Portal Berita Al-Kalam

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Foto: Kompas.com www.lpmalkalam.com- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (6/10/2026).  Kondisi tersebut diduga di...

HEADLINE

Latest Post

10 Oktober 2026

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Foto: Kompas.com

www.lpmalkalam.com- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau pada Selasa (6/10/2026). 

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi asap kiriman dari provinsi lain, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, di tengah meningkatnya jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaan mengenai kabut asap pekat yang menyelimuti Pekanbaru pada Kamis (8/10).

Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Warjono, mengatakan bahwa kabut asap yang menyelimuti Riau merupakan kiriman dari wilayah lain.

“Kabut asap di Riau (kiriman) dari provinsi sebelah bagian selatan,” kata Warjono saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa.

Sementara itu, jumlah titik panas di Pulau Sumatera mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan Kompas.com, jumlah titik panas yang terdeteksi pada Rabu (7/10) mencapai 4.845 titik, meningkat dari sebelumnya sebanyak 3.157 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 3.847 titik. 

Titik panas atau hotspot merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang relatif tinggi dan dapat berkaitan dengan kebakaran hutan maupun lahan. Meskipun demikian, keberadaan titik panas tidak selalu memastikan terjadinya kebakaran sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, sebanyak 3.311 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut dalam periode 24 jam hingga Kamis (8/10/2026) pukul 06.00 WIB. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.063 titik, disusul Kabupaten Musi Banyuasin dengan 643 titik. Dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaan mengenai 3.311 titik panas yang terdeteksi di Sumatera Selatan dan Kabupaten OKI sebagai wilayah dengan titik panas terbanyak pada 9 Oktober 2026.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, membenarkan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel.

“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel total ada 3.311 titik panas (hotspot) di wilayah Sumsel,” kata Sudirman, Jumat (9/10/2026).

Tingginya jumlah titik panas di Sumatera Selatan menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan berpotensi menyebabkan asap menyebar ke daerah lain. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan penanganan karhutla secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.


Penulis: Zilfira

Editor: Redaksi

09 Oktober 2026

HMPS BKPI UIN SUNA Gelar Seminar Art Healing, Bantu Mahasiswa dan Siswa Hadapi Stres serta Overthinking

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar seminar Art Healing bertema “Saat Seni Menjadi Teman: Art Healing untuk Menghadapi Stres dan Overthinking” di Lantai 3 Gedung Aula FTIK pada Kamis (8/9/2026) pukul 14.00 - selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) BKPI, Russy Ranggayoni, Sekretaris Program Studi (Sekprodi) BKPI, Dwi Dinda Sari, serta peserta yang terdiri atas mahasiswa UIN SUNA dan siswa sekolah menengah atas (SMA) serta sekolah menengah kejuruan (SMK) dari wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara. Seminar tersebut menghadirkan Yara Andita Anatasya sebagai pemateri.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Master of Ceremony (MC), Uswatun Lavida, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan ketua panitia oleh Imam Qusairi, sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Russy Ranggayoni selaku Kaprodi BKPI, dan pembacaan doa oleh Rivaldi Adraka. Setelah itu, dilakukan penyerahan sertifikat dan cendera mata kepada pemateri, Yara Andita Anatasya.

Acara inti dipandu oleh Syifa Az-Zahra Cheesy selaku moderator bersama Yara Andita Anatasya sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yara menyampaikan sejumlah pesan kepada para peserta. “Setiap orang itu punya masalah pribadinya sendiri. Bagi kita, mungkin itu hal yang sepele, tetapi bagi yang mengalami masalah itu sendiri, sangatlah berat. Ada beberapa karakter yang memang sulit untuk melewati fase tersebut, tetapi mau tidak mau kita harus menjalani dan melewati fase-fase tersebut,” ujarnya.

Peserta seminar juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta. Selain itu, pemateri memandu sesi menulis jurnal (journaling) bersama sebagai bagian dari kegiatan seminar.

