Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

31 Januari 2026

Harumkan Nama Almamater, Mahasiswa UIN SUNA Terpilih Ikuti Kelulusan Eksklusif Google Student Ambassador di Jakarta

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu mahasiswa terbaiknya, M. Aditya Prayoga, yang merupakan Google Student Ambassador (GSA), terpilih menjadi bagian dari delegasi elit untuk menghadiri Acara Kelulusan GSA secara hybrid di Jakarta pada awal Februari mendatang.

Capaian Prestisius: Seleksi 100 Mahasiswa Terbaik se-Indonesia

‎Pencapaian ini tergolong luar biasa dan sangat selektif. Berdasarkan informasi resmi, dari total 800 partisipan GSA yang tersebar di berbagai wilayah, Google hanya memilih 100 mahasiswa terbaik dengan performa paling unggul untuk mendapatkan fasilitas akomodasi dan biaya perjalanan penuh (fully funded).

‎M Aditya Prayoga (GSAID25008) berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus kuota terbatas tersebut. Keberhasilan ini menempatkan delegasi UIN SUNA Lhokseumawe sejajar dengan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi ternama lainnya di Indonesia yang akan berkumpul di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Jumat (06/02/2026).


Apresiasi dan Dukungan Institusi

‎Pihak kampus menyambut hangat undangan resmi Google dengan nomor GSA-INV/2026/0103 tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta digital mahasiswa, institusi memberikan izin penuh bagi Aditya untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni:

‎1. 5 Februari 2026: Keberangkatan dan kedatangan delegasi di Jakarta.

‎2. 6 Februari 2026: Prosesi puncak Kelulusan Google Student Ambassador.

‎3. 7 Februari 2026: Kepulangan ke Lhokseumawe.

‎Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe memiliki kompetensi yang sangat kompetitif di bidang teknologi informasi dan kepemimpinan global di tengah transformasi besar institusi.

Pernyataan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama (Warek III)

‎Warek III UIN SUNA Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si., memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras M Aditya Prayoga. Dr. Darmadi menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari potensi besar yang dimiliki mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.

‎"Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kami mampu bersaing secara head-to-head di level nasional dalam ekosistem teknologi global seperti Google. Kami di jajaran pimpinan sangat bangga atas keberhasilan Saudara M Aditya Prayoga yang masuk dalam 100 mahasiswa terbaik nasional, yang mana hal ini selaras dengan semangat transformasi kita menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah," ujarnya.

‎Dr. Darmadi juga menambahkan bahwa partisipasi Aditya dalam forum hybrid ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan ekosistem digital di kampus. "Harapannya, ilmu dan pengalaman yang dibawa pulang dari Jakarta nanti dapat diresonansikan kepada mahasiswa lainnya agar semangat inovasi ini terus tumbuh di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe," pungkasnya.

Tentang Hubungan Masyarakat (Humas) UIN SUNA Lhokseumawe

‎Bagian Humas UIN SUNA Lhokseumawe bertugas mengelola informasi dan publikasi mengenai berbagai capaian akademik serta non-akademik civitas academica guna memperkuat citra institusi sebagai pusat keunggulan pendidikan yang integratif di Aceh.

Rilis

‎Editor: Tiara Khalisna

30 Januari 2026

Mahasiswa UIN SUNA Ikut Program Volunteering Maslahat di Aceh Tamiang

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Muhammad Izzat Saputra, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus Koordinator BSI Scholarship UIN SUNA Lhokseumawe, terpilih sebagai salah satu relawan dalam Program Volunteering Maslahat untuk Negeri yang diinisiasi oleh BSI Maslahat. Ia ditempatkan di Aceh Tamiang, wilayah yang terdampak bencana banjir. Dalam program tersebut, Izzat ditempatkan di dua desa, yakni Kampung Landuh dan Kampung Durian. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12–18 Januari 2026.

Selama kegiatan, Izzat terlibat dalam berbagai program kemanusiaan, khususnya dukungan psikososial bagi bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak untuk membantu pemulihan mental dan emosional masyarakat pascabencana.

