Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

05 Maret 2026

Dukung Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi Warga Cot Ara, Mahasiswa KPM UIN SUNA Daftarkan Usaha Warga ke Google Maps

Foto: IST 

www.lpmalkalam.com– Upaya mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pascabanjir, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe laksanakan program "Lensa Lokal: Eksplorasi, Promosi, dan Pembuatan Titik Lokasi di Google Maps" pemilik usaha di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (02/03/2026). 

‎Sebanyak lima usaha berhasil didaftarkan dan dibuatkan titik lokasi usahanya di Google Maps, dengan mayoritas berupa toko kelontong yang melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, beberapa usaha lain seperti Seblak Prasmanan dan Mie Aceh juga turut dibantu proses pendataan dan pembuatan profil usahanya agar lebih mudah ditemukan oleh pelanggan, baik dari dalam maupun luar desa.

Foto: IST

‎Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM melakukan wawancara singkat seperti pendataan identitas usaha, nama usaha, jam buka-tutup toko, pengambilan dokumentasi lokasi, serta membantu proses pembuatan dan verifikasi akun Google Maps. Langkah ini bertujuan agar usaha yang ada di Desa Cot Ara memiliki visibilitas digital yang lebih luas dan dapat dijangkau oleh masyarakat secara daring.

‎Pemilik usaha Toko Keluarga merespon baik kedatangan mahasiswa KPM yang ingin mempromosikan dagangannya. Selain menyambut dan menawarkan dagangannya untuk dibeli, ia dan sang ayah juga berinteraksi cukup lama dengan mahasiswa KPM. Hal itu juga terjadi pada salah satu pemilik toko kelontong dan sayuran, Kedai Syarkawi, "Kalau (digitalisasi) ini untuk mudah dijangkau (kedainya) sama orang luar, gas (ayo) aja," ujarnya.

‎Program ini menjadi salah satu jembatan untuk menjalin keakraban dengan warga desa setempat. Digitalisasi sederhana yang digunakan mahasiswa KPM berupaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan promosi dan daya saing usaha di desa yang mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha di Desa Cot Ara.

‎Reporter: Alya Nadila

‎Editor: Tiara Khalisna

Lengkapi Momen Perpisahan dengan Anak-anak Desa Cot Ara, Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Buka Puasa Bersama

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– ‎Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe gelar buka puasa bersama anak-anak RUMBA (Rumah Belajar Anak) di lingkungan Meunasah Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin (02/03/2026). 

‎Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan anak-anak sebagai bentuk kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KPM dan anak-anak yang selama ini telah aktif berpartisipasi mengikuti program RUMBA. 

‎Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sejak anak-anak mulai berkumpul menjelang waktu berbuka. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak membawa makanan dan minuman masing-masing dari rumah untuk dinikmati bersama saat berbuka puasa. Momen ini menciptakan suasana sederhana namun penuh makna, karena mereka saling berbagi dan duduk bersama dalam kebersamaan. 

‎Setelah azan Magrib berkumandang, seluruh peserta bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah dibawa. Hamparan sawah di sekitar meunasah dan langit yang memperlihatkan semburat jingga juga mendukung suasana buka puasa sore itu.

‎Usai berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah yang diimami langsung oleh salah satu mahasiswa KPM. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian acara karena menanamkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan dalam beribadah. Tak langsung selesai, anak-anak berbondong-bondong menghampiri mahasiswa KPM untuk sekadar meminta nomor WhatsApp atau mengucapkan kata perpisahan. 

‎Saifuddin, Kepala Desa (Geuchik) Cot Ara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KPM, "Terima kasih kepada anak-anak kami dari UIN atas kerja kerasnya selama 20 hari. Insyaallah apa yang kalian buat selama ini, mulai dari gotong royong membersihkan meunasah, terutama lantai keramik tempat wudu hingga bank sampah yang bisa kita lihat di depan itu, insyaallah semuanya akan menjadi kenangan yang baik dan berguna ke depannya. Ambil yang baik dari desa kami, buang yang buruknya," ujarnya dalam pidato singkat usai salat Tarawih.

Reporter: Alya Nadila

‎Editor: Tiara Khalisna

Simpul Kenangan: Mahasiswa KPM UIN SUNA Warnai Penutupan RUMBA dengan Pameran Seni, Tinggalkan Haru dan Kesan Mendalam

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Menutup kegiatan Rumah Belajar Anak (RUMBA) setelah 10 hari berlangsung, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe adakan pameran seni sekaligus apresiasi karya dan perkembangan melalui kegiatan bertajuk "Simpul Kenangan" di Gedung Serbaguna Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Senin (02/03/2026).

