Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

05 Maret 2026

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Ciptakan "Kelas Terbuka" untuk Anak-Anak Desa Keude Bungkaih

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 08 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah menyelenggarakan program “Kelas Terbuka” untuk anak-anak yang terdampak banjir beberapa bulan yang lalu di Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang merupakan upaya membangun sekolah darurat bagi anak-anak pascabencana ini berlangsung selama 6 hari, dimulai pada Senin (23/02/2026). 

‎Inisiatif ini dilakukan oleh mahasiswa KPM sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat tanggap bencana mereka, khususnya di bidang pendidikan. Akibat bencana yang melanda desa, kegiatan sekolah jadi terhambat dan fasilitas pembelajaran pun rusak. Oleh karena itu, mahasiswa KPM berusaha menciptakan ruang belajar terbuka sederhana untuk memastikan anak-anak dapat melanjutkan belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

‎Kelas Terbuka dilaksanakan di area terbuka dekat tempat penampungan sementara di Desa Keude Bungkaih. Meskipun fasilitasnya sederhana, mahasiswa KPM menyiapkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan  anak-anak di desa Keude Bungkaih untuk mendukung kegiatan tersebut. Suasananya dirancang agar santai dan menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman saat belajar selama kegiatan tersebut.

‎Materi yang diajarkan dalam program ini meliputi pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, praktik salat serta membaca Al-Quran. Mahasiswa KPM  menggabungkan materi pendidikan dengan metode interaktif seperti permainan sederhana, tanya jawab dan sesi bercerita. Pendekatan ini membantu anak-anak tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis mereka tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri mereka setelah mengalami bencana.

‎Anak-anak juga mengungkapkan betapa bermakna program ini di luar bidang akademis.  “Saat banjir terjadi, saya merasa takut dan sedih. Tapi sekarang saya merasa bahagia karena kami bisa belajar bahasa dan mengaji bersama kakak-kakak KPM,” ujar salah satu anak yang mengikuti program "Kelas Terbuka" tersebut.  

‎Melalui Kelas Terbuka ini, mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan UIN SUNA Lhokseumawe, khususnya Kelompok 08 berharap anak-anak Desa Keude Bungkaih perlahan-lahan mendapatkan kembali kepercayaan diri, kegembiraan, dan motivasi untuk terus belajar meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Reporter: T. Akmal

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Hadirkan Edukasi Lingkungan Lewat Kegiatan Daur Ulang Sampah di Desa Keude Bungkaih

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan Kelompok 08 Hadirkan Edukasi Lingkungan Lewat Kegiatan Daur Ulang Sampah di Desa Keude Bungkaih. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 08 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan edukatif “Daur Ulang Sampah” bersama anak-anak Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara di Masjid Nurul Ikhlas pada (28/02/2026). 

‎Kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana yang dapat disebabkan oleh penumpukan sampah ini berlangsung dengan suasana ceria dan interaktif. Anak-anak diajak mengenal jenis-jenis sampah, cara memilah sampah organik dan anorganik, serta mempraktikkan langsung pembuatan kerajinan dan kreasi sederhana dari bahan bekas (seperti, botol plastik dan kertas).

Melalui pendekatan bermain sambil belajar, para mahasiswa berhasil menumbuhkan antusiasme dan kreativitas anak-anak dalam memanfaatkan barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Keceriaan dan kegembiraan juga terpancar dari wajah anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengaku sangat senang karena mereka bisa belajar sambil bermain bersama kakak-kakak mahasiswa KPM. 

Beberapa anak menyampaikan bahwa sebelumnya mereka tidak mengetahui perbedaan sampah organik dan anorganik, namun setelah kegiatan berlangsung mereka menjadi lebih paham tentang cara mendaur ulang sampah-sampah tersebut. “Ternyata sampah plastik bisa kita jadikan menjadi kreasi dan juga gambar yang cantik dan juga unik,” ujar Fatih, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias. Anak-anak juga merasa bangga karena dapat membuat karya-karya seni dari barang bekas dengan tangan mereka sendiri.

‎Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Salah satu mahasiswa KPM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kebencanaan. “Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyumbat saluran air dan juga memicu terjadinya banjir. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari usia dini,” ujarnya.