Menurut Izzat, tantangan terbesar yang dihadapi relawan adalah kondisi psikologis masyarakat yang masih diliputi trauma. Namun, ia mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap kehadiran relawan sangat positif. "Respons masyarakat sangat positif. Warga menerima relawan dengan terbuka, ramah, dan merasa terbantu," ungkap izzat.

Selain menjadi relawan, Izzat juga dipercaya sebagai Koordinator Relawan yang bertugas mengoordinasikan tim dan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman baru tentang makna pengabdian. "Pelajaran terpenting yang saya dapatkan adalah arti empati, kepedulian sosial, serta pentingnya hadir secara tulus untuk mendukung sesama, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosional," jelas Izzat. Izzat berharap kegiatan ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terlibat dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan.


Reporetr: Indira ulfa

Editor: Zuhra

29 Januari 2026

Merawat Ikatan Pasca KPM: Kelompok 61 UIN SUNA Kembali ke Waq Toweren Sekaligus Salurkan Bantuan Donasi

Foto: Neiva Zaida Hasanah Saragih

www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kembali mendatangi Desa Waq Toweren, lokasi pelaksanaan Kelompok KPM 61 yang telah ditetapkan sekitar dua bulan lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026. 

Kunjungan kembali Kelompok KPM 61 ke Desa Waq Toweren ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Selain itu, mahasiswa KPM juga mengambil beberapa barang yang sempat tertinggal karena tidak dapat dibawa serta saat kepulangan usai pelaksanaan kegiatan KPM sebelumnya.

Inisiatif penggalangan donasi yang dilakukan oleh Kelompok KPM 61 mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Dukungan tersebut datang dari Lembaga BFLF (Blood For Life Foundation), para staf dan dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, serta orang tua dan kerabat mahasiswa.

Adapun donasi yang berhasil dikumpulkan berupa uang tunai sebesar Rp2.425.000, roti bayi, pakaian layak pakai, Al-Qur’an, lampu Penerangan Jalan Raya (PJR), dan lampu tenaga surya untuk kebutuhan masyarakat Desa Waq Toweren serta perangkat starlink untuk masyarakat Desa Rawe. 

M. Dhuha Masyhuri selaku ketua Kelompok KPM 61, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi berbagai pihak dalam kegiatan donasi tersebut.

“Alhamdulillah, banyak bantuan dari berbagai pihak yang mau ikut serta berdonasi untuk Desa Waq Toweren, pemberian donasi ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat untuk desa Waq Toweren,” ujarnya. Ia juga berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat mempererat hubungan silaturahmi mahasiswa klompok KPM 61 dengan para masyarakat Desa Waq Toweren. 


Reporter: Fitdaturrahmi & Muhammad Syahru

Editor: Zuhra
 

28 Januari 2026

UKM Lekisma Al-Furqan UIN SUNA Gelar Trauma Healing Pascabanjir di Sawang Aceh Utara

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Keislaman Mahasiswa (Lekisma) Al-Furqan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe bersama Tim Rangka Pustaka melaksanakan kegiatan Volunteer Trauma Healing Pascabanjir di Kecamatan Sawang, Aceh Utara pada Dusun Lhok Pungki, Gunci, Kec. Sawang, Kab. Aceh Utara pada Minggu (25/01/2026).

‎Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir untuk memberikan pendampingan psikososial, khususnya kepada anak-anak. Pendampingan dilakukan melalui berbagai permainan edukatif, diantaranya membuat kreasi dari origami serta menggambar ekspresi perasaan sebagai media penyaluran emosi anak-anak.

‎Ketua Tim Volunteer menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka, mengurangi rasa takut dan cemas, serta membangun kembali suasana aman dan menyenangkan melalui aktivitas kreatif dan interaktif.

Foto: IST
Dalam pelaksanaannya, relawan menggunakan metode Pendekatan Humanis dan Partisipatif, dengan mengajak anak-anak berinteraksi aktif melalui kegiatan melipat kertas origami dan menggambar ekspresi seperti rasa senang, sedih, dan harapan. Kolaborasi dengan Rangkang Pustaka turut mendukung kegiatan ini melalui penyediaan alat gambar dan bahan bacaan.