Dalam wawancara langsung, Ketua Panitia, Imam Qusairi, menyampaikan pandangannya mengenai kegiatan tersebut. “HMPS BKPI tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga hadir memberikan manfaat, kepedulian, dan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental dan kuat menghadapi masa depan,” ujarnya.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Chalisa Najla Safira

07 Oktober 2026

HMPS EDSA Gelar Multimedia Speech Competition Tarbiyah Fair

 

Foto: Rozatun Navais

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) English Development Student Association (EDSA), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Multimedia Speech Competition di Aula Lantai 3 Gedung Perpustakaan kampus setempat pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Utilizing Visual Media to Make the Message More Engaging, Creative, and Easy to Understand.”

Acara tersebut menghadirkan Ketua Jurusan (Kajur) TBI Zurriyati, Sekretaris Jurusan (Sekjur) TBI Khairun Nasir, Polyglot Indonesia Chapter Lhokseumawe Kenzy Luthfy Syahrial, Arta Baca Teuku Ikhsan Sabri, dan Cendikia Foundation Wasliyatul Hasanah.

Rangkaian acara dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Ulifiana Zikhra dan Wilda Rahmatillah. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Rafa Ananda, dilanjutkan dengan laporan panitia oleh Muhammad Hafidh, sambutan Ketua HMPS EDSA Ayu Diani Syariah, serta sambutan sekaligus pembukaan lomba Multimedia Speech Competition oleh Kajur TBI. Acara kemudian ditutup dengan doa dan dokumentasi foto bersama.

Sebelum memasuki ajang perlombaan, Penanggung Jawab (PJ) acara Multimedia Speech Competition, Rahmah Sarita, memberikan penjelasan mengenai teknis penilaian lomba. Selanjutnya, lomba dilaksanakan dengan penampilan peserta sesuai nomor undian.

Sebanyak 13 peserta mengikuti perlombaan tersebut yang merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah. Peserta terdiri atas satu perwakilan Ummul Aiman, dua perwakilan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lhokseumawe, dua perwakilan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Syamsudduha, tiga perwakilan MAS Ulumuddin, dua perwakilan MAS Mataqu, dan tiga perwakilan SMAN 2 Lhokseumawe.

Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking peserta, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan menggunakan multimedia dalam menyampaikan ide.

Ketua panitia Multimedia Speech Competition, Muhammad Hafidh, dalam laporannya menyampaikan, “Semoga dengan adanya perlombaan ini, peserta dapat menggunakan multimedia dengan baik untuk menyampaikan gagasan yang akan disampaikan.”


Penulis: Rozatun Navais

Editor: Chalisa Najla Safira


06 Oktober 2026

Tarbiyah Fair ke-4 Digelar, Wadah Kreativitas dan Bakat Pelajar serta Mahasiswa

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Tarbiyah Fair ke-4 di Aula dan halaman FTIK pada (6/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghidupkan Semangat Tarbiyah dalam Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter, Kreatif, dan Inspiratif” dan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026.

Pembukaan yang semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.30 WIB mengalami perubahan karena hujan. Rangkaian pembukaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB di Aula FTIK.

Rangkaian pembukaan dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Uswatul Lavida dan Syifa Az-Zahra Cheesy. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Mars UIN SUNA.

Selanjutnya, acara diisi dengan laporan Ketua Panitia Agustria Asria Dewi, sambutan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK Muhammad Agha A, serta sambutan dari pimpinan FTIK UIN SUNA. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan Qiraatul Qutub yang diselenggarakan oleh HMPS Bahasa Arab. Perlombaan tersebut dilaksanakan di Aula FTIK dan dilanjutkan setelah waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Sementara itu, lomba vocal solo yang diselenggarakan oleh DEMA FTIK dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIB di halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Ketua Panitia Tarbiyah Fair ke-4, Agustria Asria Dewi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa. Peserta dari kalangan siswa meliputi jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat, sedangkan peserta dari kalangan mahasiswa berasal dari HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). “Semoga acara ini lancar dan tidak terjadi kesalahan dari hari ini hingga dua hari ke depan. Semoga cuacanya juga mendukung dan tidak hujan lagi seperti hari ini,” ujar Agustria.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan mengembangkan bakat para peserta. “Tujuan kegiatan ini adalah mengasah kreativitas berpikir para peserta dan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan serta menghasilkan bakat yang mereka miliki,” ujarnya.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

