Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

05 Januari 2026

Banjir dan Longsor Melanda Tiga Provinsi di Pulau Sumatera: Sapu Rumah hingga Infrastruktur, Tinggalkan Trauma bagi Warga Terdampak

Foto: Abdul Aziz Perangin-angin 

www.lpmalkalam.com– Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak Selasa (26/11/2025) masih menyisakan luka yang cukup mendalam bagi warga yang terdampak. Hingga saat ini, Senin (05/1/2026), infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak di beberapa wilayah masih belum mendapatkan perbaikan dan menjadi salah satu kendala untuk mengakses lokasi terdampak. Mereka yang terdampak masih harus melewati masa pemulihan dengan logistik, pakaian, alas tidur, dan air bersih seadanya yang disalurkan oleh para relawan dan pemerintah. Di beberapa daerah, posko pengungsian masih dipenuhi oleh korban yang kehilangan tempat tinggal. 

Wawancara yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam melalui pesan WhatsApp dengan salah satu korban banjir di Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, Amanda Zuhra, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya turut terdampak banjir dengan ketinggian air yang hanya menyisakan atap rumahnya. "Awalnya hujan terus, tapi air hanya di halaman rumah (di kawasan tempat tinggal) yang rendah. Sore sampai magrib masih aman. Malam hari saat listrik padam dan kami sudah tidur, air tiba-tiba naik tanpa peringatan. Sekitar jam 12 malam, Ibu menyadari air sudah di depan pintu. Kami langsung keluar rumah saat air masih deras tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Lalu (kami) mengungsi ke balai desa kampung sebelah yang bertingkat dua," jelasnya menceritakan kronologi kejadian. 

Selain hujan terus menerus, menurut Amanda dan warga desa tersebut, banjir diduga akibat kiriman (tanggul bendungan jebol) dari Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Butuh waktu sekitar tujuh hari untuk menunggu air banjir di wilayah tempat tinggalnya surut. Pasca banjir, rasa takut kerap menyelimutinya ketika hujan deras turun, was-was jika akan terjadi banjir yang sama. Namun, kabar bahagia disampaikan oleh Amanda, dirinya dan keluarga telah kembali ke rumah dan kehidupan lingkungan sekitarnya telah berjalan normal meski pemulihan masih tetap berjalan.

Raja Oktariansyah, salah satu relawan yang mengunjungi lokasi terdampak di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada hari ke-14 pasca bencana Selasa (13/12/2025), mengatakan bahwa terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan kurang lebih 40 rumah dinyatakan tidak layak huni. Sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat dampak banjir yang masih tersisa, seperti jalur transportasi yang rusak sehingga membutuhkan jalur alternatif, lumpur yang sepenuhnya belum terkikis, serta warga terdampak yang masih tinggal di posko-posko pengungsian.

Relawan lainnya, Haniffatu Azqa, yang mengunjungi beberapa desa dalam kurun waktu satu bulan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa kondisi di lokasi pasca bencana terlihat cukup jelas seperti pemandangan rumah yang hancur parah, jembatan gantung yang tersapu oleh banjir, sekolah, fasilitas umum, dan jalanan yang dipenuhi lumpur, sungai yang semakin melebar, dan sawah tempat mata pencaharian warga kini sudah mencapai hamparan daratan. 

Azqa turut menceritakan kondisi warga di lokasi tersebut. "Warga yang terdampak (banjir) sebagian masih berada di pengungsian. Mereka yang rumahnya masih ada membuat tenda di depan rumahnya sembari membersihkan, sedangkan beberapa warga yang rumahnya sudah hilang tersapu air, dibuatkan tempat pengungsian di lokasi yang awalnya sebagai tempat pengumpulan hasil tani kini dialihfungsikan menjadi tempat ngungsi," jelasnya saat diwawancarai. 

Foto: IST

Selain menjadi relawan yang menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Kecamatan Sawang, Azqa juga turut mengambil peran dalam mengatasi trauma yang dialami oleh warga terdampak, terutama anak-anak. Ia mengatakan, setiap hujan turun, warga di lokasi tersebut merasa was-was, bahkan ia menceritakan ada anak kecil yang selalu meminta dibelikan perahu oleh ibunya karena takut akan terjadi banjir susulan. "Anak-anak memiliki gangguan psikologis ringan, seperti sering termenung, takut hujan, sering menangis, sensitif, dan sulit tidur. Sebagian dari mereka bercerita takut kehilangan rumah serta aktivitas mengaji dan sekolahnya terganggu," sambungnya. 