‎Masyarakat setempat turut mengapresiasikan kegiatan tersebut karena memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak serta meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Reporter: T. Akmal

‎Editor: Tiara Khalisna 

Dukung Psikososial dan Kembalikan Keceriaan Anak, Mahasiswa KPM UIN SUNA Adakan Kanvas Ekspresi

Foto: IST

www.lpmakalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengadakan kegiatan “Kanvas Ekspresi” bagi anak-anak di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Serbaguna desa setempat yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02), Kamis (26/02), dan Minggu (01/03).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui pengembangan kreativitas, imajinasi, serta kepercayaan diri melalui aktivitas seni yang menyenangkan dan edukatif, seperti mewarnai dan menggambar, membuat seni rupa tarikan benang, serta menulis harapan pada lukisan pohon yang dilakukan pada akhir sesi Rumah Belajar Anak (RUMBA).

Foto: IST

Pada kegiatan mewarnai yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02), anak-anak diberikan selembar gambar untuk diwarnai serta kebebasan menggambar di kertas kosong dan mewarnainya sesuai dengan tema yang mereka sukai. Berbagai hasil karya menunjukkan ide dan imajinasi yang beragam, mulai dari pemandangan alam, gambar keluarga dan lingkungan sekitar, hingga pilihan warna favorit mereka.

Foto: IST
Kegiatan seni rupa tarikan benang yang dilaksanakan pada Kamis (26/02) menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak-anak. Dalam kegiatan ini, mereka diajak membuat pola unik menggunakan cat warna dan benang yang ditarik di atas kertas sehingga menghasilkan motif yang menarik. Setelah diberi contoh, anak-anak terlihat antusias mengikuti arahan dan mencoba bereksperimen dengan teknik tersebut.

Tidak sedikit dari mereka yang mengulang proses pembuatan karya seni tersebut untuk kemudian dicoba kembali di rumah. “Kak, kami boleh bawa pulang catnya, nggak? Kami mau buat di rumah juga,” tanya Airil polos.

Kegiatan pohon harapan yang dilaksanakan pada Minggu (01/03) dilakukan dengan menuliskan harapan pada kertas berwarna yang kemudian ditempelkan pada lukisan berbentuk pohon. Amel, mahasiswa KPM yang turut mendokumentasikan momen tersebut, mengatakan, “Harapan yang dituliskan anak-anak ini singkat, namun penuh makna, dengan doa agar apa yang ditulis dapat menjadi kenyataan.”

Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar terasa menyenangkan dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan serta menunjukkan rasa bangga terhadap hasil karya masing-masing. Melalui program Kanvas Ekspresi ini, mahasiswa KPM berharap dapat memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat seni mereka sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang kreatif dan berkesan di desa tersebut.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

04 Maret 2026

Mahasiswa KPM UIN SUNA Lakukan Gotong Royong Bersihkan Tempat Wudu Meunasah Cot Ara Pascabanjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan gotong royong membersihkan tempat wudu Meunasah Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Senin (23/02/2026) hingga Kamis (26/02/2026).

Banjir yang sebelumnya merendam permukiman warga meninggalkan lumpur dan noda membandel di sejumlah fasilitas umum, termasuk meunasah sebagai pusat kegiatan ibadah masyarakat. Area yang paling terdampak adalah tempat wudu, dengan keramik lantai dan dinding yang tampak sangat kotor akibat endapan lumpur.

Foto: IST

Fokus utama gotong royong diarahkan pada pembersihan keramik tempat wudu. Untuk membersihkan lantai dan dinding tersebut, mahasiswa KPM menggunakan delapan botol cairan pembersih, terdiri atas lima botol ukuran besar dan tiga botol ukuran sedang. Proses pembersihan dilakukan dengan menyikat secara menyeluruh hingga ke sela-sela keramik agar noda benar-benar hilang.

