![]() |
Foto: Pixel.com |
www.lpmalkalam.com-
Berjalan tanpa arah,
Mengepakkan sayap yang rapuh,
Namun tak jua mampu terbang.
Siang dan malam tak bertepi,
Gelap merangkul tanpa henti.
Waktu berlalu,
Namun hidup tetap sunyi,
Kosong tanpa warna, tanpa cahaya.
Entah ke mana sinar itu bersembunyi,
Tiada celah untuk menjangkaunya.
Semakin kelam, semakin dingin,
tersesat dalam kesunyian.
Langkah terus terayun,
Tanpa tahu ke mana menuju,
Mencari makna dalam kehampaan,
Menyelami luka dalam diam.
Angin berbisik lirih,
Membawa kisah yang hilang,
Tentang mimpi yang pudar,
Tentang harapan yang karam.
Namun di balik malam yang pekat,
Mungkin ada cahaya yang menanti.
Meski redup, meski jauh,
Ia tetap setia menunggu fajar.
Maka aku terus melangkah,
Meski tak tahu ke mana menuju,
Menyusuri gelap yang membelenggu,
Agar tak selamanya tersesat.
Karya: Maulidiyatul Ukhra