Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

31 Desember 2025

Presma UIN SUNA Tanggapi Banjir Bandang Aceh, Soroti Kerusakan Hutan

Foto: www.detik.com

www.lpmalkalam.com– Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Munawir, menanggapi serius banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara khusus melalui WhatsApp yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam pada Senin (29/12/2025).

Munawir menilai bencana tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan kebijakan yang abai terhadap perlindungan hutan. Munawir menegaskan bahwa beredarnya video gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Aceh harus dipandang sebagai persoalan serius. Ia menyebut, jika aktivitas tersebut benar merupakan hasil dari deforestasi demi kepentingan oligarki sawit, maka negara telah gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya.

“Kami memandang serius beredarnya video gelondongan kayu yang diduga kuat berasal dari praktik deforestasi masif. Jika benar ini merupakan dampak pembukaan hutan demi kepentingan oligarki sawit, maka ini adalah kejahatan ekologis yang terstruktur dan dibiarkan negara. Banjir hari ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana kebijakan akibat eksploitasi hutan yang rakus, abai terhadap daya dukung lingkungan, dan mengorbankan rakyat Aceh,” tegasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Terkait kondisi masyarakat terdampak, Munawir menyampaikan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi musibah tersebut. Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), mahasiswa telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan.

“Sebagai Presiden Mahasiswa, kami tidak tinggal diam. DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah melakukan konsolidasi mahasiswa, penggalangan bantuan, distribusi logistik, serta advokasi suara korban melalui kanal publik dan media. Namun kami menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab negara. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan akar persoalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir menyampaikan bahwa DEMA UIN SUNA terus mendorong langkah advokasi kebijakan terhadap pemerintah daerah maupun pusat, khususnya terkait kerusakan hutan di Aceh. “Kami mendorong langkah advokasi yang serius, mulai dari pernyataan sikap, desakan investigasi independen atas kerusakan hutan, hingga tuntutan evaluasi dan pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Pemerintah harus bertanggung jawab secara kebijakan, hukum, dan moral, bukan sekadar hadir secara simbolik di tengah penderitaan rakyat,” katanya.

Munawir juga menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional atas banjir yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah pusat terhadap situasi darurat di Aceh. “Kami menilai lambannya penetapan status bencana nasional sebagai bentuk minimnya _sense of crisis_ pemerintah pusat terhadap Aceh. Padahal dampak banjir telah meluas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menimbulkan kerugian besar. Negara seolah menunggu korban bertambah baru bergerak. Ini mencerminkan ketimpangan perhatian dan ketidakadilan dalam penanganan bencana,” tegas Munawir.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri di tengah kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak. “Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri dengan dalih mampu menangani sendiri, sementara di lapangan rakyat masih kekurangan logistik dan layanan dasar. Jika rakyat menderita, ego negara harus ditanggalkan. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Yang utama adalah keselamatan dan pemulihan korban, bukan citra pemerintah,” ujarnya.

Sebagai penutup, Munawir mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan yang terus berulang. “Kami mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap kuat, saling menjaga, dan tidak apatis. Musibah ini harus menjadi momentum perlawanan bersama terhadap ketidakadilan ekologis dan kebijakan yang merugikan rakyat. Aceh tidak boleh terus dijadikan wilayah eksploitasi, lalu ditinggalkan saat bencana datang. Mahasiswa akan terus berada di barisan rakyat, bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap & Meutia Rahma

Penulis: Meutia Rahma

Editor: Zuhra

30 Desember 2025

Mahasiswa KPM Kelompok 16 UIN SUNA Ikut Andil di Musrenbang Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang bertempat di Gedung Serbaguna desa. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe ikut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara yang berlangsung pada Jumat (14/11/2025).

Musrenbang diadakan sebagai forum resmi untuk menyusun dan menentukan prioritas pembangunan desa pada tahun mendatang. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, kelompok perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan usulan dan kebutuhan pembangunan berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing.

‎Pembahasan dalam Musrenbang meliputi bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan fasilitas umum. Seluruh usulan yang muncul kemudian dicatat, dibahas, dan dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat Desa Kilometer VIII. 

‎Ketua KPM Kelompok 16, Baril Walidi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan yang partisipatif. Baril berharap hasil Musrenbang dapat menjadi dasar perencanaan yang tepat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan desa. 

Pemerintah desa memberikan apresiasi atas peran mahasiswa KPM yang membantu pendataan, dokumentasi, serta pengaturan jalannya musyawarah. Kehadiran mahasiswa dinilai membuat kegiatan lebih tertib dan terorganisasi. 

Musrenbang berlangsung dengan lancar dan menghasilkan sejumlah prioritas pembangunan yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan program desa. Masyarakat berharap keputusan yang dihasilkan dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan pembangunan Desa Kilometer VIII secara berkelanjutan.

