![]() |
| Foto: Tripwire Interactive |
HEADLINE
06 September 2026
09 Agustus 2026
MARVEL Tōkon: Fighting Souls Akhirnya Rilis, Catat 12 Ribu Pemain Aktif
![]() |
| Foto: Website steamDB |
www.lpmalkalam.com- Penerbit PlayStation Publishing LLC merilis gim MARVEL Tōkon: Fighting Souls melalui platform distribusi gim digital Steam dengan harga Rp879.000 pada Kamis (6/8/2026).
MARVEL Tōkon: Fighting Souls mengusung format 4v4 tag battle, di mana setiap pemain membawa empat karakter dalam satu tim. Pemain dapat melakukan pergantian karakter serta melancarkan serangan kombinasi selama pertandingan. Gim ini mengusung tiga genre utama, yaitu Fighting, Tag Team Fighting, dan 2.5D Fighting.
Gim tersebut dikembangkan oleh ARC SYSTEM WORKS CO., LTD. Gim ini memperoleh 12.232 pemain aktif, dengan jumlah pemain aktif secara bersamaan mencapai puncak 24.498 pemain pada 7 Agustus 2026. Gim ini juga mengamankan peringkat ke-5 dalam daftar penjualan terlaris di Steam.
Adapun spesifikasi minimum yang diperlukan untuk memainkan gim ini adalah sebagai berikut:
- Sistem Operasi (OS): Windows 11
- Prosesor (CPU): Intel Core i5-8400 atau AMD Ryzen 5 1600X
- Memori (RAM): 16 GB
- Kartu Grafis (GPU): NVIDIA GeForce RTX 2060 6 GB atau AMD Radeon RX 6600 XT 8 GB
- Penyimpanan (Storage): tersedia ruang kosong sebesar 27 GB
Berdasarkan data terbaru dari SteamDB, secara keseluruhan gim ini mendapatkan predikat Mixed dengan tingkat kepuasan sebesar 45,81% dari total lebih dari 2.000 ulasan yang terkumpul. Sebanyak 1.040 pemain memberikan ulasan positif. Namun, jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ulasan negatif yang mencapai 1.253 ulasan.
Reporter M. Rahul Gonzales
Editor: Redaksi
08 Agustus 2026
Suarakan Aspirasi Kampus, DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Ikuti Munas BEM SI di Jambi
![]() |
| Foto: IST |
Gamer Berpeluang Meraih Beasiswa Kuliah di Luar Negeri hingga US$15.000
![]() |
| Foto: Website University of Silicon Valley (USV) |
Setiap kategori memiliki dua tingkatan, yakni Legendary Tier dan Mastery Tier, yang penentuannya bergantung pada tingkat pencapaian yang berhasil diraih pelamar dalam game pilihannya.
Terkait besaran bantuan dana, USV menjelaskan bahwa nominal beasiswa akan disesuaikan dengan tingkatan yang diraih, ditambah hasil evaluasi esai serta kesiapan akademis masing-masing pelamar. Penerima pada Legendary Tier berpeluang memperoleh beasiswa hingga US$15.000 per tahun atau setara dengan US$5.000 per semester. Sementara itu, penerima pada Mastery Tier berpeluang memperoleh bantuan hingga US$7.500 per tahun atau setara dengan US$2.500 per semester.
Dalam keterangannya, pihak USV menyebut beasiswa ini sebagai bentuk apresiasi terhadap penguasaan, ketekunan, dan kemampuan berpikir sistematis yang ditunjukkan mahasiswa melalui pencapaian-pencapaian langka dan sulit di dunia game. Menurut USV, kualitas tersebut tidak jauh berbeda dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk meraih keunggulan akademis, mulai dari disiplin berlatih, kemampuan memecahkan masalah secara strategis, hingga semangat untuk mencapai penguasaan di atas standar minimum.
USV ingin menegaskan bahwa "penguasaan" dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ketekunan, kemampuan berpikir sistematis, dan kreativitas dalam memecahkan masalah, meskipun diasah melalui layar dan controller, dinilai sebagai keterampilan kognitif yang sama pentingnya dengan kemampuan yang mendorong lahirnya inovasi, jiwa kewirausahaan, dan keunggulan di berbagai bidang.
Menurut pihak USV, kemampuan yang telah dibuktikan melalui game dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Reporter: M. Rahul Gonzales
Editor: Redaksi
04 Agustus 2026
Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Saksikan Tradisi Tepung Tawar di Desa Penampen
![]() |
| Foto: IST |
03 Agustus 2026
Penyelenggaraan Pesta Adat Karo di Jambur Desa Penampen sebagai Wujud Pelestarian Budaya
![]() |
| Foto: IST |
05 Juli 2026
PSGA UIN SUNA Raih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender Se-Indonesia
Sebelumnya, UIN SUNA Lhokseumawe berhasil masuk nominasi PTRG Award sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Pada ajang tersebut, UIN SUNA diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Muhammad Anggung, bersama Kepala PSGA, Nurul Hikmah.
Nurul Hikmah menjelaskan bahwa Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpengelola PSGA di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang menyamakan persepsi dan mengevaluasi program kerja, tetapi juga merumuskan strategi dalam mengoptimalkan pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.
Nurul juga menyampaikan bahwa nominasi PTRG Award merupakan bentuk apresiasi dari Direktorat PTKI kepada perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mewujudkan kampus yang responsif terhadap isu gender. Masuknya UIN SUNA Lhokseumawe sebagai salah satu nominasi dinilai menjadi indikator bahwa kebijakan dan berbagai program yang dijalankan kampus telah berada pada arah yang tepat.
