Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

01 Desember 2025

KPM Kelompok 53 dan Kelompok 28 UIN SUNA Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Banjir di Desa Keude Krueng

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 53 Desa Babah Lueng Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melakukan kolaborasi dengan mahasiswa KPM Kelompok 28 Cot Rheue UIN SUNA untuk salurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara pada Sabtu (29/11/2025).

Banjir yang melanda Desa Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pada akhir November ini menyebabkan sekitar 150 warga harus mengungsi demi keselamatan. Dua titik pengungsian, meunasah desa dan gedung SD menjadi tempat perlindungan sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir dengan kondisi air yang cukup tinggi.

Mahasiswa KPM UIN SUNA dari Gampong Babah Lueng dan Cot Rheue turun langsung menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa bertemu dengan Ibu Geuchik Desa Keude Krueng. Beliau menjelaskan bahwa banjir kali ini memberikan dampak sangat berat bagi masyarakat. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan gagal panen padi di seluruh lahan persawahan desa.

Lebih memprihatinkan lagi, Ibu Geuchik mengungkapkan, "Ternak warga seperti sapi, kambing, dan ayam hanyut terbawa arus, sehingga masyarakat kehilangan sumber ekonomi penting yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidup." Ia juga menambahkan, tak sedikit keluarga yang kini harus memulai dari nol untuk memulihkan kembali kondisi ekonomi mereka.

Foto: IST

Bantuan yang diberikan oleh mahasiswa KPM UIN SUNA berupa beras, telur, dan mi instan sebagai kebutuhan pokok yang mendesak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi selama masih berada di lokasi penampungan. Warga menyambut baik kedatangan mahasiswa dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga serta menggerakkan lebih banyak pihak untuk turut membantu pemulihan Desa Keude Krueng. Mereka juga menekankan pentingnya dukungan jangka panjang, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan, yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir.

Peristiwa banjir tahun ini menjadi pengingat bahwa wilayah-wilayah rawan di Aceh Utara membutuhkan perhatian serius dan langkah mitigasi yang lebih kuat. Semoga desa segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal.


Penulis: Dedek Dhea Fitriana, Mahasiswa KPM Kelompok 53 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe 

Editor: Alya Nadila

Tindaklanjuti Status Tanggap Darurat, UIN SUNA Terapkan Kuliah Daring: Mahasiswa Mengeluh Kendala Jaringan

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Sehubungan dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3/1416/2025 tentang Penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025 yang ditetapkan selama 14 hari, terhitung sejak 28 November s.d. 11 Desember 2025, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali mengeluarkan Surat Pengumuman Nomor B-1493/Un.35/R/KP.01.2/11/2025 tentang Penyesuaian Kegiatan Akademik dan Layanan Administrasi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada Masa Status Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh pada Minggu (30/11/2025). 

Adapun sebanyak tujuh poin yang tercantum dalam surat pengumuman, dua diantaranya adalah:

1. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring dan/atau online, menggunakan EdLink sebagai sarana pembelajaran mencakup pengelolaan materi kuliah, interaksi antara dosen dan mahasiswa, sesuai dengan Keputusan Rektor Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penerapan Sistem Perkuliahan Berbasis Blended Learning Menggunakan Sarana Pembelajaran EdLink. 

2. Bagi mahasiswa atau dosen yang terkendala akses internet, maka diperkenankan untuk melaksanakan pembelajaran secara worksheet learning (pembelajaran berbasis tugas). 

