Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

30 Januari 2026

Mahasiswa UIN SUNA Ikut Program Volunteering Maslahat di Aceh Tamiang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Muhammad Izzat Saputra, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus Koordinator BSI Scholarship UIN SUNA Lhokseumawe, terpilih sebagai salah satu relawan dalam Program Volunteering Maslahat untuk Negeri yang diinisiasi oleh BSI Maslahat. Ia ditempatkan di Aceh Tamiang, wilayah yang terdampak bencana banjir. Dalam program tersebut, Izzat ditempatkan di dua desa, yakni Kampung Landuh dan Kampung Durian. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12–18 Januari 2026.

Selama kegiatan, Izzat terlibat dalam berbagai program kemanusiaan, khususnya dukungan psikososial bagi bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak untuk membantu pemulihan mental dan emosional masyarakat pascabencana.

Menurut Izzat, tantangan terbesar yang dihadapi relawan adalah kondisi psikologis masyarakat yang masih diliputi trauma. Namun, ia mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap kehadiran relawan sangat positif. "Respons masyarakat sangat positif. Warga menerima relawan dengan terbuka, ramah, dan merasa terbantu," ungkap izzat.

Selain menjadi relawan, Izzat juga dipercaya sebagai Koordinator Relawan yang bertugas mengoordinasikan tim dan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman baru tentang makna pengabdian. "Pelajaran terpenting yang saya dapatkan adalah arti empati, kepedulian sosial, serta pentingnya hadir secara tulus untuk mendukung sesama, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosional," jelas Izzat. Izzat berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terlibat dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan.


Reporetr: Indira ulfa

Editor: Zuhra

29 Januari 2026

Merawat Ikatan Pasca KPM: Kelompok 61 UIN SUNA Kembali ke Waq Toweren Sekaligus Salurkan Bantuan Donasi

Foto: Neiva Zaida Hasanah Saragih

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali mendatangi Desa Waq Toweren, lokasi pelaksanaan Kelompok KPM 61 yang telah ditetapkan sekitar dua bulan lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026. 

Kunjungan kembali Kelompok KPM 61 ke Desa Waq Toweren ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Selain itu, mahasiswa KPM juga mengambil beberapa barang yang sempat tertinggal karena tidak dapat dibawa serta saat kepulangan usai pelaksanaan kegiatan KPM sebelumnya.

Inisiatif penggalangan donasi yang dilakukan oleh Kelompok KPM 61 mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Dukungan tersebut datang dari Lembaga BFLF (Blood For Life Foundation), para staf dan dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, serta orang tua dan kerabat mahasiswa.

Adapun donasi yang berhasil dikumpulkan berupa uang tunai sebesar Rp2.425.000, roti bayi, pakaian layak pakai, Al-Qur’an, lampu Penerangan Jalan Raya (PJR), dan lampu tenaga surya untuk kebutuhan masyarakat Desa Waq Toweren serta perangkat starlink untuk masyarakat Desa Rawe. 

M. Dhuha Masyhuri selaku ketua Kelompok KPM 61, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi berbagai pihak dalam kegiatan donasi tersebut.

“Alhamdulillah, banyak bantuan dari berbagai pihak yang mau ikut serta berdonasi untuk Desa Waq Toweren, pemberian donasi ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat untuk desa Waq Toweren,” ujarnya. Ia juga berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat mempererat hubungan silaturahmi mahasiswa klompok KPM 61 dengan para masyarakat Desa Waq Toweren. 


Reporter: Fitdaturrahmi & Muhammad Syahru

Editor: Zuhra
 

28 Januari 2026

UKM Lekisma Al-Furqan UIN SUNA Gelar Trauma Healing Pascabanjir di Sawang Aceh Utara

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Keislaman Mahasiswa (Lekisma) Al-Furqan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe bersama Tim Rangka Pustaka melaksanakan kegiatan Volunteer Trauma Healing Pascabanjir di Kecamatan Sawang, Aceh Utara pada Dusun Lhok Pungki, Gunci, Kec. Sawang, Kab. Aceh Utara pada Minggu (25/01/2026).

‎Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir untuk memberikan pendampingan psikososial, khususnya kepada anak-anak. Pendampingan dilakukan melalui berbagai permainan edukatif, diantaranya membuat kreasi dari origami serta menggambar ekspresi perasaan sebagai media penyaluran emosi anak-anak.

‎Ketua Tim Volunteer menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka, mengurangi rasa takut dan cemas, serta membangun kembali suasana aman dan menyenangkan melalui aktivitas kreatif dan interaktif.

Foto: IST
Dalam pelaksanaannya, relawan menggunakan metode Pendekatan Humanis dan Partisipatif, dengan mengajak anak-anak berinteraksi aktif melalui kegiatan melipat kertas origami dan menggambar ekspresi seperti rasa senang, sedih, dan harapan. Kolaborasi dengan Rangkang Pustaka turut mendukung kegiatan ini melalui penyediaan alat gambar dan bahan bacaan.