UIN SUNA Lhokseumawe Bekali Mahasiswa melalui Penguatan Tracer Study

Foto: Fika Munayya
www.lpmalkalam.com- Career Development Center (CDC) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tracer Study bagi Calon Alumni di Gedung Aula Biro Lantai 3 pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya tracer study bagi alumni dan institusi. Dikutip dari laman Tracer Study Kemdiktisaintek, tracer study merupakan survei atau metode pelacakan jejak alumni yang dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah menengah kejuruan (SMK), untuk mengetahui situasi, aktivitas, dan transisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema “Tracer Study: Menghubungkan Lulusan Terbaik dengan Dunia Kerja serta Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi” tersebut dihadiri oleh beberapa unsur, yakni mahasiswa perwakilan program studi (prodi), mahasiswa alumni, mahasiswa pascasarjana, serta ketua program studi (kaprodi) yang ada di UIN SUNA atau perwakilan.

Berdasarkan surat undangan yang beredar, diketahui bahwa rincian kuota peserta untuk masing-masing fakultas dan Pascasarjana sebagai berikut:
1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK): 25 mahasiswa, 4 alumni, dan 6 kaprodi.
2. Fakultas Syariah (Fasya): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
3. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 2 kaprodi.
4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 10 mahasiswa, 4 alumni, dan 3 kaprodi.
5. Pascasarjana: 3 mahasiswa, 2 alumni, dan 2 kaprodi.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Abdul Mughni selaku Ketua Sementara CDC UIN SUNA dan dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) III. Sebelum sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Pemateri pertama, Iromi Ilham, menyampaikan materi bertajuk “Memperkuat Jejak Alumni, Meningkatkan Mutu Institusi." Dalam penyampaiannya, Iromi membahas pentingnya jejak alumni sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung peningkatan mutu institusi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai penggunaan bahasa di lingkungan kerja. Hal tersebut menjadi salah satu topik yang didiskusikan bersama peserta dalam kaitannya dengan pengalaman dan kondisi yang dihadapi alumni di lingkungan kerja.

Pemateri kedua, Diana, menyampaikan materi berjudul “Alumni Bercerita, Alumni Berbenah.” Melalui materi tersebut, Diana berbagi pengalaman setelah menyelesaikan pendidikan serta memberikan gambaran mengenai perjalanan yang dilalui setelah menjadi alumni dan menghadapi dunia kerja, termasuk proses seleksi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua pemateri terkait tracer study, pengalaman alumni, manfaat data yang dikumpulkan melalui survei tersebut, serta tanggapan kampus dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang sesuai dengan jurusan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mughni berharap semakin banyak alumni UIN SUNA yang berpartisipasi dalam tracer study dengan mengisi tautan survei yang telah disediakan. Abdul berpendapat bahwa partisipasi alumni dalam pengisian tracer study penting agar kampus memperoleh data dan informasi mengenai kondisi serta perjalanan alumni setelah menyelesaikan pendidikan.


Reporter: Rozatun Navais

Editor: Zahratul

04 Oktober 2026

Wawancara Calon Kru Magang Al-Kalam Tahun 2026 Digelar dalam Dua Sesi

Foto: M. Rahul Gonzales

www.lpmalkalam.com- Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan Wawancara Calon Kru (Cakru) Magang tahun 2026 di Halaman Perpustakaan kampus setempat pada Minggu (4/10/2026).

Peserta yang mendapat giliran lebih dahulu dipersilakan maju untuk mengikuti rangkaian wawancara yang terdiri atas Tes Baca Al-Qur'an/Keagamaan, Tes Jurnalistik, dan Psikotes.

Sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB dengan tiga penguji. Faris Kurniawan sebagai penguji Tes Baca Al-Qur'an, Putri Ruqaiyah sebagai penguji Tes Jurnalistik, dan Zuhra bertugas sebagai penguji Psikotes.

Pada tes baca Al-Qur'an, peserta diberikan kebebasan memilih surah yang akan dibaca. Setelah itu, peserta juga ditanya mengenai hal-hal dasar tentang Islam. Apabila peserta belum memahami materi yang ditanyakan, penguji memberikan penjelasan sebagai bagian dari proses pembinaan. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana cakru memahami dasar-dasar keimanan, ketuhanan, dan keagamaan.