Melalui surat edaran ini, tuai tanggapan dari mahasiswa. Yudha, mahasiswa rantau asal Batu Bara sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Matematika (TMA) menyampaikan perspektifnya terhadap surat pengumuman ini. Ia menilai poin yang dituangkan dalam surat sedikit menggantung. "Menurut saya, keputusan yang dituangkan di surat edaran tersebut sedikit menggantung, tidak memiliki keputusan yang on point, dan sedikit bertele-tele, mengingat yang terdampak banjir bukan hanya mahasiswa, melainkan juga seluruh tenaga pendidik dan seluruh tenaga kerja yang berkerja di UIN. Sebaiknya kampus memberikan solusi yang paling tepat akibat bencana alam ini. Karena jika perkuliahan dilakukan secara daring, jaringan yang tersedia juga hanya Telkomsel. Dan jika memaksa menggunakan Wi-Fi di coffee shop atau tempat lain itu akan mengeluarkan uang di tengah-tengah masa sulit ini." Ia juga menyampaikan bahwa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN SUNA tengah membantu mencari solusi yang paling relevan terkait hal tersebut. 

Mahasiswa lainnya, Izzat, asal Desa Trieng Meudurou, Kecamatan Syamtalira Bayu, mengatakan bahwa ia kurang setuju dengan perkuliahan yang dilaksanakan secara daring, mengingat masih ada mahasiswa yang di wilayahnya mengalami kendala jaringan. Meski sebagian wilayah listriknya sudah menyala, Izzat mengaku tempat tinggalnya yang berjarak 3 kilometer dari jalan lintas, listrik masih padam. Menurutnya, pembelajaran berbasis tugas cukup baik, namun diberikan tenggat waktu pengumpulan yang lebih lama dari biasanya.

Izzat menambahkan, pembelajaran yang akan dilaksanakan secara daring selama 14 hari ini merupakan waktu yang cukup untuknya. Namun, ia juga memikirkan mahasiswa yang tinggal di wilayah sangat terdampak, "Untuk orang yang memang terkena dampak bencana (banjir/longsor) itu kayak di Geudong, sampai rumah hanyut, keluarganya meninggal, itu (waktunya) nggak cukup. Orang itu masih memikirkan yang lain daripada kuliah. Dia memikirkan hidupnya sendiri dulu harus stabil. Soalnya orang (yang tinggal) di Lhoksukon, Matangkuli, Geudong, itu lumayan parah," jelasnya melalui pesan suara WhatsApp yang diterima oleh Kru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam, Minggu (30/11/2025). 

Qonita, mahasiswi asal Takengon yang baru mendapatkan kabar setelah empat hari terputus komunikasi dengan keluarganya mengatakan, "Sebenarnya itu (kuliah daring) sangat membantu di tengah kondisi yang seperti ini. Banyak kawan-kawan saya juga yang rumahnya sampai saat ini masih kebanjiran, bahkan ada yang barangnya gak tersisa satu pun, habis dibawa air banjir. Tapi tetap aja, walau kuliah daring, sayangnya saya tidak bisa pulang (ke kampung halaman) karena semua akses (perjalanan) putus." Ia mengaku pikirannya saat ini masih tertuju pada keluarga.


Reporter: Alya Nadila

Editor: Zuhra

30 November 2025

KPM 52 UIN SUNA Desa Paya Teungoh Data dan Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Kelompok 52 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Desa Paya Teungoh melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan paket sembako serta pendataan kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak banjir di Desa Paya Teungoh pada Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah banjir menyusul curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah rumah warga dilaporkan terendam dan aktivitas harian terganggu.

Ketua KPM 52 Paya Teungoh, Muhammad Haikal Alif mengatakan bahwa program ini bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan data warga terdampak dapat digunakan untuk penanganan lanjutan.

Foto: IST

“Kami tidak hanya menyerahkan bantuan sembako, tetapi juga melakukan pendataan agar kebutuhan warga dapat diketahui dengan jelas. Kami berharap bantuan kecil ini dapat membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, telur. Seluruh paket sembako diserahkan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir dibantu oleh perangkat gampong.

Sementara itu, Geuchik Gampong Paya Teungoh, Bakhtiar, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KPM Kelompok 52 atas kepedulian mereka.

“Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KPM yang turun langsung ke lapangan. Selain memberikan sembako, mereka juga mendata warga yang membutuhkan bantuan lanjutan. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, KPM Kelompok 52 Paya Teungoh berharap dapat terus menjadi bagian dari masyarakat dan memberikan kontribusi nyata selama masa pengabdian berlangsung.