Azqa sangat berharap peran dari seluruh pihak untuk membantu memulihkan kondisi mereka yang terdampak. "Jadilah bagian sembuh dari saudara-saudara kita ini. Kehadiran kita bukan hanya bantuan, tapi juga jadi semangat dan harapan untuk mereka yang terdampak secara fisik maupun emosional," pesannya.


Reporter: Abdul Aziz Perangin-angin

Editor: Zuhra

31 Desember 2025

Presma UIN SUNA Tanggapi Banjir Bandang Aceh, Soroti Kerusakan Hutan

Foto: www.detik.com

www.lpmalkalam.com– Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Munawir, menanggapi serius banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara khusus melalui WhatsApp yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam pada Senin (29/12/2025).

Munawir menilai bencana tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan kebijakan yang abai terhadap perlindungan hutan. Munawir menegaskan bahwa beredarnya video gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Aceh harus dipandang sebagai persoalan serius. Ia menyebut, jika aktivitas tersebut benar merupakan hasil dari deforestasi demi kepentingan oligarki sawit, maka negara telah gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya.

“Kami memandang serius beredarnya video gelondongan kayu yang diduga kuat berasal dari praktik deforestasi masif. Jika benar ini merupakan dampak pembukaan hutan demi kepentingan oligarki sawit, maka ini adalah kejahatan ekologis yang terstruktur dan dibiarkan negara. Banjir hari ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana kebijakan akibat eksploitasi hutan yang rakus, abai terhadap daya dukung lingkungan, dan mengorbankan rakyat Aceh,” tegasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Terkait kondisi masyarakat terdampak, Munawir menyampaikan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi musibah tersebut. Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), mahasiswa telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan.

“Sebagai Presiden Mahasiswa, kami tidak tinggal diam. DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah melakukan konsolidasi mahasiswa, penggalangan bantuan, distribusi logistik, serta advokasi suara korban melalui kanal publik dan media. Namun kami menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab negara. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan akar persoalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir menyampaikan bahwa DEMA UIN SUNA terus mendorong langkah advokasi kebijakan terhadap pemerintah daerah maupun pusat, khususnya terkait kerusakan hutan di Aceh. “Kami mendorong langkah advokasi yang serius, mulai dari pernyataan sikap, desakan investigasi independen atas kerusakan hutan, hingga tuntutan evaluasi dan pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Pemerintah harus bertanggung jawab secara kebijakan, hukum, dan moral, bukan sekadar hadir secara simbolik di tengah penderitaan rakyat,” katanya.

Munawir juga menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional atas banjir yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah pusat terhadap situasi darurat di Aceh. “Kami menilai lambannya penetapan status bencana nasional sebagai bentuk minimnya _sense of crisis_ pemerintah pusat terhadap Aceh. Padahal dampak banjir telah meluas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menimbulkan kerugian besar. Negara seolah menunggu korban bertambah baru bergerak. Ini mencerminkan ketimpangan perhatian dan ketidakadilan dalam penanganan bencana,” tegas Munawir.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri di tengah kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak. “Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri dengan dalih mampu menangani sendiri, sementara di lapangan rakyat masih kekurangan logistik dan layanan dasar. Jika rakyat menderita, ego negara harus ditanggalkan. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Yang utama adalah keselamatan dan pemulihan korban, bukan citra pemerintah,” ujarnya.

Sebagai penutup, Munawir mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan yang terus berulang. “Kami mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap kuat, saling menjaga, dan tidak apatis. Musibah ini harus menjadi momentum perlawanan bersama terhadap ketidakadilan ekologis dan kebijakan yang merugikan rakyat. Aceh tidak boleh terus dijadikan wilayah eksploitasi, lalu ditinggalkan saat bencana datang. Mahasiswa akan terus berada di barisan rakyat, bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap & Meutia Rahma

