![]() |
| Foto: IST |
Inisiatif ini dilakukan oleh mahasiswa KPM sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat tanggap bencana mereka, khususnya di bidang pendidikan. Akibat bencana yang melanda desa, kegiatan sekolah jadi terhambat dan fasilitas pembelajaran pun rusak. Oleh karena itu, mahasiswa KPM berusaha menciptakan ruang belajar terbuka sederhana untuk memastikan anak-anak dapat melanjutkan belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Kelas Terbuka dilaksanakan di area terbuka dekat tempat penampungan sementara di Desa Keude Bungkaih. Meskipun fasilitasnya sederhana, mahasiswa KPM menyiapkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan anak-anak di desa Keude Bungkaih untuk mendukung kegiatan tersebut. Suasananya dirancang agar santai dan menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman saat belajar selama kegiatan tersebut.
Materi yang diajarkan dalam program ini meliputi pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, praktik salat serta membaca Al-Quran. Mahasiswa KPM menggabungkan materi pendidikan dengan metode interaktif seperti permainan sederhana, tanya jawab dan sesi bercerita. Pendekatan ini membantu anak-anak tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis mereka tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri mereka setelah mengalami bencana.
Anak-anak juga mengungkapkan betapa bermakna program ini di luar bidang akademis. “Saat banjir terjadi, saya merasa takut dan sedih. Tapi sekarang saya merasa bahagia karena kami bisa belajar bahasa dan mengaji bersama kakak-kakak KPM,” ujar salah satu anak yang mengikuti program "Kelas Terbuka" tersebut.
Melalui Kelas Terbuka ini, mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan UIN SUNA Lhokseumawe, khususnya Kelompok 08 berharap anak-anak Desa Keude Bungkaih perlahan-lahan mendapatkan kembali kepercayaan diri, kegembiraan, dan motivasi untuk terus belajar meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Reporter: T. Akmal
Editor: Tiara Khalisna














