![]() |
| Foto: Zahra Mustika/Suara Kampus |
Bencana longsor terjadi selama beberapa hari dan di titik yang berbeda. Pada titik pertama terjadi di sisi Gedung J (tidak menutup akses jalan) pada hari Minggu (23/11/2025), longsor susulan terjadi pada Selasa (25/11/2025) pukul 13.40 WIB, tepatnya di Lereng Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta pada hari yang sama terjadi pula longsor di lereng Rektorat kampus setempat. Pada Kamis (27/11/2025) tepatnya pukul 09.00 WIB longsor kembali terjadi di tanah depan lereng FEBI, dan terakhir disusul dengan longsor di lereng Fakultas Syariah pada Jumat (28/11/2025) Pukul 10.56 WIB, longsor ini menutup jalan yang berada di depan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat ditotalkan terdapat empat titik longsor di kampus setempat. Meskipun terjadi di empat titik berbeda, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Akibat yang ditimbulkan ialah kerusakan fasilitas kampus dan beberapa kendaraan berupa 4 unit mobil dan 11 motor masyarakat kampus yang tertimbun tanah lereng.
![]() |
| Foto: Ummi Nadia/Suara Kampus |
Menanggapi hal ini, para pimpinan beserta jajaran kampus langsung melihat kondisi lapangan guna memantau keadaan. Selain itu tempat kejadian juga dihadiri oleh para relawan baik dari pihak kepolisian maupun perangkat lainnya. Dalam menanggapi bencana ini para pimpinan kampus juga memberikan surat edaran sejak Selasa (25/11/2025) bahwa pembelajaran diadakan secara dalam jaringan (daring) hingga (28/11/2025) bagi mahasiswa selain dari FEBI karena fakultas tersebut (FEBI) dijadwalkan kembali berkuliah pada (9/12/2025) karena kerusakan yang sangat parah. Namun pada akhirnya, seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di jadwalkan untuk berkuliah kembali pada (09/12/2025).
Pihak kampus juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat kampus dan umum untuk tidak mendekati titik longsor. Zahra Mustika selaku mahasiswa kampus setempat yang turut melihat kejadian longsor di wilayah tersebut mengatakan rasa takut serta prihatin akan kejadian ini. "Semoga bencana ini segera berakhir dan seluruh aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala, tak lupa turut menghimbau pemerintah pusat untuk memperhatikan Sumatra dan selalu mengingat bahwa Sumatra juga Indonesia," ujarnya.
Penulis: Ririn Dayanti Harahap
Editor: Zuhra