Reporter: Siti Raihani 

Editor: Zuhra

29 November 2025

Beruntun, Empat Titik Longsor di Kampus UIN Imam Bonjol Padang

Foto: Zahra Mustika/Suara Kampus

www.lpmalkalam.com- Dalam beberapa hari terakhir hujan beserta angin terus menyelimuti wilayah Sumatra. Pada Senin (24/11/2025) menjadi puncak turunnya hujan di Kota Padang dan berhenti pada Jumat (28/11/2025) tepatnya Pukul 13.00 WIB. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor di beberapa titik wilayah setempat. Bencana longsor juga terjadi di wilayah kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yang bertempat di Jalan Sungai Bangek, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Bencana longsor terjadi selama beberapa hari dan di titik yang berbeda. Pada titik pertama terjadi di sisi Gedung J (tidak menutup akses jalan) pada hari Minggu (23/11/2025), longsor susulan terjadi pada Selasa (25/11/2025) pukul 13.40  WIB, tepatnya di Lereng Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta pada hari yang sama terjadi pula longsor di lereng Rektorat kampus setempat. Pada Kamis (27/11/2025) tepatnya pukul 09.00 WIB longsor kembali terjadi di tanah depan lereng FEBI, dan terakhir disusul dengan longsor di lereng Fakultas Syariah pada Jumat (28/11/2025) Pukul 10.56 WIB, longsor ini menutup jalan yang berada di depan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat ditotalkan terdapat empat titik longsor di kampus setempat. Meskipun terjadi di empat titik berbeda, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Akibat yang ditimbulkan ialah kerusakan fasilitas kampus dan beberapa kendaraan berupa 4 unit mobil dan 11 motor masyarakat kampus yang tertimbun tanah lereng. 

Foto: Ummi Nadia/Suara Kampus

Menanggapi hal ini, para pimpinan beserta jajaran kampus langsung melihat kondisi lapangan guna memantau keadaan. Selain itu tempat kejadian juga dihadiri oleh para relawan baik dari pihak kepolisian maupun perangkat lainnya. Dalam menanggapi bencana ini para pimpinan kampus juga memberikan surat edaran sejak Selasa (25/11/2025) bahwa pembelajaran diadakan secara dalam jaringan (daring) hingga (28/11/2025) bagi mahasiswa selain dari FEBI karena fakultas tersebut (FEBI) dijadwalkan kembali berkuliah pada (9/12/2025) karena kerusakan yang sangat parah. Namun pada akhirnya, seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di jadwalkan untuk berkuliah kembali pada (09/12/2025). 

Pihak kampus juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat kampus dan umum untuk tidak mendekati titik longsor. Zahra Mustika selaku mahasiswa kampus setempat yang turut melihat kejadian longsor di wilayah tersebut mengatakan rasa takut serta prihatin akan kejadian ini. "Semoga bencana ini segera berakhir dan seluruh aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala, tak lupa turut menghimbau pemerintah pusat untuk memperhatikan Sumatra dan selalu mengingat bahwa Sumatra juga Indonesia," ujarnya.


Penulis: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Zuhra

Menwa UIN SUNA Ikut Serta Jadi Relawan BPBD Lhokseumawe: Proses Evakuasi Warga Gampong Ujong Pacu

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Unit Kegiatan Khusus (UKK) Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe ikut serta menjadi relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lhokseumawe dalam proses evakuasi warga Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Kamis s.d. Jumat (27–28/11/2025). 

Dalam proses evakuasi, tim BPBD Lhokseumawe dan personel Menwa UIN SUNA; Rainaldo Purba, mahasiswa Jurusan Tadris Matematika (TMA), diikuti oleh Akmal dan Ilham Syah mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) menemukan masyarakat gampong setempat yang tengah menunggu bantuan di bangunan bertingkat dan ruangan rumah yang masih terbilang aman dari banjir. 