Kepala Desa (Geuchik) Cot Ara, Saifuddin, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Sigolom awak droe neuh peugleh nyoe, kaleuh kamoe peugleh sit pakek soda api ngeun yang laen, tapi han item gleh. Wate awak droe neuh ka trok keuno, ka neu peugleh le awak droe neuh langsong gleh, lage male-male ngeun awak droe (Sebelum kalian mulai bersih-bersih ini, kami sudah lebih dahulu mencoba membersihkan dengan menggunakan soda api dan bahan lainnya, tetapi tetap tidak bersih. Ketika kalian datang dan ikut membersihkan, nodanya langsung hilang, seperti malu-malu kepada kalian),” ujarnya sambil tertawa.

Selain itu, papan imbauan bertuliskan “Stop Sandal/Sepatu” turut ditempelkan agar kebersihan tempat wudu tetap terjaga. Mahasiswa KPM berharap meunasah yang kini kembali bersih dan nyaman dapat digunakan untuk beribadah serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat lainnya di Desa Cot Ara.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

Peduli Kebersihan Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Bangun Bank Sampah di Desa Cot Ara

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengadakan program bank sampah sebagai salah satu program kerja dalam bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan di Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Rabu (25/02/2026).

Pembuatan bank sampah berlangsung selama satu pekan, sejak Kamis (19/02/2026) hingga Rabu (25/02/2026), yang dimulai dengan proses perencanaan melalui pembuatan sketsa desain bank sampah. Sketsa tersebut dibuat sebagai acuan ukuran, bentuk, serta sistem pembuangan agar bank sampah dapat berfungsi secara efektif dan tahan lama.

Setelah tahap perencanaan selesai, mahasiswa KPM mempersiapkan berbagai bahan dan alat yang diperlukan. Bahan yang digunakan antara lain kayu sebagai material utama, kawat sepanjang 4,5 meter, engsel pintu, serta grendel pintu. Sementara itu, alat dan perlengkapan yang digunakan meliputi meteran, palu, gergaji, serta paku berukuran 2 inci, 1,5 inci, dan 1 inci.

Tahap selanjutnya adalah proses pembuatan kerangka utama bank sampah. Mahasiswa KPM secara gotong royong menyusun kerangka badan bank sampah, kemudian membuat kerangka pintu pembuangan serta kerangka atap. Proses ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan konstruksi kuat dan aman digunakan.

Foto: IST

Bank sampah yang telah selesai dirakit kemudian diletakkan di Meunasah Cot Ara sebagai salah satu lokasi strategis setiap kali diadakan kegiatan. Bank sampah tersebut diperuntukkan bagi sampah plastik yang selanjutnya dapat diperjualbelikan atau dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan.

Kegiatan ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari kepala desa (geuchik) serta warga setempat. Melihat ketiadaan tempat sampah di sekitar meunasah, salah seorang anak yang sempat berinteraksi dengan mahasiswa KPM berkata, “Nanti kalau ada sampah, kami bisa buang ke sini.”


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

Beri Solusi Praktis dan Ramah Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Ciptakan Produk Pembasmi Nyamuk

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan sosialisasi dan pembuatan produk pembasmi nyamuk berbahan dasar sereh dan alkohol bersama ibu-ibu di Gedung Serbaguna Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (24/02/2026) pukul 11.30–13.30 WIB.

Pembuatan produk ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KPM bidang kesehatan dan lingkungan yang bertujuan memberikan solusi praktis serta ramah lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk.

Foto: IST

Kegiatan diawali dengan praktik singkat pembuatan ekstrak sereh. Dalam prosesnya, sereh yang telah dicuci dan diiris kemudian dimasak dengan campuran air hingga mendidih. Setelah mendidih, ekstrak sereh didinginkan lalu dicampurkan dengan alkohol untuk membantu mengekstrak aroma serta memperkuat daya tahan larutan.

Foto: IST

Ibu-ibu desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses pengolahan sereh hingga pengemasan hasil akhir ke dalam botol semprot. Selain bahan yang mudah diperoleh, proses pembuatannya juga relatif sederhana sehingga dapat dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.