Sementara itu, dalam tes jurnalistik, peserta ditanya mengenai pengetahuan dasar jurnalistik, alasan tertarik bergabung dengan Al-Kalam, serta pengalaman yang pernah dimiliki di bidang jurnalistik. Peserta juga ditanya mengenai prioritas, kesiapan mengikuti ketentuan Al-Kalam, serta kemampuan mengatur waktu antara kegiatan organisasi dan perkuliahan.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai bidang dalam jurnalistik, seperti penulis, reporter, desain grafis, dan kamerawan.

Salah seorang peserta, Nuraisyah Br Siagian, terlebih dahulu memperkenalkan diri saat wawancara. Nuraisyah juga ditanya mengenai sumber informasi tentang LPM Al-Kalam dan mengaku tertarik bergabung karena memiliki minat di bidang public speaking.

Sebelum mengikuti wawancara, cakru magang LPM Al-Kalam 2026 juga telah mendapatkan pembekalan pada Sabtu (3/10).

Pada psikotes, penguji turut menanyakan kondisi perkuliahan, pengalaman tampil di depan kamera, serta kemampuan komunikasi peserta. Bagi peserta yang belum pernah tampil di depan kamera melalui Al-Kalam, penguji menjelaskan bahwa kemampuan tersebut nantinya akan dilatih.

Peserta juga ditanya mengenai alasan memilih bidang reportase, kedisiplinan dan ketepatan waktu, kesopanan dalam berkomunikasi, serta cara menerima teguran, revisi, dan kritik.

Sesi kedua wawancara dimulai pukul 14.00 WIB dengan penguji yang berbeda. Pada sesi ini, Tes Baca Al-Qur'an diuji oleh Jumaida Ziliwu dan Faris Kurniawan. Tes Jurnalistik diuji oleh Ririn Dayanti Harahap, sedangkan Psikotes diuji oleh Qonita Sholihat.

Wawancara ini menjadi salah satu tahapan seleksi untuk mengetahui kemampuan, minat, kesiapan, serta karakter calon kru magang sebelum bergabung dengan LPM Al-Kalam.

Tiara Khalisna, selaku Pemimpin Litbang, berharap pelaksanaan wawancara dapat menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana calon kru (cakru) memahami bidang jurnalistik, baik bidang yang mereka pilih maupun bidang jurnalistik lainnya.

“Dengan adanya wawancara ini, kami berharap dapat melihat sejauh mana cakru memahami bidang jurnalistik, baik bidang yang mereka pilih maupun bidang lainnya. Selain itu, kami juga ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka dalam membaca Al-Qur'an. Tentunya, hal ini sangat penting karena berkaitan dengan pemahaman mereka mengenai keagamaan,” ujar Tiara.

“Kami juga berharap dengan adanya wawancara ini, kami dapat mengetahui bagaimana mereka mengatasi masalah yang ada serta mengatur manajemen waktu ketika menghadapi suatu permasalahan,” lanjutnya.

Setelah menyelesaikan 3 tes, cakru magang harus melewati pos kamerawan untuk menyampaikan 1 harapannya setelah bergabung di LPM Al-Kalam nanti yang diabadikan dalam sebuah video, serta dilanjutkan dengan foto dengan bingkai yang telah disediakan. Setelah itu, cakru diarahkan menuju pos terakhir, yaitu pos absensi sekaligus konsumsi.

Setiap sesi, kegiatan ditutup dengan foto bersama antara cakru magang dengan kru LPM Al-Kalam.


Reporter: Zahratul

Editor: Chalisa Najla Safira

03 Oktober 2026

LPM Al-Kalam UIN SUNA Gelar Pembekalan Wawancara Calon Kru Magang 2026

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pembekalan wawancara calon kru (cakru) tahun 2026 yang berlangsung di Teras Fakultas Syariah (Fasya) pada Sabtu (3/10/2026) pukul 15.00 - 17.00 WIB.