Tingginya debit air yang mencapai ± 5 meter menutupi sebagian pemukiman warga dan menghambat akses menuju lokasi. Tak sedikit rumah yang terendam oleh banjir hingga menyisakan atap, sejumlah infrastruktur turut tidak dapat digunakan, serta ketiadaan jaringan komunikasi dan padamnya listrik secara menyeluruh di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga dirasakan oleh warga Gampong Ujong Pacu. 

Foto: IST

Rainaldo menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan dengan sejumlah peralatan seperti perahu fiber, pelampung, dan tali evakuasi. "Semua warga yang berada di titik rawan berhasil dievakuasi dan dinyatakan aman. Selain itu, dua warga dalam kondisi sakit telah dipindahkan lebih dulu untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Pemantauan kondisi terus dilakukan oleh BPBD, Dinas Sosial, dan relawan lapangan," tulis Rainaldo melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (29/11/2025). Ia juga menambahkan warga tetap dimobilisasi di sekitar Gampong Ujong Pacu dengan memberikan bantuan logistik secara langsung berupa beras, mi instan, makanan ringan, air mineral, tilam bantuan, pampers, hingga pembalut.

Komandan Satuan (Dansat) 109/WSU UIN SUNA, Ilham Darmawan mengatakan, "Sebagai mahasiswa, saya berharap Wira dapat mengaplikasikan ilmu dan pelatihan yang telah diperoleh untuk membantu warga bersama aparat serta BPBD." Ilham menambahkan, dalam situasi tersebut, mereka telah membagi dua tim agar Wira lainnya dapat membantu mahasiswa di sekitar kampus yang turut terdampak banjir dan membutuhkan dukungan.

BPBD Lhokseumawe turut mengapresiasi Menwa UIN SUNA atas bantuan evakuasi, distribusi logistik, dan keikutsertaan memastikan pemantauan kondisi banjir yang berlangsung. 


Reporter: Alya Nadila

Editor: Zuhra

26 November 2025

Mahasiswa UIN SUNA Tanggapi Surat Pengumuman Tentang Penyesuaian Kegiatan Akademik dan Administrasi Terkait Kondisi Hujan Deras dan Banjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe terbitkan Surat Pengumuman Nomor B-1488/Un.35/R/KP.01.2/11/2025 Tentang Penyesuaian Kegiatan Akademik dan Administrasi Terkait Kondisi Hujan Deras dan Banjir pada Rabu (26/11/2025).

Tujuh poin tercantum pada surat tersebut disampaikan dan ditandatangani oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., salah satunya adalah: pelaksanaan kegiatan akademik dan administrasi pada tanggal 26 s.d. 28 November 2025 disesuaikan dengan kondisi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang berdampak banjir dengan tetap menjaga kelancaran layanan akademik. Hal ini diberlakukan dalam rangka menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran seluruh civitas academica UIN SUNA sejalan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Indonesia, khususnya pulau Sumatera, Aceh, menyebabkan beberapa wilayah di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya mengalami banjir, longsor, hingga padamnya arus listrik. Salah satu rumah mahasiswi yang terkena dampak banjir di kawasan Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe menceritakan kondisi rumahnya. "Di rumah saya sekarang ini udah masuk (air). Awal-awalnya (air) gak masuk, cuma di samping, nggak sampai masuk rumah. Cuma karena beberapa hari ini, kan, hujannya deras, nggak berhenti juga, apalagi dua malam ini. Hari keempat hujan itu, lah, baru masuk airnya, bukan cuma di rumahku aja, tapi tetangga-tetangga juga gitu. Jadi, dengan banjir ini juga aktivitas sehari-hari sangat terganggu. Kami sekeluarga juga perlu angkat-angkat barang untuk memindahkan ke tempat yang lebih tinggi biar (supaya) nggak terkena air. Kemudian, kami juga harus berjaga malam karena takutnya air makin naik, karena di sekitar rumah juga udah tergenang air. Mau keluar rumah juga agak sulit, ya. Kemudian motor cepet mogok juga karena banjir. Air (banjir) nya juga hampir selutut," kata Maiza melalui pesan suara WhatsApp yang diterima oleh Kru LPM Al-Kalam pada Rabu (26/11/2025).