‎“Kegiatan Trauma Healing ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabanjir. Melalui kegiatan kreatif seperti menggambar dan origami, kami berharap anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka, mengurangi rasa trauma, serta kembali merasakan suasana yang aman dan menyenangkan,” ujar Viona Oktavia, Bendahara Umum UKM Lekisma Al-Furqan.

‎Melalui kegiatan ini, UKM Lekisma Al-Furqan berharap dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan psikologis anak-anak pascabanjir, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat terdampak bencana alam.

Rilis

‎Editor: Tiara Khalisna
 

24 Januari 2026

Mahasiswa KPM Kelompok 77 UIN SUNA Luncurkan Program Satu Desa Sejuta Nilai di Nibong Wakeuh, Aparat Desa Beri Dukungan Penuh

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Mengawali masa pengabdian kepada masyarakat, kelompok mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 77 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar pertemuan perdana dengan perangkat Desa Nibong Wakeuh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara pada Selasa (20/1/2026). 

Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan warga setempat. Mengusung tema besar “Satu Desa Sejuta Nilai”, kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh aparatur desa. Suasana akrab menyelimuti pembicaraan yang membahas pemetaan potensi desa serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Kepala Desa (Keuchik) Nibong Wakeuh menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pemikiran akademis mahasiswa dengan kearifan lokal desa. “Kami sangat terbuka dan mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa di desa kami. Kami berharap program kerja yang disusun tidak hanya menjadi syarat formalitas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga, baik dari sektor pemberdayaan ekonomi maupun pendidikan,” ujar kepala desa di sela-sela diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa perangkat desa siap memfasilitasi kebutuhan koordinasi mahasiswa selama berada di lapangan. Pihak desa telah merencanakan beberapa kegiatan komunal, seperti gotong royong menjelang bulan suci ramadan, dan berharap mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Habil selaku Humas KPM 77 Desa Nibong Wakeuh menyatakan kesiapan timnya. “Kami siap membantu kapan saja gampong membutuhkan bantuan dari kami. Komitmen kami adalah mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat Gampong Nibong Wakeuh selama masa KPM ini berlangsung,” tegas Habil mewakili rekan-rekannya.

Pertemuan perdana ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling bersinergi selama masa pengabdian. Dengan koordinasi yang solid sejak dini, diharapkan seluruh program kerja KPM dapat terealisasi dengan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Desa Nibong Wakeuh.


Penulis: Tim Humas KPM 77

Editor: Putri Ruqaiyah

18 Januari 2026

SUNAPODCAST Episode 05: Langkah Cepat Satgas Bencana UIN SUNA Respon Bencana Banjir

Foto: YouTube/uinsunaofficial

www.lpmalkalam.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melalui program SUNAPODCAST kembali menghadirkan diskusi informatif seputar isu kemanusiaan dan kebencanaan pada episode ke-05 yang tayang pada Selasa (14/01/2026).

SUNAPODCAST episode 5 ini mengangkat tema “Di Balik Layar Satgas Bencana UIN SUNA Lhokseumawe”, podcast ini membahas langkah cepat dan peran nyata kampus dalam merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Aceh.

Dr. Said Alwi, M.A., Wakil Rektor II UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sekaligus Ketua Satgas Bencana, hadir sebagai narasumber, beliau menjelaskan kondisi awal saat bencana terjadi. Ia menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di beberapa daerah, sehingga pimpinan kampus segera menggelar rapat darurat atas arahan Rektor. “Langkah pertama adalah mengevakuasi mahasiswa kita  yang sedang melaksanakan KPM, kebetulan pada sebulan sebelumnya itu ada mahasiswa KPM di Buloh, kemudian di Takengon, dan beberapa tempat,” ungkap Said. Ia menjelaskan bahwa Satgas Bencana UIN SUNA segera melakukan penelusuran kondisi lapangan untuk memastikan daerah yang terdampak serta kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Dari hasil pemetaan tersebut, tim bergerak cepat menyalurkan bantuan, termasuk distribusi sembako kepada mahasiswa dan masyarakat terdampak, dengan dukungan dana dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) serta sumber internal kampus.