Penulis: Meutia Rahma

Editor: Zuhra

29 November 2025

Beruntun, Empat Titik Longsor di Kampus UIN Imam Bonjol Padang

Foto: Zahra Mustika/Suara Kampus

www.lpmalkalam.com- Dalam beberapa hari terakhir hujan beserta angin terus menyelimuti wilayah Sumatra. Pada Senin (24/11/2025) menjadi puncak turunnya hujan di Kota Padang dan berhenti pada Jumat (28/11/2025) tepatnya Pukul 13.00 WIB. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor di beberapa titik wilayah setempat. Bencana longsor juga terjadi di wilayah kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yang bertempat di Jalan Sungai Bangek, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Bencana longsor terjadi selama beberapa hari dan di titik yang berbeda. Pada titik pertama terjadi di sisi Gedung J (tidak menutup akses jalan) pada hari Minggu (23/11/2025), longsor susulan terjadi pada Selasa (25/11/2025) pukul 13.40  WIB, tepatnya di Lereng Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta pada hari yang sama terjadi pula longsor di lereng Rektorat kampus setempat. Pada Kamis (27/11/2025) tepatnya pukul 09.00 WIB longsor kembali terjadi di tanah depan lereng FEBI, dan terakhir disusul dengan longsor di lereng Fakultas Syariah pada Jumat (28/11/2025) Pukul 10.56 WIB, longsor ini menutup jalan yang berada di depan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat ditotalkan terdapat empat titik longsor di kampus setempat. Meskipun terjadi di empat titik berbeda, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Akibat yang ditimbulkan ialah kerusakan fasilitas kampus dan beberapa kendaraan berupa 4 unit mobil dan 11 motor masyarakat kampus yang tertimbun tanah lereng. 

Foto: Ummi Nadia/Suara Kampus

Menanggapi hal ini, para pimpinan beserta jajaran kampus langsung melihat kondisi lapangan guna memantau keadaan. Selain itu tempat kejadian juga dihadiri oleh para relawan baik dari pihak kepolisian maupun perangkat lainnya. Dalam menanggapi bencana ini para pimpinan kampus juga memberikan surat edaran sejak Selasa (25/11/2025) bahwa pembelajaran diadakan secara dalam jaringan (daring) hingga (28/11/2025) bagi mahasiswa selain dari FEBI karena fakultas tersebut (FEBI) dijadwalkan kembali berkuliah pada (9/12/2025) karena kerusakan yang sangat parah. Namun pada akhirnya, seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di jadwalkan untuk berkuliah kembali pada (09/12/2025). 

Pihak kampus juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat kampus dan umum untuk tidak mendekati titik longsor. Zahra Mustika selaku mahasiswa kampus setempat yang turut melihat kejadian longsor di wilayah tersebut mengatakan rasa takut serta prihatin akan kejadian ini. "Semoga bencana ini segera berakhir dan seluruh aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala, tak lupa turut menghimbau pemerintah pusat untuk memperhatikan Sumatra dan selalu mengingat bahwa Sumatra juga Indonesia," ujarnya.


Penulis: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Zuhra

16 November 2025

Finalisasi Pelaporan PDDIKTI dan Reservasi PISN PPG Lulusan 2025: Kemenag Gelar Pertemuan Nasional di Jakarta

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyelenggarakan Kegiatan Finalisasi Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan Reservasi Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN) bagi Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lulusan Tahun 2025 di Mercure Convention Hotel Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu hingga Senin (15–17/11/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola PPG dari berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia, termasuk perwakilan dari LPTK PPG Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, yakni Ir. Muhammad Ilham, S.T., M.I.T., selaku Kepala Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) dan Nurul Akmal, M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) PPG.

Acara secara resmi dibuka oleh Dr. M. Munir, S.Ag., M.Ag, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag. Dalam sambutannya, Dr. M. Munir menegaskan bahwa finalisasi pelaporan PDDIKTI dan proses reservasi PISN merupakan tahapan krusial dalam penjaminan mutu pelaksanaan PPG.

“Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan dan diikuti oleh semua pengelola PPG untuk mitigasi serta antisipasi segala permasalahan yang muncul dalam proses pelaporan kelulusan mahasiswa PPG dan reservasi PISN untuk sertifikat. Dengan demikian, proses pencairan Tunjangan Profesi Guru dapat berjalan lancar dan dapat dicairkan pada Tahun 2026,” tegas Dr. Munir.