‎“Kegiatan Trauma Healing ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabanjir. Melalui kegiatan kreatif seperti menggambar dan origami, kami berharap anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka, mengurangi rasa trauma, serta kembali merasakan suasana yang aman dan menyenangkan,” ujar Viona Oktavia, Bendahara Umum UKM Lekisma Al-Furqan.

‎Melalui kegiatan ini, UKM Lekisma Al-Furqan berharap dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan psikologis anak-anak pascabanjir, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat terdampak bencana alam.

Rilis

‎Editor: Tiara Khalisna
 

24 Januari 2026

Mahasiswa KPM Kelompok 77 UIN SUNA Luncurkan Program Satu Desa Sejuta Nilai di Nibong Wakeuh, Aparat Desa Beri Dukungan Penuh

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mengawali masa pengabdian kepada masyarakat, kelompok mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 77 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar pertemuan perdana dengan perangkat Desa Nibong Wakeuh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (20/1/2026). 

Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan warga setempat. Mengusung tema besar “Satu Desa Sejuta Nilai”, kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh aparatur desa. Suasana akrab menyelimuti pembicaraan yang membahas pemetaan potensi desa serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Kepala Desa (Keuchik) Nibong Wakeuh menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemikiran akademis mahasiswa dengan kearifan lokal desa. “Kami sangat terbuka dan mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa di desa kami. Kami berharap program kerja yang disusun tidak hanya menjadi syarat formalitas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga, baik dari sektor pemberdayaan ekonomi maupun pendidikan,” ujar kepala desa di sela-sela diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa perangkat desa siap memfasilitasi kebutuhan koordinasi mahasiswa selama berada di lapangan. Pihak desa telah merencanakan beberapa kegiatan komunal, seperti gotong royong menjelang bulan suci ramadan, dan berharap mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Habil selaku Humas KPM 77 Desa Nibong Wakeuh menyatakan kesiapan timnya. “Kami siap membantu kapan saja gampong membutuhkan bantuan dari kami. Komitmen kami adalah mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat Gampong Nibong Wakeuh selama masa KPM ini berlangsung,” tegas Habil mewakili rekan-rekannya.

Pertemuan perdana ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling bersinergi selama masa pengabdian. Dengan koordinasi yang solid sejak dini, diharapkan seluruh program kerja KPM dapat terealisasi dengan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Nibong Wakeuh.


Penulis: Tim Humas KPM 77

Editor: Putri Ruqaiyah

18 Januari 2026

SUNAPODCAST Episode 05: Langkah Cepat Satgas Bencana UIN SUNA Respon Bencana Banjir

Foto: YouTube/uinsunaofficial

www.lpmalkalam.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melalui program SUNAPODCAST kembali menghadirkan diskusi informatif seputar isu kemanusiaan dan kebencanaan pada episode ke-05 yang tayang pada Selasa (14/01/2026).

SUNAPODCAST episode 5 ini mengangkat tema “Di Balik Layar Satgas Bencana UIN SUNA Lhokseumawe”, podcast ini membahas langkah cepat dan peran nyata kampus dalam merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Aceh.

Dr. Said Alwi, M.A., Wakil Rektor II UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus Ketua Satgas Bencana, hadir sebagai narasumber, beliau menjelaskan kondisi awal saat bencana terjadi. Ia menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di beberapa daerah, sehingga pimpinan kampus segera menggelar rapat darurat atas arahan Rektor. “Langkah pertama adalah mengevakuasi mahasiswa kita  yang sedang melaksanakan KPM, kebetulan pada sebulan sebelumnya itu ada mahasiswa KPM di Buloh, kemudian di Takengon, dan beberapa tempat,” ungkap Said. Ia menjelaskan bahwa Satgas Bencana UIN SUNA segera melakukan penelusuran kondisi lapangan untuk memastikan daerah yang terdampak serta kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Dari hasil pemetaan tersebut, tim bergerak cepat menyalurkan bantuan, termasuk distribusi sembako kepada mahasiswa dan masyarakat terdampak, dengan dukungan dana dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) serta sumber internal kampus.

Lebih lanjut, Dr. Said Alwi menegaskan bahwa hingga saat ini Satgas Bencana masih terus bekerja, terutama dalam pendataan mahasiswa yang terdampak bencana. Bagi mahasiswa yang belum terdata, pihak kampus membuka layanan pelaporan langsung melalui Posko Satgas Bencana di Biro UIN SUNA Lhokseumawe. “Karena ada beberapa mahasiswa kita yang belum terdata, dapat langsung melapor ke Satgas di Biro. Ada poskonya di biro itu ada Bu Yusnidar, kemudian ada teman-teman yang lain,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada mahasiswa, Satgas Bencana UIN SUNA juga menerima permintaan bantuan dari beberapa sekolah dan madrasah yang terdampak banjir. Bantuan yang dilakukan meliputi kegiatan pembersihan lingkungan sekolah, madrasah, dan masjid, serta rencana hari amal bakti sebagai bentuk kepedulian sosial.