‎Mengusung konsep pameran seni, kegiatan ini menampilkan beragam hasil kreativitas anak-anak, mulai dari karya menggambar dengan berbagai tema, seni rupa teknik tarikan benang yang memadukan warna dan pola unik, hingga Pohon Harapan yang dihiasi tulisan doa dan cita-cita mereka. Setiap karya yang dipamerkan menjadi bukti proses belajar yang menyenangkan dan penuh makna selama 10 hari pelaksanaan program.

Foto: IST

‎Suasana haru tercipta dalam rangkaian Simpul Kenangan. Mahasiswa KPM satu persatu mengungkapkan kesan dan pesan selama mendampingi proses belajar dan bermain anak-anak. Apresiasi berupa hadiah kecil-kecilan diberikan kepada seluruh anak yang telah mengikuti program RUMBA, diikuti dengan hadiah spesial bagi anak yang kehadirannya paling lengkap. 

‎Pertanyaan polos turut disampaikan oleh anak-anak di akhir sesi Simpul Kenangan. "Kak, meunyoe awak droe neuh neuwoe uroe Rabu nyoe, pajan neu jak lom keuno? (Kak, kalau kakak-kakak pulang Rabu ini, kapan Kakak pergi lagi ke sini?)" tanyanya penuh harap. Melalui surat kesan dan pesan yang diberikan oleh anak-anak kepada mahasiswa KPM, sebagian dari mereka meminta mahasiswa KPM untuk kembali hadir di tengah-tengah mereka.

‎Orang tua dari salah satu anak yang mengikuti program RUMBA ikut menceritakan semangat sang anak dalam mengikuti kegiatan tersebut. "Cucoe long dipeugah galak that jimeurunoe Bahsa Inggréh ngoen awak droe neuh (Cucu saya bilang, dia suka sekali belajar bahasa Inggris sama kalian)," katanya.

‎Melalui interaksi singkat dan waktu belajar yang terbilang tidak terlalu lama, anak-anak dan mahasiswa KPM menyimpan kenangan yang cukup mendalam, mengikat seluruh kenangan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak, sekaligus menumbuhkan harapan agar semangat belajar, berkarya, dan peduli lingkungan terus berkembang di masa mendatang.

‎Reporter: Alya Nadila

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Ciptakan "Kelas Terbuka" untuk Anak-Anak Desa Keude Bungkaih

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 08 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah menyelenggarakan program “Kelas Terbuka” untuk anak-anak yang terdampak banjir beberapa bulan yang lalu di Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang merupakan upaya membangun sekolah darurat bagi anak-anak pascabencana ini berlangsung selama 6 hari, dimulai pada Senin (23/02/2026). 

‎Inisiatif ini dilakukan oleh mahasiswa KPM sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat tanggap bencana mereka, khususnya di bidang pendidikan. Akibat bencana yang melanda desa, kegiatan sekolah jadi terhambat dan fasilitas pembelajaran pun rusak. Oleh karena itu, mahasiswa KPM berusaha menciptakan ruang belajar terbuka sederhana untuk memastikan anak-anak dapat melanjutkan belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

‎Kelas Terbuka dilaksanakan di area terbuka dekat tempat penampungan sementara di Desa Keude Bungkaih. Meskipun fasilitasnya sederhana, mahasiswa KPM menyiapkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan  anak-anak di desa Keude Bungkaih untuk mendukung kegiatan tersebut. Suasananya dirancang agar santai dan menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman saat belajar selama kegiatan tersebut.

‎Materi yang diajarkan dalam program ini meliputi pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, praktik salat serta membaca Al-Quran. Mahasiswa KPM  menggabungkan materi pendidikan dengan metode interaktif seperti permainan sederhana, tanya jawab dan sesi bercerita. Pendekatan ini membantu anak-anak tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis mereka tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri mereka setelah mengalami bencana.

‎Anak-anak juga mengungkapkan betapa bermakna program ini di luar bidang akademis.  “Saat banjir terjadi, saya merasa takut dan sedih. Tapi sekarang saya merasa bahagia karena kami bisa belajar bahasa dan mengaji bersama kakak-kakak KPM,” ujar salah satu anak yang mengikuti program "Kelas Terbuka" tersebut.  