‎Penulis: Cut Utya Khaira, Mahasiswi KPM Kelompok 16 UIN SUNA 

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM Kelompok 16 UIN SUNA Dukung Penuh Kegiatan Posyandu di Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– ‎‎‎Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara mengadakan Kegiatan Posyandu untuk Lansia (lanjut usia), Balita, dan Ibu Hamil yang bertempat di Gedung Serbaguna desa. Pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) ini mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Senin (17/11/2025).

Layanan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, penimbangan dan pengukuran balita, pemberian vitamin, pengecekan tekanan darah lansia, serta penyuluhan kesehatan mengenai pola hidup bersih dan pencegahan penyakit. Mahasiswa KPM terlibat aktif dalam proses pendataan, pendampingan masyarakat, serta membantu petugas kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib. 

Ketua KPM Kelompok 16, Baril Walidi, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa. Baril berharap melalui Posyandu ini, para ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Kilometer VIII.

‎Perangkat desa dan tenaga kesehatan memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa yang dinilai sangat membantu, terutama dalam mengatur alur pelayanan dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan dengan baik. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan desa. 

Warga desa merespons kegiatan ini dengan antusias, terutama kelompok ibu hamil dan orang tua balita yang merasa terbantu dengan pemeriksaan rutin dan edukasi yang diberikan. Posyandu juga menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

‎Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan kualitas kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera di Desa Kilometer VIII.

‎Penulis: Cut Utya Khaira, Mahasiswi KPM Kelompok 16 UIN SUNA

‎Editor: Tiara Khalisna

27 Desember 2025

Ketika Bencana Mengisolasi, Pengabdian Tetap Berjalan di Bale Atu

Foto: Intan Nuraini

www.lpmalkalam.com– Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe awalnya berjalan aman dan terkendali. Namun, hujan berintensitas tinggi yang turun tanpa henti selama beberapa hari memicu bencana di sejumlah wilayah sekitar. Akses jalan terputus akibat longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa daerah.

Meski Desa Bale Atu tidak terdampak langsung, kondisi tersebut menyebabkan keterisolasian. Terputusnya akses distribusi berdampak pada kelangkaan logistik, mulai dari habisnya bahan bakar, padamnya listrik, terganggunya jaringan komunikasi, hingga sulitnya memperoleh kebutuhan pokok seperti beras dan sembako. Situasi ini turut dirasakan oleh mahasiswa KPM yang sedang menjalankan pengabdian.

Memasuki satu minggu pascabencana, kesulitan masyarakat semakin terasa. Sejumlah toko tutup akibat keterbatasan pasokan, bahkan salah satu gerai ritel dilaporkan dijarah karena kondisi masyarakat yang mulai mengalami kelaparan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendirikan dapur umum serta membuka akses jaringan komunikasi di Kantor Bupati dengan memanfaatkan jaringan satelit Starlink.

Dalam situasi tersebut, mahasiswa KPM dari UIN SUNA dan UIN Ar-Raniry turut menjadi bagian sebagai relawan di dapur umum. Mereka membantu berbagai aktivitas, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mencuci peralatan makan, membagikan makanan kepada warga, hingga terlibat langsung dalam proses memasak.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial.


Penulis: Intan Nuraini 

Editor: Tiara Khalisna

26 Desember 2025

Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SD Bale Atu, Aceh Tengah

Foto: IST 

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe  melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying di Sekolah Dasar (SD) Bale Atu, Aceh Tengah pada Minggu (24/11/2025). 

Kegiatan sosialisasi pencegahan bullying ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KPM Desa Bale Atu dan diikuti oleh siswa kelas VI SD tersebut. Sosialisasi anti bullying ini dilaksanakan setelah mahasiswa KPM bertugas sebagai pembina upacara di sekolah tersebut. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KPM memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.

Kegiatan berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan mulai sering turun dan aliran listrik di Desa Bale Atu kerap mengalami pemadaman, peristiwa ini terjadi sebelum bencana melanda wilayah sekitar desa. Meski demikian, kegiatan sosialisasi tetap berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KPM menggunakan metode interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Para siswa diajak untuk mengenali perilaku bullying serta diberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati, menjaga perasaan teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM UIN SUNA berharap sosialisasi anti bullying dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program edukatif yang berdampak langsung.


Reporter: Intan Nuraini

Editor: Zuhra

Harumkan UIN SUNA, Muqsal Mina Resmi Dinobatkan Menjadi Agam Aceh 2025

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Pasalnya, usai dinobatkan menjadi Agam Aceh Utara 2025 pada Sabtu (31/05/2025), Muqsal Mina, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah (ES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kini dinobatkan menjadi Agam Aceh 2025 di Taman Budaya Banda Aceh pada Selasa (23/12/2025).

Acara ini mengusung tema Sustainable Journey, Lasting Legacies yang berarti “Perjalanan yang Berkelanjutan, Warisan yang Abadi.” Hal ini bermaksud bahwa peran duta tidak sebatas masa jabatan saja, namun juga meninggalkan jejak positif ke depannya, baik untuk pariwisata, lingkungan, maupun masyarakat Aceh.