Pada akhir kegiatan, mahasiswa KPM turut mempresentasikan hasil pembuatan obat nyamuk berbahan sereh dan alkohol tersebut kepada para ibu sebelum akhirnya dibagikan. Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa menjelaskan manfaat, cara penggunaan, serta ketahanan larutan agar dapat digunakan secara efektif di lingkungan rumah. Presentasi ini bertujuan memastikan seluruh peserta memahami proses pembuatan hingga pemanfaatannya sehingga hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada praktik bersama, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Salah seorang ibu yang terlibat dalam proses pembuatan produk tersebut berujar, “Nyoe ka jeut ta buka usaha keu droe teuh, ka na resep bak awak nyoe (Ini sudah bisa membuka usaha sendiri karena sudah ada resep dari mereka/mahasiswa KPM).”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dan ekonomis. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga serta kebersihan lingkungan desa.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Putri Ruqaiyah

03 Maret 2026

Mahasiswa KPM Desa Pante Gaki Bale Tutup Pengabdian dengan Bakti Sosial dan Berbagi Takjil

Foto: Zuhra

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 12 Desa Pante Gaki Bale Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan program kerja (proker) terakhir berupa kegiatan pembersihan Masjid Al-Huda serta pembagian makanan berbuka puasa kepada anak-anak yatim di wilayah Desa Pante Gaki Bale. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat–Sabtu (27–28/02/2026).

Kegiatan berbagi makanan berbuka puasa dilaksanakan pada Jumat (27/02/2026). Program ini diawali dengan pendataan anak-anak yatim yang berada di sekitar Desa Pante Gaki Bale. Setelah data terkumpul, tim mahasiswa mendatangi rumah masing-masing penerima secara langsung untuk menyerahkan paket makanan berbuka puasa. Metode door to door ini dipilih agar bantuan dapat diterima tepat sasaran sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa KPM dan masyarakat setempat.

Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai proses penyaluran makanan berbuka. Anak-anak yatim dan keluarga penerima menyambut dengan antusias serta mengucapkan terima kasih atas kepedulian mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan berbuka puasa sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan.

Foto: Zuhra

Pada hari berikutnya, Sabtu (28/02/2026), mahasiswa KPM melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan Masjid Al-Huda. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan halaman masjid yang diketahui belum dibersihkan secara menyeluruh pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Untuk memaksimalkan pekerjaan, mahasiswa dibagi menjadi tiga tim yang masing-masing bertanggung jawab pada area berbeda di sekitar halaman masjid. Mereka bergotong royong menyapu, merapikan lingkungan, serta memastikan area masjid kembali bersih dan nyaman digunakan oleh masyarakat untuk beribadah.

Penanggung jawab kegiatan, Alya Dara Daniva, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat. “Semoga makanan berbuka yang kami berikan menjadi berkah bagi semua,” ujarnya.

Melalui proker terakhir ini, mahasiswa KPM Kelompok 12 berharap kehadiran mereka selama masa pengabdian dapat meninggalkan dampak positif, memperkuat kepedulian sosial, serta membantu pemulihan lingkungan pascabencana di Desa Pante Gaki Bale.


Reporter: M. Alif Maulana

Editor: Zuhra
 

02 Maret 2026

Mahasiswa KPM Tematik Bencana Kelompok 07 Kunjungi Huntara Kampung Rigeb, Koordinasi dengan BNPB

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Bencana Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasyiah melaksanakan kunjungan ke hunian sementara (huntara) masyarakat Kampung Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues (14/2/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait kondisi huntara pascabencana serta mendukung proses penataan hunian sementara. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bertemu dan berkoordinasi langsung dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berada di lokasi.

Selain melakukan koordinasi, mahasiswa juga melaksanakan pemasangan stiker penanda pada unit rumah huntara sebagai bagian dari pendataan dan penertiban hunian. Pemasangan stiker ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi rumah serta mendukung sistem administrasi dan pengelolaan huntara ke depannya.

Pada saat kegiatan berlangsung, masyarakat belum berada di lokasi huntara. Namun, kegiatan tetap berjalan lancar sesuai dengan arahan dan koordinasi bersama pihak terkait.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM Tematik Bencana menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses penanganan dan penataan pascabencana serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam upaya membangun desa yang lebih tertata dan tangguh.



Penulis: Sejahtra, Mahasiswi KPM Kelompok 07 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

‎Editor: Indira Ulfa


 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.