Sebanyak 39 orang mendaftar sebagai calon kru pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 36 cakru hadir mengikuti pembekalan yang menjadi persiapan untuk tahapan seleksi selanjutnya. Sementara itu, dua orang tidak dapat hadir karena sakit dan satu orang lainnya mengundurkan diri. Kegiatan ini diisi oleh dua pemateri, yaitu Ririn Dayanti Harahap selaku Pemimpin Redaksi (Pimred) dan Qonita Shalihat selaku Bendahara Umum (Bendum), serta kru LPM Al-Kalam yang bertugas sebagai panitia.

Acara dimulai dengan absensi dan pengecekan kembali formulir pendaftaran cakru. Selanjutnya, acara dibuka oleh Pemimpin Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Tiara Khalisna, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pemateri.

Salah satu pemateri, Qonita, menyampaikan mengenai bidang-bidang yang terdapat di LPM Al-Kalam. “Di sini tentunya ada beberapa bidang yang bisa kita ketahui dan akan adik-adik pelajari ke depannya, yaitu bidang Penulis, Reporter, Kamerawan, dan Desain Grafis,” ujarnya.

Selain Qonita, Ririn juga menjelaskan berbagai persiapan yang perlu dilakukan cakru untuk menghadapi wawancara yang akan dilaksanakan pada 4 Oktober. “Mengenai wawancara besok, tentunya adik-adik harus mempersiapkan diri untuk diwawancarai. Ada tiga tahapan wawancara, yaitu tes jurnalistik, baca Al-Qur’an (keagamaan), dan psikotes,” ujarnya.

Di tengah sesi tanya jawab, salah satu cakru, Syifa Az-Zahra Cheesy, mengajukan pertanyaan. “Apabila saya membuat artikel opini di redaksi lain, apakah bisa saya mengunggahnya juga ke Al-Kalam?” tanyanya.

Ririn kemudian menjawab pertanyaan tersebut. “Apabila nanti sudah bergabung di Al-Kalam, tetap bisa menulis karya di sini, asalkan karyanya jangan sama persis dengan yang diunggah di media tersebut.”

Setelah sesi tanya jawab berakhir, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama cakru 2026 di depan Gedung Biro UIN SUNA.


Reporter: Cut Saputri

Editor: Redaksi

Mainkan Lebih Awal untuk Pemilik Deluxe Edition, Gim ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE Resmi Rilis

Foto: Eeb Bandai Namco
www.lpmalkalam.com- Bandai Namco Entertainment meluncurkan gim ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan personal computer (PC) melalui Steam pada Jumat (2/10/2026).

Gim tersebut mengusung genre flight shooting dengan mode single-player dan multiplayer. Versi Standard Edition di Steam dibanderol Rp899.000, sedangkan versi untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S dijual dengan harga Rp1.099.000. Pemilik versi Deluxe Edition diberikan akses lebih awal (early access) pada Selasa (29/9/2026).

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE berlatar Juli 2029 dan mengisahkan seorang pilot tempur yang diselamatkan oleh kapal induk Endurance setelah Federasi Usea Tengah (FCU) diserbu Republik Sotoa. Di tengah kehancuran militer dan banyaknya pengungsi, sang pilot mendapat julukan Wings of Theve, nama seorang pilot legendaris yang menjadi simbol harapan. Meski legenda tersebut ternyata hanyalah cerita untuk menjaga semangat para penyintas, ia harus menyandang nama itu dan kembali bertempur bersama tiga rekan barunya untuk merebut kembali tanah air yang telah dikuasai.

Berdasarkan klasifikasi Entertainment Software Rating Board (ESRB), ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE mendapatkan rating T (Teen) yang ditujukan bagi pemain berusia 13 tahun ke atas.

Pada laman resminya, Bandai Namco Entertainment mengatakan, “Terlibatlah dalam pertempuran udara yang sengit, singkirkan ancaman, dan raih kesuksesan melalui misi-misi menegangkan untuk mendapatkan sayapmu.”

“Step into the cockpit and take flight as an elite pilot across stunning skies” menjadi salah satu kalimat promosi yang digunakan untuk menggambarkan aksi udara yang penuh ketegangan.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

02 Oktober 2026

Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Pratikno dan Hatta Rajasa Pimpin Dewan Pertimbangan Presiden

Foto: detikcom

www.lpmalkalam.c0m- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (2/10/2026). 