Maiza mengaku, pengumuman dari kampus sangat membantunya di kondisi yang seperti ini. Ia mengatakan bahwa akses jalan yang harus dilewatinya untuk dapat ke kampus yakni Jalan Medan – Banda Aceh yang semula berlubang, kini semakin parah dan tidak terlihat karena tergenang oleh banjir. Bahkan di beberapa titik jalan, seperti Batuphat, PIM, terbilang hampir lumpuh total dengan genangan air. "Jadi, waktu lihat kampus ngasi kebijakan kuliah daring, itu aku merasa sangat terbantu, sih. Setidaknya aku bisa tetap kuliah tanpa harus memaksakan diri untuk keluar rumah. Menurut aku ini bentuk perhatian kampus terhadap keamanan kami yang terkena banjir. Semoga cuaca ini cepat membaik, tapi untuk sekarang kebijakan ini benar-benar ngeringanin kami yang terdampak banjir," tambahnya. 

Mahasiswi lainnya yang juga terkena dampak banjir di kawasan Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mengungkapkan bahwa adanya surat pengumuman ini menjadi keputusan terbaik yang diambil oleh kampus. "Menurut Putri, pengumuman dari kampus ini memang udah paling bijak, apalagi untuk kondisi lagi parah kali, banyak yang kebanjiran. Jadi, belajar online menurut Putri jauh lebih aman dan membantu," tulis Putri melalui pesan WhatsApp, Rabu (26/11/2025). 

Putri turut menceritakan kondisi rumahnya, "Kondisi di rumah Putri sendiri juga ikut kena banjir. Air sempat masuk ke dalam rumah, tapi nggak parah cuma setinggi mata kaki aja. Yang lebih parah itu sebenarnya di depan rumah, air lumayan tinggi dan susah untuk lewat. Jadi, dengan adanya kebijakan kuliah daring ini, Putri bisa tetap ikut kelas tanpa harus keluar rumah dan mengambil risiko di jalan." Ia berharap supaya cuaca dapat segera membaik dan kondisi kembali normal. 


Reporter: Alya Nadila

Editor: Zuhra

Mahasiswa KPM Kelompok 40 UIN SUNA Bersama Warga Mengungsi ke Meunasah Akibat Banjir Berkepanjangan di Lang Kuta

Foto: Meutia Rahma 

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 40 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengalami dampak langsung bencana banjir yang melanda Gampong Lang Kuta, Kecamatan Kuta Makmur pada Selasa (25/11/2025).

Intensitas hujan yang tinggi saat malam hari membuat air sungai yang meluap ke kawasan pemukiman hingga merendam posko KPM. 

Debit air yang terus naik memaksa para mahasiswa untuk mengungsi sementara ke meunasah setempat. Perpindahan dilakukan segera setelah air sungai mulai naik ke jalan tepat berada depan posko mahasiswa. 

Foto: Meutia Rahma 

Warga gampong dan perangkat desa turut membantu proses evakuasi dengan menyediakan penerangan, tempat istirahat, serta logistik darurat dari pemerintah setempat. 

Salah satu aparat Gampong Lang Kuta Pak Saifudin mengungkapkan, "Banjir kali ini bisa dibilang cukup parah, tetapi yang paling parah itu terjadi di 2008, tetapi durasi banjirnya cuma 2 jam saja. Untuk saat ini debit airnya tidak terlalu tinggi, namun durasinya yang lama, sudah 24 jam airnya semakin bertambah dan lama."

Sementara itu, Geuchik Gampong Lang Kuta M. Jafar menyampaikan, "Banjir yang naik kali ini airnya semakin bertambah dan kemungkinan akan terjadi banjir susulan ke 3, sekitar 70% rumah warga tergenang air, dan 30% tergenang air parah debitnya hingga 1 meter setengah dan 1 balai desa yang terbawa arus," ujarnya. 