Ke depan, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe juga merencanakan program lanjutan berupa kegiatan mengajar bagi siswa yang ada di sekolah-sekolah yang terdampak, serta pendampingan proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik. Mahasiswa akan dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Menutup diskusi, pembawa acara SUNAPODCAST merangkum bahwa ketanggapan Satgas Bencana UIN SUNA menjadi bukti kehadiran kampus di tengah masyarakat saat bencana . Kampus berkomitmen kedepannya untuk terus bekerja semaksimal mungkin, dan saling menguatkan.

Melalui SUNAPODCAST, UIN SUNA Lhokseumawe menegaskan perannya sebagai kampus peradaban yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan dan sosial.


Reporter: Amanda Zuhra

Editor: Zuhra

16 Januari 2026

Napas Panjang Tradisi Ilmiah Dunia Islam

Foto: Pixabay.com

www.lpmalkalam.com– Dalam dunia Islam tradisi ilmiah merupakan warisan ilmuan yang tumbuh seiring dengan berkembangnya peradaban Muslim sejak masa awal. Pada era klasik, ilmu pengetahuan berkembang pesat seiring kuatnya dorongan Al-Qur’an dan hadis terhadap pencarian ilmu. Ilmu-ilmu agama seperti tafsir, hadis, fikih, dan ilmu kalam tumbuh beriringan dengan ilmu rasional seperti filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi. Tokoh-tokoh utama pada masa ini yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi‘i, dan Imam Ahmad bin Hanbal, dalam bidang fikih ada Al-Kindi dan Al-Farabi, dalam bidang filsafat dan sains ada Ibnu Sina, dalam bidang matematika ada Al-Khawarizmi. Kontribusi pada era klasik terlihat pada sistematisasi ilmu, lahirnya metodologi ilmiah, serta berdirinya pusat-pusat ilmu seperti Bayt Al-Hikmah yang menjadikan dunia Islam sebagai pusat peradaban global.

Pada era abad pertengahan, tradisi ilmiah Islam mengalami fase peleburan dan penguatan. Pada masa ini fokus keilmuan tidak lagi hanya pada penemuan baru, tetapi juga pada pengembangan, kritik, dan integrasi ilmu-ilmu yang telah ada. Tokoh-tokoh seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Taimiyah, dan Fakhruddin Al-Razi tampil dengan karya-karyanya yang mempertemukan rasionalitas dan spiritualitas. Kontribusi penting pada era ini adalah pematangan metodologi keilmuan, penguatan disiplin ushul fikih, tasawuf, dan kritik filsafat, serta usaha menjaga keseimbangan antara akal dan wahyu dalam tradisi ilmiah Islam.

Memasuki era modern, dunia Islam mulai berhadapan langsung dengan kolonialisme, modernitas barat, dan kemajuan sains modern. Kondisi ini melahirkan tokoh-tokoh pembaru seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rashid Rida, serta Muhammad Iqbal, yang mendorong kebangkitan intelektual dan reformasi pemikiran Islam. Kontribusi era modern tampak dalam upaya pembaruan pendidikan, reinterpretasi ajaran Islam agar selaras dengan perkembangan zaman, serta munculnya wacana integrasi antara ilmu agama dan ilmu modern. Tradisi ilmiah Islam pada masa ini bergerak dari pola tradisional menuju sistem pendidikan yang lebih formal dan institusional.

Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh kompleksitas tantangan global, seperti globalisasi, digitalisasi, krisis moral, dan pluralitas pemikiran. Tokoh dalam gerakan kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi, Fazlur Rahman, Nurcholish Madjid, Quraish Shihab, serta lembaga-lembaga pendidikan dan gerakan intelektual Muslim, berusaha menanggapi tantangan tersebut dengan pendekatan kontekstual dan moderat. Tantangan tradisi ilmiah Islam di era ini adalah menjaga kemurnian keilmuan klasik sekaligus merespons realitas modern, menghindari perpecahan antara tradisionalisme dan liberalisme, serta membangun tradisi riset yang kuat dan juga relevan. Dalam pandangan penulis, keberlanjutan tradisi ilmiah Islam di era kontemporer sangat bergantung pada kemampuan umat Islam untuk merawat warisan intelektual klasik sambil terbuka terhadap dialog dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Dalam dunia Islam Tradisi ilmiah merupakan warisan intelektual yang lahir dari perpaduan antara dorongan wahyu dan kesungguhan akal manusia dalam memahami kehidupan. Mulai dari era klasik hingga kontemporer, tradisi ini menunjukkan kemampuan Islam dalam melahirkan pemikiran yang sistematis, kritis, dan relevan dengan konteks zamannya. Tantangan yang dihadapi pada masa kini menuntut adanya sikap bijak dalam merawat khazanah keilmuan klasik tanpa menutup diri dari perkembangan ilmu pengetahuan modern. Keberlanjutan tradisi ilmiah Islam tidak terletak pada romantisme masa lalu semata, tetapi pada kesanggupan umat Islam untuk menjadikan warisan intelektual tersebut sebagai landasan membangun pemikiran yang kontekstual, berimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di masa depan.