Foto: IST

Kegiatan ini mencakup pembahasan teknis pelaporan kelulusan mahasiswa PPG ke sistem PDDIKTI, sinkronisasi data dengan sistem Kemenag, serta proses reservasi PISN sebagai identitas resmi dalam penerbitan sertifikat pendidik. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan intensif terkait penyelesaian permasalahan data, validasi informasi, serta mekanisme pelaporan terpadu antar-sistem.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh LPTK PPG dapat melakukan proses pelaporan secara tepat, akurat, dan sesuai regulasi sehingga berdampak pada kelancaran penerbitan sertifikat pendidik serta pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi lulusan PPG Tahun 2025.


Rilis

Editor: Tiara Khalisna

13 November 2025

Resmi Dibuka, Muswil III SEMA PTKIN se-Sumatera: Langsung Hadirkan Tiga Pimpinan Parlemen Aceh

Foto: Abdul Azis Perangin-angin

www.lpmalkalam.com- Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera resmi dibuka di Gedung Serbaguna kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Rabu (12/11/2025). 

Kegiatan ini menandai hari pertama dari rangkaian pertemuan mahasiswa se-Sumatera yang akan berlangsung selama empat hari. Hari pembuka Muswil diisi dengan agenda Diskusi Publik yang mengusung tema "Mahasiswa Mewarisi Perjuangan Menegakkan Peradaban Parlemen Aceh Terhadap Amanah, Kuasa dan Pembangunan Daerah." 

Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber penting, yakni Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, S.I.Kom., Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Faisal Haji Isa, dan Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin, S.Sos., M.M.

Ketua Panitia, Fauzan Azima, menjelaskan bahwa Muswil ini merupakan forum krusial untuk memperkuat silaturahmi, kerjasama, serta membahas isu-isu strategis kemahasiswaan se-Sumatera. "Aceh dipilih karena nilai-nilai keislaman dan kebudayaan yang kuat, menjadikannya lokasi strategis untuk pertemuan ini," ujarnya.

Foto: Muhammad Alif Maulana

Fauzan mengakui adanya tantangan terkait logistik dan akomodasi untuk menyambut tamu dari berbagai daerah. Namun demikian, Fauzan juga berharap Muswil ini akan menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang konstruktif untuk kemajuan pendidikan, serta terjalinnya kerjasama yang erat antar mahasiswa PTKIN se-Sumatera.


Reporter: Arrahmadan Jaminur Berutu

Editor: Tiara Khalisna

 

12 November 2025

KPM UIN SUNA Hadir di Gampong Saweuk, Aceh Utara

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Sebanyak sebelas mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang tergabung dalam Kelompok 25 baru saja memulai Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara pada Jumat (07/11/2025).

Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh _Geuchik (Kepala Desa) Gampong Saweuk, Anwar, bersama perangkat gampong dan masyarakat setempat. Kegiatan KPM ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN SUNA Lhokseumawe.

"Apa yang kami lakukan ini bukan hanya tentang memberikan, tapi juga tentang belajar dan bertumbuh bersama masyarakat," ujar Deni Prayogi selaku Ketua Kelompok 25. "Kami berharap keberadaan kami di gampong ini dapat memberikan manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi kami sendiri," tambahnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Mukhtasar, M.A., menyampaikan harapannya. "Saya berharap mahasiswa dapat menjalankan KPM ini dengan semangat, tanggung jawab, mampu menghadirkan nilai-nilai keislaman, dan inovasi digital yang bermanfaat bagi masyarakat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Anggota kelompok terdiri dari Deni Prayogi, Harapan Isaq, Mursyidatul Khaira, Najwa Humaira, Rafahatul Ulya, Farah Nabilla Fahlevi, Rouzah Tulzannah, Dewi Primadona Siregar, Farahunnisa Ahda, Wirda Wardani, dan Riva Rahmayani. 

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mereka berharap kegiatan KPM di Gampong Saweuk dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Mereka siap berbagi ilmu dan belajar dari masyarakat setempat untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 


Reporter: Mursyidatul Khaira

Editor: Tiara Khalisna

29 Oktober 2025

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah: Prof. Nasaruddin Umar Layak Dianugerahi Nobel Perdamaian

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Jakarta, 28 Oktober 2025 - Kiprah Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., kian mengemuka di kancah internasional sebagai tokoh lintas agama yang berperan besar dalam membangun jembatan perdamaian dunia. Dedikasinya dalam menebarkan nilai kemanusiaan, moderasi, dan harmoni lintas iman menjadikannya sosok yang layak diusulkan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian penghargaan tertinggi bagi pejuang perdamaian global.