Sementara itu, Ketua LPPM UIN SUNA Lhokseumawe, Muhammad Anggung, menegaskan bahwa partisipasi kampus dalam forum nasional tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk membangun layanan perlindungan serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang adil dan aman bagi seluruh civitas academica. "Ini merupakan komitmen nyata UIN SUNA Lhokseumawe sebagai bentuk from commitment to impact adalah simpul ekosistem layanan perlindungan," ujarnya.
Anggung juga berharap keikutsertaan dalam Konsolidasi Nasional PSGA dapat menghasilkan gagasan dan strategi baru yang semakin memperkuat implementasi program-program responsif gender di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe.
Reporter: Chalisa Najla Safira dan Intan Sarifah
Editor: Zahratul
16 Februari 2026
WWF dan Cinta Laura Tinjau Kondisi Pascabencana di Desa Uning Mas
![]() |
| Foto: Zahira Putri Meola |
05 Januari 2026
Banjir dan Longsor Melanda Tiga Provinsi di Pulau Sumatera: Sapu Rumah hingga Infrastruktur, Tinggalkan Trauma bagi Warga Terdampak
![]() |
| Foto: Abdul Aziz Perangin-angin |
Wawancara yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam melalui pesan WhatsApp dengan salah satu korban banjir di Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, Amanda Zuhra, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya turut terdampak banjir dengan ketinggian air yang hanya menyisakan atap rumahnya. "Awalnya hujan terus, tapi air hanya di halaman rumah (di kawasan tempat tinggal) yang rendah. Sore sampai magrib masih aman. Malam hari saat listrik padam dan kami sudah tidur, air tiba-tiba naik tanpa peringatan. Sekitar jam 12 malam, Ibu menyadari air sudah di depan pintu. Kami langsung keluar rumah saat air masih deras tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Lalu (kami) mengungsi ke balai desa kampung sebelah yang bertingkat dua," jelasnya menceritakan kronologi kejadian.
Selain hujan terus menerus, menurut Amanda dan warga desa tersebut, banjir diduga akibat kiriman (tanggul bendungan jebol) dari Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Butuh waktu sekitar tujuh hari untuk menunggu air banjir di wilayah tempat tinggalnya surut. Pasca banjir, rasa takut kerap menyelimutinya ketika hujan deras turun, was-was jika akan terjadi banjir yang sama. Namun, kabar bahagia disampaikan oleh Amanda, dirinya dan keluarga telah kembali ke rumah dan kehidupan lingkungan sekitarnya telah berjalan normal meski pemulihan masih tetap berjalan.
Raja Oktariansyah, salah satu relawan yang mengunjungi lokasi terdampak di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada hari ke-14 pasca bencana Selasa (13/12/2025), mengatakan bahwa terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan kurang lebih 40 rumah dinyatakan tidak layak huni. Sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat dampak banjir yang masih tersisa, seperti jalur transportasi yang rusak sehingga membutuhkan jalur alternatif, lumpur yang sepenuhnya belum terkikis, serta warga terdampak yang masih tinggal di posko-posko pengungsian.
Relawan lainnya, Haniffatu Azqa, yang mengunjungi beberapa desa dalam kurun waktu satu bulan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa kondisi di lokasi pasca bencana terlihat cukup jelas seperti pemandangan rumah yang hancur parah, jembatan gantung yang tersapu oleh banjir, sekolah, fasilitas umum, dan jalanan yang dipenuhi lumpur, sungai yang semakin melebar, dan sawah tempat mata pencaharian warga kini sudah mencapai hamparan daratan.
Azqa turut menceritakan kondisi warga di lokasi tersebut. "Warga yang terdampak (banjir) sebagian masih berada di pengungsian. Mereka yang rumahnya masih ada membuat tenda di depan rumahnya sembari membersihkan, sedangkan beberapa warga yang rumahnya sudah hilang tersapu air, dibuatkan tempat pengungsian di lokasi yang awalnya sebagai tempat pengumpulan hasil tani kini dialihfungsikan menjadi tempat ngungsi," jelasnya saat diwawancarai.
![]() |
| Foto: IST |
Selain menjadi relawan yang menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Kecamatan Sawang, Azqa juga turut mengambil peran dalam mengatasi trauma yang dialami oleh warga terdampak, terutama anak-anak. Ia mengatakan, setiap hujan turun, warga di lokasi tersebut merasa was-was, bahkan ia menceritakan ada anak kecil yang selalu meminta dibelikan perahu oleh ibunya karena takut akan terjadi banjir susulan. "Anak-anak memiliki gangguan psikologis ringan, seperti sering termenung, takut hujan, sering menangis, sensitif, dan sulit tidur. Sebagian dari mereka bercerita takut kehilangan rumah serta aktivitas mengaji dan sekolahnya terganggu," sambungnya.
Azqa sangat berharap peran dari seluruh pihak untuk membantu memulihkan kondisi mereka yang terdampak. "Jadilah bagian sembuh dari saudara-saudara kita ini. Kehadiran kita bukan hanya bantuan, tapi juga jadi semangat dan harapan untuk mereka yang terdampak secara fisik maupun emosional," pesannya.
Reporter: Abdul Aziz Perangin-angin
Editor: Zuhra
Mengenai Saya
- LPM AL-KALAM
- Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.