Kepada Tim LPM Al-Kalam, Muqsal menjelaskan bahwa dari 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh, hanya 16 yang berpartisipasi dalam acara ini, dan hal tersebut tidak disebabkan oleh faktor banjir. "Karena banjir itu di tanggal 26 (November), sedangkan Agam Inong Aceh telah memulai acara dari tanggal 22," ujarnya ketika diwawancarai Kamis (25/12) via WhatsApp. 

Disebabkan kondisi bencana alam yang terjadi di Aceh, kegiatan karantina sempat ditunda. "Benar. Acara karantina itu (sempat) ditunda, gak langsung malam penobatan, dikarenakan malam penobatan kan biasanya berlangsung ceria. Cuma, karena kondisi kita sekarang yang lagi bencana di Aceh, jadi Agam Inong Aceh mengambil kebijakan untuk menunda kegiatan ini," jelasnya.

Muqsal menjelaskan bahwa acara dilanjutkan pada Selasa (23/12) dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya berlangsung ceria, namun kali ini berlangsung sakral. Tak hanya itu, Agam Inong Aceh juga membuat acara penggalangan dana untuk disalurkan ke korban banjir. 

Menurut penuturan Muqsal, program yang akan coba dilakukan dalam waktu dekat adalah mendirikan sekolah darurat dan hadir di tengah pengungsian untuk membuat anak-anak yang terdampak lebih ceria.

"Melihat kondisi Aceh yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, baik banjir maupun longsor, sehingga mengakibatkan banyak sekolah yang rusak dan membuat anak-anak tidak bisa bersekolah. Maka, dari Saya sebagai Agam Aceh terpilih, punya inisiasi untuk bisa menghadirkan sekolah darurat untuk anak-anak," tuturnya.

"(Program) umumnya, kami juga akan mengembangkan semua potensi yang ada di Aceh, baik dari segi pariwisata maupun lainnya," tambahnya.


Reporter: Tiara Khalisna 

Editor: Zuhra

22 Desember 2025

Program Studi Hukum Tata Negara UIN SUNA Raih Akreditasi Unggul

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah (Fasya), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Selasa (16/12/2025). 

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan mutu akademik serta pengakuan nasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di Prodi HTN. Ketua Prodi Hukum Tata Negara, Taufiqul Hadi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, tentu kami merasa sangat bersyukur atas capaian ini. Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja keras seluruh tim akreditasi Prodi HTN yang didukung penuh oleh pimpinan fakultas dan institusi. Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga amanah besar bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurut Taufiqul Hadi, terdapat sejumlah faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan Prodi HTN dalam meraih akreditasi tertinggi tersebut. Soliditas tim akreditasi, kesiapan dan kelengkapan dokumen, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang konsisten menjadi fondasi utama. Selain itu, budaya mutu yang terus dibangun secara berkelanjutan serta keterlibatan aktif dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan turut memberikan kontribusi signifikan.

Proses penilaian akreditasi dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh BAN-PT, yakni pada 20–22 Oktober 2025. Dalam asesmen lapangan tersebut, tim asesor melakukan klarifikasi data, wawancara dengan pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta stakeholder eksternal. Asesor juga melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian asesmen berjalan dengan lancar dan kondusif,” tambahnya. Ke depan, Prodi Hukum Tatanegara UIN SUNA berkomitmen untuk mempertahankan status Akreditasi Unggul ini dengan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, penguatan kerja sama strategis serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional menjadi agenda utama pengembangan prodi.

Capaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi Prodi Hukum Tata Negara UIN SUNA sebagai pusat pengembangan keilmuan hukum tata negara yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.


Reporter: Ismi Saydina Lubis

Editor: Zuhra

20 Desember 2025

UIN SUNA Gelar Aksi Bersih Sekolah Pascabencana di SMAN 2 Tanah Jambo Aye

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana di Aceh, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Aksi Pembersihan Sekolah di SMAN 2 Tanah Jambo Aye yang terletak di Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (18/12/2025).

Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan dan civitas academica UIN SUNA Lhokseumawe, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK). 

Sebelum keberangkatan, para peserta terlebih dahulu berkumpul di Halaman Biro Rektorat UIN SUNA Lhokseumawe pada pukul 08.00 WIB, kemudian bersama-sama menuju lokasi pengabdian. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan ruang kelas, perpustakaan, serta lingkungan sekolah dari sisa-sisa lumpur.

Fitri Yeni, selaku Kepala SMAN 2 Tanah Jambo Aye, menyampaikan rasa terima kasih atas program UIN SUNA ini. "Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas program yang sangat berharga, yang kami terima dari UIN SUNA, yang telah memberikan motivasi begitu besar untuk sekolah kami, yaitu membersihkan sekolah kami," ujarnya.

Aksi ini difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak bencana dengan tujuan menciptakan kembali lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para siswa dan tenaga pendidik.


Reporter: Indira Ulfa

Editor: Tiara Khalisna

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.