Sebagai Cendekiawan Muslim Global, Nasaruddin Umar memaknai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai peradaban modern. Pemikiran moderatnya tentang Islam yang dialogis dan inklusif terus digaungkan di berbagai forum internasional, mulai dari Vatikan, Universitas Al-Azhar Mesir, hingga markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui pendekatan nyata dan pertemanan spiritual, ia menjembatani dialog lintas iman tanpa sekat teologis.

Sebagai Tokoh Lintas Agama Dunia, Nasaruddin sering hadir dalam forum pemimpin agama sedunia, seperti Daring Peace Forum di Vatikan yang diselenggarakan Komunitas Sant’Egidio. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa “persaudaraan tidak mengenal batas agama.” Sikap rendah hati dan penuh kasih yang ia tunjukkan termasuk dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus menjadi simbol nyata bahwa kemanusiaan dapat melampaui batas keyakinan.

Karya akademiknya pun menjadi bukti nyata kecendekiaannya. Buku-buku tentang tafsir, gender, dan perdamaian yang ia tulis menjadi rujukan di berbagai universitas dunia. Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, ia mengubah masjid kebanggaan bangsa itu menjadi pusat peradaban inklusif yang mempertemukan pemimpin lintas iman, diplomat, dan akademisi dari berbagai negara.

Salah satu tonggak penting kiprahnya adalah Deklarasi Istiqlal yang diinisiasinya pada kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia tahun 2024. Deklarasi tersebut menegaskan Indonesia sebagai teladan harmoni antaragama bagi dunia, sekaligus menempatkan diplomasi spiritual Indonesia di panggung global.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas kiprah luar biasa tersebut.

“Prof. Nasaruddin Umar bukan hanya seorang ulama besar, tetapi duta perdamaian yang membawa wajah Islam Indonesia ke dunia. Beliau membuktikan bahwa nilai-nilai moderasi dan toleransi mampu menjadi kekuatan moral yang mempersatukan umat manusia,” ujarnya.

Prof. Danial juga menambahkan bahwa keteladanan Nasaruddin Umar menjadi inspirasi bagi generasi muda kampus untuk membangun peradaban damai berbasis ilmu dan akhlak.

“Beliau menunjukkan kepada dunia bahwa Islam sejatinya adalah energi cinta dan kemanusiaan universal. Semangat seperti inilah yang perlu terus kita wariskan di lingkungan akademik dan sosial,” tuturnya.

Dengan seluruh kiprah dan dedikasinya, Prof. Nasaruddin Umar pantas diusulkan sebagai penerima Nobel Perdamaian bukan hanya sebagai tokoh religius, tetapi juga sebagai diplomat moral yang menyuarakan kedamaian dari Timur untuk dunia. Dari Jakarta ke Vatikan, dari Al-Azhar hingga New York, pesan damainya tetap sama: Cinta kasih, persaudaraan, dan kemanusiaan adalah bahasa universal umat manusia.


Rilis
 

17 September 2025

Google Student Ambassador Gelar Webinar "Upgrade Gratis Google Gemini Pro"

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Komunitas Google Student Ambassador menyelenggarakan webinar daring (online) bertajuk "Upgrade Gratis Google Gemini Pro: Asisten AI Terbaik untuk Kuliahmu" yang disiarkan langsung melalui platform Zoom Meeting dan YouTube pada Selasa (16/09/2025) pukul 19.30 WIB.

Acara ini menarik antusiasme puluhan mahasiswa dari berbagai universitas. Webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan akses gratis kepada mahasiswa terhadap Google Gemini Pro, sebuah asisten AI canggih yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas akademik. 

Pembicara utama dalam acara ini adalah M. Aditya Prayoga, seorang Google Student Ambassador, secara interaktif memandu peserta dalam sesi demo dan tanya jawab. Ia memaparkan bagaimana Gemini Pro dapat membantu mahasiswa dalam menyusun tugas, melakukan riset, hingga membuat ringkasan materi perkuliahan secara efisien.