Salah satu nama yang dilantik sebagai anggota Wantimpres adalah akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung. Dalam pelantikan tersebut, Pratikno dilantik sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Selain pimpinan, sejumlah tokoh lainnya turut dilantik sebagai anggota Wantimpres. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, tokoh agama, pengusaha, serta purnawirawan TNI dan Polri.

Nama Rocky Gerung telah menjadi perhatian sebelum prosesi pelantikan berlangsung. Ia terlihat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.30 WIB. Kehadirannya menarik perhatian wartawan karena sebelumnya namanya telah dikaitkan dengan calon anggota Wantimpres.

Saat ditanya mengenai kehadirannya di Istana, Rocky tidak banyak memberikan keterangan kepada awak media. Ia hanya mengatakan, “Ini gua ada acara radical break. Udah,” sebelum melanjutkan langkahnya menuju area Istana.

Sebelum pelantikan, sejumlah tokoh lainnya juga terlihat hadir di Istana. Di antaranya Pratikno, Hatta Rajasa, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Jusuf Hamka, Jusuf Wanandi, Dato’ Sri Tahir, serta sejumlah tokoh agama dan akademisi.

Hatta Rajasa mengatakan bahwa dirinya mendapat tawaran untuk menjadi Wakil Ketua Wantimpres. Menurut Hatta, tawaran tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sekitar dua hari sebelum pelantikan.

Sementara itu, Pratikno mengatakan bahwa dirinya siap menjalankan tugas yang diberikan Presiden. Ia menyampaikan bahwa tugas yang berkaitan dengan kepentingan negara dan masyarakat akan dilaksanakan sesuai dengan amanat yang diberikan.

Dengan dilantiknya jajaran baru tersebut, Wantimpres diisi oleh sejumlah tokoh dengan latar belakang yang beragam. Rocky Gerung menjadi salah satu anggota yang dilantik dalam susunan baru tersebut.

Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Setelah pelantikan, para anggota Wantimpres akan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Penulis: Ilham Dwi Temas Miwa

Editor: Zahratul

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE Resmi Rilis, Pemilik Deluxe Edition Bisa Main Lebih Awal

Foto: Web Bandai Namco
www.lpmalkalam.com- Bandai Namco Entertainment meluncurkan gim ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC melalui Steam pada Jumat (2/10/2026).

Gim tersebut mengusung genre flight shooting dengan mode single-player dan multiplayer. Versi Standard Edition di Steam dibanderol Rp899.000, sedangkan versi untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S dijual dengan harga Rp1.099.000. Pemilik Deluxe Edition mendapatkan akses lebih awal (early access) pada Selasa (29/9/2026).

ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE berlatar pada Juli 2029. Gim ini mengisahkan seorang pilot tempur yang diselamatkan oleh kapal induk Endurance setelah Federasi Usea Tengah (FCU) diserbu Republik Sotoa. Di tengah kehancuran militer dan banyaknya pengungsi, sang pilot mendapat julukan “Wings of Theve”, nama seorang pilot legendaris yang menjadi simbol harapan.

Meski legenda tersebut ternyata hanya sebuah cerita untuk menjaga semangat para penyintas, ia harus menyandang nama tersebut dan kembali bertempur bersama tiga rekan barunya untuk merebut kembali tanah air yang telah dikuasai.

Berdasarkan klasifikasi Entertainment Software Rating Board (ESRB), ACE COMBAT 8: WINGS OF THEVE mendapatkan peringkat T (Teen) yang ditujukan bagi pemain berusia 13 tahun ke atas.

Dalam laman resminya, Bandai Namco Entertainment mengatakan bahwa pemain akan terlibat dalam pertempuran udara yang sengit, menyingkirkan berbagai ancaman, dan menyelesaikan misi-misi menegangkan untuk mendapatkan sayap.

“Step into the cockpit and take flight as an elite pilot across stunning skies” menjadi salah satu kalimat promosi yang digunakan untuk menggambarkan aksi udara dalam gim tersebut.


Penulis: M. Rahul Gonzales

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.