Penulis: Cut Nazar Mutia Hanum, Mahasiswi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe 

Editor: Zuhra

14 Januari 2026

Luluh Lantak: Rumah Warga Desa Ceubo Bireun Rusak Parah Akibat Banjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Banjir yang menerjang kawasan Kabupaten Bireuen, Aceh, meninggalkan jejak kerusakan parah di Desa Ceubo, Kecamatan Gandapura. Hingga Minggu (20/12/2025), pemukiman warga tampak luluh lantak dengan puing-puing bangunan yang berserakan di atas endapan lumpur tebal yang mulai mengering dan retak.

Zuyyina, salah satu warga Desa Ceubo yang menjadi korban, menceritakan detik-detik mencekam saat air bah datang. Menurutnya, kerusakan fatal pada rumah-rumah warga disebabkan oleh arus air yang sangat deras yang datang dari berbagai arah, disusul dengan material lumpur.

"Jujur kalau diingat-ingat lagi masih gemetar. Cepat sekali, tiba-tiba arus kencang menghantam tembok rumah hingga jebol. Airnya datang bukan dari satu arah saja," ungkap Zuyyina saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa warga mengalami kerusakan ganda. "Dihantam air dulu sampai jebol, terus sisa perabotan yang tidak hanyut malah tertimbun lumpur pelan-pelan. Kami cuma sempat lari menyelamatkan diri," tambahnya.

Pasca surutnya air, warga kini dihadapkan pada kendala pembersihan material sisa banjir. Berdasarkan pantauan dan pengakuan warga, lumpur yang tertinggal memiliki karakteristik lengket dan cepat mengeras menyerupai semen jika didiamkan, sehingga sulit dibersihkan hanya dengan peralatan manual. "Kendala utamanya jelas di alat. Kami cuma modal cangkul dan sekop seadanya, badan rasanya remuk semua. Padahal untuk lumpur setebal ini butuh semprotan air kencang (water pump) untuk mendorong lumpur keluar," keluh Zuyyina mewakili warga lainnya. Hampir seluruh perabotan rumah tangga seperti kasur, lemari, dan alat elektronik dilaporkan rusak total. Warga hanya mampu menyelamatkan diri beserta pakaian yang melekat di badan atau sekadar dokumen penting seperti ijazah dan surat tanah.

Terkait penanganan pengungsian, warga berinisiatif menumpang di rumah kerabat yang lebih aman atau mengungsi ke meunasah (surau) setempat karena belum ada instruksi relokasi khusus. Bantuan logistik berupa beras, mi instan, dan telur dari pemerintah daerah serta relawan mahasiswa sudah mulai tersalurkan, namun warga menyayangkan belum masuknya bantuan alat berat ke lorong-lorong pemukiman warga.


Reporter: Arahmadan Jaminur Berutu

Editor: Zuhra
 

07 Januari 2026

Para Bedebah Oligarki

Foto: Media Indonesia 

www.lpmalkalam.com– 

Biarku bisikan pada algojo oligarki penguasa

Negeri nan elok ini sudah berkecamuk kala itu

Para kaparat duduk di atas kursi kuasa bebas hukum

Tak bergerak menanggapi seruan alam mematikan


Wahai para bedebah-bedebah sekalian

Kala nyawa sudah tak berharga bagimu tuan

Harapanku sudah kau buat mati ditelan dusta

Dusta akan ucapan keadaan sudah baik-baik saja


Kupandangi seonggok kayu digrogoti jamur angka

Ulah para bedebah oligarki kekuasaan tanah kosong

Dengan mengongkang kaki menutup mata dan telinga

Tak ada kepedulianmu atas imbas keserakahanmu


Sungguh elok rupamu kawan

Rupa yang menutup kejahatan

Rupa duka dipoles lakon dan kamera

Padahal kau adalah pelaku sebenarnya

Kini rakyat dan satwa menjemput ajalnya

ajal ulah sang bedebah oligarki


Penulis: Ririn Dayanti Harahap 
 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.