Portal Berita Al-Kalam

Polemik Masa Keanggotaan Pengurus Sema UIN SUNA, AD/ART Jadi Sorotan

Foto: IST www.lpmalkalam.com- Polemik mengenai dugaan pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Senat Mahasiswa (Sema) U...

HEADLINE

Latest Post

24 Juli 2026

Negeri yang Kucari

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Di layar kaca, wajah-wajah berjanji

Kata-kata manis mengalir tanpa henti

Namun di jalan, keringat masih membasahi

Harga terus naik, upah seakan tak berarti


Aku mendengar kisah pembangunan megah, 

Gedung-gedung menjulang, jalan tol terbentang

Namun, di sudut-sudut kota yang tak tersentuh

Masih ada perut lapar menunggu uluran


Masih ada harapan yang belum bertumbuh

Media ramai, tagar datang silih berganti

Suara rakyat perlahan tenggelam sendiri

Yang bertanya kerap dipandang curiga


Yang memilih diam justru dipuji adanya

Lalu, di manakah ruang untuk menyampaikan suara?

Namun aku masih percaya pada negeri ini

Pada anak-anak muda yang tak lelah berdiri


Pada tangan-tangan kecil yang terus bekerja

Merajut harapan di tengah luka yang tersisa

Sebab negeri ini belum kehilangan cahaya

Bukan karena semuanya telah sempurna


Melainkan karena kita belum menyerah

Negeri ini bukan hanya milik mereka yang berkuasa

Tetapi juga milik kita

Yang terus menjaga harapan dan asa


Penulis: Razwa Syuib

Editor: Chalisa Najla Safira

19 Juli 2026

Hujan yang Tak Pernah Kusesali

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Langit kembali memeluk mendung

Sebelum sore sempat menjadi jingga

Sementara aku memeluk kenangan yang diam-diam bertumbuh

Di tempat yang tak pernah lagi kau singgahi


Gerimis jatuh begitu pelan

Seolah takut membangunkan rindu yang rapuh

Yang telah lama terlelap di dalam dada

Namun selalu terjaga setiap kali kau terlintas


Aku pernah percaya

Hujan selalu membawa kabar yang baik

Nyatanya, ia hanya membawa ingatan

Tentang seseorang yang dahulu pernah kupanggil rumah


Tak ada yang benar-benar berubah

Selain langkah kita yang memilih arah berbeda

Langit masih setia menaungi bumi

Sedang kita tak lagi berjalan di bawah doa yang sama


Barangkali menitipkan harap memang demikian

Tak selalu berakhir dengan saling memiliki

Kadang cukup dengan mengenang dalam diam

Tanpa menyalahkan waktu yang terus berlalu


Maka, bila hujan datang lagi

Biarlah ia jatuh setenang biasanya

Aku akan belajar melepaskanmu tanpa banyak kata

Sebab pada akhirnya, setiap hujan selalu tahu jalan pulangnya.


Penulis: Chalisa Najla Safira

Editor: Zahratul

18 Juli 2026

Dunia: Satu Bola, Satu Dunia

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Dari Ujung Utara hingga Selatan

Suara sorak bergema di setiap benua

Satu bola membelah lapangan hijau

Menyatukan hati yang berbeda warna


Keringat menetes di bawah terik

Langkah kencang mengejar mimpi

Kaki yang lincah, mata yang tajam

Mengejar gawang, mengejar nama


Di atas rumput tak ada beda

Antara raja dan rakyat biasa

Hanya keberanian, kerja keras, dan doa

Yang menentukan siapa yang bertahan


Bola melayang seperti harapan

Menembus benteng, menembus waktu

Satu tendangan, satu jeritan

Dunia berhenti sejenak menyaksikan


Penulis: Muhamad Iftal Ghifari

Editor: Redaksi

Sisa Hangat yang Membeku

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com-

Tadi pagi

aku menyeduh dua gelas susu

Yang satu kuminum sampai habis

Yang satunya kubiarkan dingin sendiri


Kau tahu

ada uap yang perlahan menghilang

ada suhu yang kian menurun

tetapi kenangan tak kunjung lekang


Gelas itu kini terdiam kaku

seperti janji yang belajar sunyi

seperti luka yang ditinggal pergi

tergeletak bisu di atas meja


Tanpa perlu lagi aku bertanya

ke mana pemiliknya melangkah pergi

Hanya sepi yang kini menemani

merayap pelan di sudut hati


Susu dingin yang tak tersentuh

menjadi saksi perpisahan yang senyap

Kini waktu terus berjalan

meninggalkan cerita kita yang layu


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Redaksi

15 Juli 2026

Jejak Menuju Mimpi

Foto: Pixels
www.lpmalkalam.com-

Tak semua jalan dipenuhi cahaya

Kadang gelap datang tanpa aba-aba

Namun kaki harus tetap melangkah

Meski hati lelah dan tak tahu arah


Air mata bukan tanda menyerah

Melainkan bukti sebuah perjuangan

Luka mungkin meninggalkan bekas

Tetapi waktu perlahan mengajarkan ikhlas


Tak harus menjadi terhebat

Cukup menjaga untuk terus kuat

Sebab mimpi yang dijaga dengan sabar

Akan menemukan waktu untuk terus mekar


Teruslah melangkah meski pelan

Karena harapan tak pernah hilang ditelan zaman

Selama ada doa yang dipanjatkan

Akan ada alasan untuk melanjutkan kehidupan


Penulis: Julia Sabela

Editor: Chalisa Najla Safira

13 Juli 2026

Retorika Luka

Foto: Pixabay
www.lpmalkalam.com- 

Duhai jiwa yang kini menjelma nista

Bersyukurlah jemariku gemar merawat aksara

Sebab saat kau runtuh kehilangan harga

Aku memilih diam dan menjauhkan prasangka


Ketika perangaimu mulai kehilangan pekerti

Dan laku tabiatmu tak lagi mampu kuhormati

Lidahku enggan mengotori diri dengan caci

Sebab amarah hanya akan merugikan hati


Alih-alih melumurkan makian yang sia-sia

Kupeluk sepi demi menenun bait-bait doa

Kuganti setiap perih menjadi baris diksi

Mengubur kecewa dalam sunyinya selembar puisi


Kusulam semua ini dengan sisa-sisa jemari

Sebagai penawar muak yang sempat menghampiri

Agar kelak saat ingatan memaksaku menoleh kembali

Bayangmu tak lagi menjelma racun di dalam diri


Kini biarlah aksara yang berbicara lirih

Mengganti benci menjadi penutup rasa perih

Sebab membalasmu hanya membuang waktu

Lebih baik kau lumat dalam keheningan baitku


Penulis: Amanda Zuhra

Editor: Chalisa Najla Safira

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.