‎Melalui Kelas Terbuka ini, mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan UIN SUNA Lhokseumawe, khususnya Kelompok 08 berharap anak-anak Desa Keude Bungkaih perlahan-lahan mendapatkan kembali kepercayaan diri, kegembiraan, dan motivasi untuk terus belajar meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Reporter: T. Akmal

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Hadirkan Edukasi Lingkungan Lewat Kegiatan Daur Ulang Sampah di Desa Keude Bungkaih

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Hadirkan Edukasi Lingkungan Lewat Kegiatan Daur Ulang Sampah di Desa Keude Bungkaih. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 08 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan edukatif “Daur Ulang Sampah” bersama anak-anak Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara di Masjid Nurul Ikhlas pada (28/02/2026). 

‎Kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana yang dapat disebabkan oleh penumpukan sampah ini berlangsung dengan suasana ceria dan interaktif. Anak-anak diajak mengenal jenis-jenis sampah, cara memilah sampah organik dan anorganik, serta mempraktikkan langsung pembuatan kerajinan dan kreasi sederhana dari bahan bekas (seperti, botol plastik dan kertas).

Melalui pendekatan bermain sambil belajar, para mahasiswa berhasil menumbuhkan antusiasme dan kreativitas anak-anak dalam memanfaatkan barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Keceriaan dan kegembiraan juga terpancar dari wajah anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat senang karena mereka bisa belajar sambil bermain bersama kakak-kakak mahasiswa KPM. 

Beberapa anak menyampaikan bahwa sebelumnya mereka tidak mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik, namun setelah kegiatan berlangsung mereka menjadi lebih paham tentang cara mendaur ulang sampah-sampah tersebut. “Ternyata sampah plastik bisa kita jadikan menjadi kreasi dan juga gambar yang cantik dan juga unik,” ujar Fatih, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias. Anak-anak juga merasa bangga karena dapat membuat karya-karya seni dari barang bekas dengan tangan mereka sendiri.

‎Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Salah satu mahasiswa KPM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kebencanaan. “Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyumbat saluran air dan juga memicu terjadinya banjir. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari usia dini,” ujarnya.

‎Masyarakat setempat turut mengapresiasikan kegiatan tersebut karena memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak serta meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Reporter: T. Akmal

‎Editor: Tiara Khalisna 

Dukung Psikososial dan Kembalikan Keceriaan Anak, Mahasiswa KPM UIN SUNA Adakan Kanvas Ekspresi

Foto: IST

www.lpmakalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengadakan kegiatan “Kanvas Ekspresi” bagi anak-anak di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Serbaguna desa setempat yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02), Kamis (26/02), dan Minggu (01/03).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui pengembangan kreativitas, imajinasi, serta kepercayaan diri melalui aktivitas seni yang menyenangkan dan edukatif, seperti mewarnai dan menggambar, membuat seni rupa tarikan benang, serta menulis harapan pada lukisan pohon yang dilakukan pada akhir sesi Rumah Belajar Anak (RUMBA).

Foto: IST

Pada kegiatan mewarnai yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02), anak-anak diberikan selembar gambar untuk diwarnai serta kebebasan menggambar di kertas kosong dan mewarnainya sesuai dengan tema yang mereka sukai. Berbagai hasil karya menunjukkan ide dan imajinasi yang beragam, mulai dari pemandangan alam, gambar keluarga dan lingkungan sekitar, hingga pilihan warna favorit mereka.

Foto: IST
Kegiatan seni rupa tarikan benang yang dilaksanakan pada Kamis (26/02) menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak-anak. Dalam kegiatan ini, mereka diajak membuat pola unik menggunakan cat warna dan benang yang ditarik di atas kertas sehingga menghasilkan motif yang menarik. Setelah diberi contoh, anak-anak terlihat antusias mengikuti arahan dan mencoba bereksperimen dengan teknik tersebut.

Tidak sedikit dari mereka yang mengulang proses pembuatan karya seni tersebut untuk kemudian dicoba kembali di rumah. “Kak, kami boleh bawa pulang catnya, nggak? Kami mau buat di rumah juga,” tanya Airil polos.

Kegiatan pohon harapan yang dilaksanakan pada Minggu (01/03) dilakukan dengan menuliskan harapan pada kertas berwarna yang kemudian ditempelkan pada lukisan berbentuk pohon. Amel, mahasiswa KPM yang turut mendokumentasikan momen tersebut, mengatakan, “Harapan yang dituliskan anak-anak ini singkat, namun penuh makna, dengan doa agar apa yang ditulis dapat menjadi kenyataan.”

Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar terasa menyenangkan dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan serta menunjukkan rasa bangga terhadap hasil karya masing-masing. Melalui program Kanvas Ekspresi ini, mahasiswa KPM berharap dapat memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat seni mereka sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang kreatif dan berkesan di desa tersebut.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

04 Maret 2026

Mahasiswa KPM UIN SUNA Lakukan Gotong Royong Bersihkan Tempat Wudu Meunasah Cot Ara Pascabanjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan gotong royong membersihkan tempat wudu Meunasah Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Senin (23/02/2026) hingga Kamis (26/02/2026).

Banjir yang sebelumnya merendam permukiman warga meninggalkan lumpur dan noda membandel di sejumlah fasilitas umum, termasuk meunasah sebagai pusat kegiatan ibadah masyarakat. Area yang paling terdampak adalah tempat wudu, dengan keramik lantai dan dinding yang tampak sangat kotor akibat endapan lumpur.

Foto: IST

Fokus utama gotong royong diarahkan pada pembersihan keramik tempat wudu. Untuk membersihkan lantai dan dinding tersebut, mahasiswa KPM menggunakan delapan botol cairan pembersih, terdiri atas lima botol ukuran besar dan tiga botol ukuran sedang. Proses pembersihan dilakukan dengan menyikat secara menyeluruh hingga ke sela-sela keramik agar noda benar-benar hilang.

Kepala Desa (Geuchik) Cot Ara, Saifuddin, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Sigolom awak droe neuh peugleh nyoe, kaleuh kamoe peugleh sit pakek soda api ngeun yang laen, tapi han item gleh. Wate awak droe neuh ka trok keuno, ka neu peugleh le awak droe neuh langsong gleh, lage male-male ngeun awak droe (Sebelum kalian mulai bersih-bersih ini, kami sudah lebih dahulu mencoba membersihkan dengan menggunakan soda api dan bahan lainnya, tetapi tetap tidak bersih. Ketika kalian datang dan ikut membersihkan, nodanya langsung hilang, seperti malu-malu kepada kalian),” ujarnya sambil tertawa.

Selain itu, papan imbauan bertuliskan “Stop Sandal/Sepatu” turut ditempelkan agar kebersihan tempat wudu tetap terjaga. Mahasiswa KPM berharap meunasah yang kini kembali bersih dan nyaman dapat digunakan untuk beribadah serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat lainnya di Desa Cot Ara.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

Peduli Kebersihan Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Bangun Bank Sampah di Desa Cot Ara

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengadakan program bank sampah sebagai salah satu program kerja dalam bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Rabu (25/02/2026).

Pembuatan bank sampah berlangsung selama satu pekan, sejak Kamis (19/02/2026) hingga Rabu (25/02/2026), yang dimulai dengan proses perencanaan melalui pembuatan sketsa desain bank sampah. Sketsa tersebut dibuat sebagai acuan ukuran, bentuk, serta sistem pembuangan agar bank sampah dapat berfungsi secara efektif dan tahan lama.

Setelah tahap perencanaan selesai, mahasiswa KPM mempersiapkan berbagai bahan dan alat yang diperlukan. Bahan yang digunakan antara lain kayu sebagai material utama, kawat sepanjang 4,5 meter, engsel pintu, serta grendel pintu. Sementara itu, alat dan perlengkapan yang digunakan meliputi meteran, palu, gergaji, serta paku berukuran 2 inci, 1,5 inci, dan 1 inci.

Tahap selanjutnya adalah proses pembuatan kerangka utama bank sampah. Mahasiswa KPM secara gotong royong menyusun kerangka badan bank sampah, kemudian membuat kerangka pintu pembuangan serta kerangka atap. Proses ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan konstruksi kuat dan aman digunakan.

Foto: IST

Bank sampah yang telah selesai dirakit kemudian diletakkan di Meunasah Cot Ara sebagai salah satu lokasi strategis setiap kali diadakan kegiatan. Bank sampah tersebut diperuntukkan bagi sampah plastik yang selanjutnya dapat diperjualbelikan atau dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan.

Kegiatan ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari kepala desa (geuchik) serta warga setempat. Melihat ketiadaan tempat sampah di sekitar meunasah, salah seorang anak yang sempat berinteraksi dengan mahasiswa KPM berkata, “Nanti kalau ada sampah, kami bisa buang ke sini.”


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.