Mahasiswa KPM Kelompok 40 dengan warga setempat masih bertahan di meunasah sambil menunggu kondisi air surut dan situasi kembali aman. Meski menghadapi kendala akibat bencana alam, para mahasiswa tetap berupaya menjalankan pengabdian dengan membantu warga membersihkan area yang terdampak setelah air mulai berangsur surut.


Reporter: Meutia Rahma

Editor: Zuhra

25 November 2025

Pelukan dari Dalam Diri

Foto: Pixabay.com

www.lpmalkalam.com

Ada hari-hari ketika aku menatap kaca,

bukan untuk melihat paras,

melainkan mencari alasan

mengapa aku layak tinggal di dunia ini.

Aku berdiri lama, diam,

seakan menunggu seseorang dari balik cermin

untuk berkata, “Hei, kamu cukup.”


Aku pernah membiarkan luka orang lain

menginjak harga diriku.

Aku menjadi terlalu baik

sampai lupa menanyakan pada diri sendiri,

“Apakah aku baik juga pada diriku?”


Aku pernah mencari cinta

di genggaman tangan yang tak ingin menggenggamku erat.

Aku berharap pelukan asing

dapat menyembuhkan patah hatiku sendiri,

tanpa kusadari bahwa pelukan paling tulus

mungkin justru berasal dari dada ini,

dari napasku yang masih setia pergi dan kembali.


Aku pernah letih mengejar standar yang tak kumengerti.

Selalu ingin dianggap hebat,

padahal aku hanya ingin diterima apa adanya.

Aku berdarah-darah membuktikan sesuatu

yang bahkan tak pernah kumau sejak awal.

Dan saat kelelahan itu menelan hatiku,

aku baru sadar:

aku tak sedang berlari demi mimpi,

aku sedang kabur dari diriku sendiri.


Namun di tengah gelap yang sunyi,

aku mulai berani bertanya:

“Apakah semua ini sepadan

jika akhirnya aku kehilangan diriku?”


Dari pertanyaan itu,

lahir keberanian untuk berhenti sementara.

Bukan karena menyerah,

tetapi karena aku ingin mengerti rasa sakitku sendiri.

Aku mulai berbicara pelan pada hati

yang selama ini kupaksa diam.

Dan untuk pertama kalinya,

aku menangis bukan karena lemah,

tetapi karena mulai berani jujur.


Perlahan, aku belajar menerima setiap retakanku.

Aku belajar bahwa tidak apa-apa

jika jalanku lebih lambat,

selama aku tetap melangkah.

Aku belajar bahwa tenang

lebih berarti daripada terlihat sempurna.

Aku belajar bahwa membahagiakan diri

bukan dosa, melainkan kewajiban.


Aku belajar menepuk pundakku sendiri

dan berkata, “Terima kasih, kamu sudah bertahan sejauh ini.”

Aku mulai mencintai kelelahan yang kupunya,

karena itu bukti bahwa aku berjuang.

Aku mulai memeluk setiap kecewa,

karena di baliknya tumbuh keikhlasan.


Kini, aku sedang membangun rumah

dari doa, penerimaan, dan harapan.

Bukan rumah mewah yang butuh pengakuan,

tetapi rumah yang hangat untuk jiwaku pulang kapan saja.


Di rumah itu, aku tidak harus kuat setiap waktu.

Aku bisa menangis tanpa takut dihakimi.

Aku bisa tertawa meski tak sempurna.

Aku bisa menjadi versi diriku

tanpa perlu menyamar menjadi orang lain.


Hari ini, aku belum selesai.

Aku masih rapuh, masih belajar,

masih menyusun serpih-serpih percaya pada diri.

Namun kini aku tahu,

meski terlambat pun tak masalah,

karena aku akhirnya pulang.


Pulang ke dalam diri

tempat cinta yang asli tumbuh,

dan tempat aku akhirnya mengerti

bahwa aku layak dicintai,

bahkan oleh diriku sendiri.


Penulis: Daffa Alkausar (Magang)

Editor: Putri Ruqaiyah

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.