Para peserta terlihat sangat tertarik dengan fitur-fitur yang ditawarkan oleh Gemini Pro. Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen paling interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar optimalisasi penggunaan AI untuk kebutuhan akademis. Antusiasme ini menunjukkan besarnya kebutuhan mahasiswa akan alat bantu digital yang inovatif dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuktikan komitmen Google Student Ambassador dalam mendukung pengembangan skill dan penggunaan teknologi terkini di kalangan mahasiswa Indonesia.


Rilis

Editor: Tiara Khalisna

16 September 2025

Tiga Kru LPM Al-Kalam Ikuti PJTLN Janang 2025 di UIN Imam Bonjol Padang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Tiga kru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh LPM Janang UIN Imam Bonjol (IB) Padang. Pembukaan kegiatan berlangsung di Kampus III UIN IB tepatnya di Gedung J kampus setempat pada Minggu (14/09/2025).

Dengan mengangkat tema Mobile Jurnalism di Era Artificial Intelligence (AI), kegiatan ini membahas berbagai macam kegiatan jurnalistik serta karya yang akan dihasilkan oleh seorang jurnalis. PJTLN ini diselenggarakan selama 5 hari berturut mulai dari tanggal 14 September 2025 s.d. 18 September 2025 yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di Sumatera seperti; Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Riau, dan Sumatra Barat (Sumbar). Adapun tiga kru pengurus yang mewakili LPM Al-Kalam, yaitu; Ririn Dayanti Harahap selaku Redaktur Pelaksana; Zahira Putri Meola selaku Pimpinan Penelitian dan Pengembangan (Litbang); dan Abdul Azis Perangin Angin selaku Penelitian dan Humas (Penmas).

Pembukaan yang berlangsung pada hari yang sudah disebutkan, dibuka oleh perwakilan Gubernur Sumbar, Dirse Novera, selaku Kabiro Adpim Setdaprov Sumbar setelah kata sambutannya. Ia menyampaikan bahwa jurnalis merupakan amanah besar bukan hanya menyampaikan berita tapi juga menyampaikan kebenaran. Wakil Rektor 2 UIN IB Lukman Hakim, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara pers kampus umum (dalam hal UKM Ganto menjadi contohnya) dengan pers yang ada di UIN. 

"Dengan adanya pelatihan ini, kami selaku pimpinan UIN Imam Bonjol Padang, kami sangat berharap terlahirnya para jurnalis-jurnalis yang sangat menjunjung etika ya. Terutama ini kita, LPM Suara Kampus ya, karena bedanya dengan (Ganto), ini bukan membedakan ya, tetapi kalau LPM Suara Kampus harus agak beda tampil dengan Ganto ini ya. nah jadi memang kita sangat berharap, nah LPM Suara Kampus ini karena dia berada di UIN, UIN tu kan universitas Islam, jadi sangat menekankan sekali kepada akhlakul karimah, kejujuran, kebenaran, kemudian ya jurnalis islamilah." ujarnya.

Setelah kegiatan pembukaan diselenggarakan, para peserta mengikuti pelatihan jurnalistik dengan Chica Fransisca atau dikenal dengan Chica yang merupakan wartawan yang bekerja di Media Tempo. Dalam materinya, Chica menyampaikan perbedaan beberapa berita dan fokus pada berita indepth dan juga investasi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga diskusi antara pemateri dengan peserta PJTLN. 

Melalui kegiatan ini peserta dengan nama Fitriani dari Universitas Riau (Unri) mengatakan bahwa melalui latar belakangnya, pendekatan yang digunakan oleh Chica dalam penyampaian

materi sudah cukup sesuai karena audiens merupakan generasi Z. Melalui wawancara diberitahukan juga bahwa Chica menjelaskan materi secara sistematis dan memberikan interaksi dengan peserta sehingga memberikan feedback. Selain itu, Fitria juga menanggapi ujaran yang disampaikan oleh wakil rektor II kampus setempat pada saat penyampaian kata sambutan. "Menurut saya etika jurnalis tidak ditentukan dari universitas Islam atau tidaknya, melainkan dari kode etik jurnalistik yang sudah ditentukan dari dulu. Sebagai lembaga independen, memang sudah seharusnya setiap jurnalis memegang teguh elemen dan kode etik jurnalistik, tanpa melihat latar belakangnya dari universitas apa," ujarnya.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Zuhra
 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.