027, KSR PMI Unit 08 semakin meningkat, semakin membaik, dan semakin tegas dalam kegiatan," ularnya 

Reporter: Tiara Khalisna 

‎Editor: Indira ulfa

 

22 April 2026

Mahasiswa KPM Kelompok 11 dan Warga Jongok Bathin Bersatu dalam Tradisi Meugang Penuh Kebersamaan ‎

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 11 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe berpartisipasi dalam kegiatan Meugang bersama warga di Desa Jongok Bathin, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah pada Rabu (18/02/2026). 

‎Partisipasi ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu dan pemuda desa, yang secara antusias bekerja sama dalam menyiapkan berbagai kebutuhan konsumsi.

Foto: IST

‎Pelaksanaan kegiatan berlangsung di kantor desa yang dijadikan sebagai pusat aktivitas bersama. Sejak pagi hari, masyarakat telah berkumpul untuk memulai proses memasak, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah masakan, hingga proses makan bersama. Suasana terlihat hangat dan penuh kekeluargaan, di mana setiap individu saling membantu dan berbagi peran demi kelancaran kegiatan.

Foto: IST

‎Kegiatan meugang ini sudah dilaksanakan setiap tahun di desa tersebut dan kami sebagai mahasiswa KPM di Desa Jongok Bathin turut membantu masyarakat guna mempererat hubungan antara mahasiswa KPM dan masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksanaan program kerja, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong partisipasi aktif warga dalam kegiatan bersama.

‎Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat, serta tercipta lingkungan sosial yang semakin solid dan peduli satu sama lain. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan dampak positif yang dirasakan secara langsung oleh warga Desa Jongok bathin.

Rilis

‎Editor: Tiara Khalisna
 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.