Lebih lanjut, Dr. Said Alwi menegaskan bahwa hingga saat ini Satgas Bencana masih terus bekerja, terutama dalam pendataan mahasiswa yang terdampak bencana. Bagi mahasiswa yang belum terdata, pihak kampus membuka layanan pelaporan langsung melalui Posko Satgas Bencana di Biro UIN SUNA Lhokseumawe. “Karena ada beberapa mahasiswa kita yang belum terdata, dapat langsung melapor ke Satgas di Biro. Ada poskonya di biro itu ada Bu Yusnidar, kemudian ada teman-teman yang lain,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada mahasiswa, Satgas Bencana UIN SUNA juga menerima permintaan bantuan dari beberapa sekolah dan madrasah yang terdampak banjir. Bantuan yang dilakukan meliputi kegiatan pembersihan lingkungan sekolah, madrasah, dan masjid, serta rencana hari amal bakti sebagai bentuk kepedulian sosial.

Ke depan, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe juga merencanakan program lanjutan berupa kegiatan mengajar bagi siswa yang ada di sekolah-sekolah yang terdampak, serta pendampingan proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik. Mahasiswa akan dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Menutup diskusi, pembawa acara SUNAPODCAST merangkum bahwa ketanggapan Satgas Bencana UIN SUNA menjadi bukti kehadiran kampus di tengah masyarakat saat bencana . Kampus berkomitmen kedepannya untuk terus bekerja semaksimal mungkin, dan saling menguatkan.

Melalui SUNAPODCAST, UIN SUNA Lhokseumawe menegaskan perannya sebagai kampus peradaban yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan dan sosial.


Reporter: Amanda Zuhra

Editor: Zuhra

16 Januari 2026

Napas Panjang Tradisi Ilmiah Dunia Islam

Foto: Pixabay.com

www.lpmalkalam.com– Dalam dunia Islam tradisi ilmiah merupakan warisan ilmuan yang tumbuh seiring dengan berkembangnya peradaban Muslim sejak masa awal. Pada era klasik, ilmu pengetahuan berkembang pesat seiring kuatnya dorongan Al-Qur’an dan hadis terhadap pencarian ilmu. Ilmu-ilmu agama seperti tafsir, hadis, fikih, dan ilmu kalam tumbuh beriringan dengan ilmu rasional seperti filsafat, kedokteran, matematika, dan astronomi. Tokoh-tokoh utama pada masa ini yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi‘i, dan Imam Ahmad bin Hanbal, dalam bidang fikih ada Al-Kindi dan Al-Farabi, dalam bidang filsafat dan sains ada Ibnu Sina, dalam bidang matematika ada Al-Khawarizmi. Kontribusi pada era klasik terlihat pada sistematisasi ilmu, lahirnya metodologi ilmiah, serta berdirinya pusat-pusat ilmu seperti Bayt Al-Hikmah yang menjadikan dunia Islam sebagai pusat peradaban global.

Pada era abad pertengahan, tradisi ilmiah Islam mengalami fase peleburan dan penguatan. Pada masa ini fokus keilmuan tidak lagi hanya pada penemuan baru, tetapi juga pada pengembangan, kritik, dan integrasi ilmu-ilmu yang telah ada. Tokoh-tokoh seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Taimiyah, dan Fakhruddin Al-Razi tampil dengan karya-karyanya yang mempertemukan rasionalitas dan spiritualitas. Kontribusi penting pada era ini adalah pematangan metodologi keilmuan, penguatan disiplin ushul fikih, tasawuf, dan kritik filsafat, serta usaha menjaga keseimbangan antara akal dan wahyu dalam tradisi ilmiah Islam.

Memasuki era modern, dunia Islam mulai berhadapan langsung dengan kolonialisme, modernitas barat, dan kemajuan sains modern. Kondisi ini melahirkan tokoh-tokoh pembaru seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rashid Rida, serta Muhammad Iqbal, yang mendorong kebangkitan intelektual dan reformasi pemikiran Islam. Kontribusi era modern tampak dalam upaya pembaruan pendidikan, reinterpretasi ajaran Islam agar selaras dengan perkembangan zaman, serta munculnya wacana integrasi antara ilmu agama dan ilmu modern. Tradisi ilmiah Islam pada masa ini bergerak dari pola tradisional menuju sistem pendidikan yang lebih formal dan institusional.

Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh kompleksitas tantangan global, seperti globalisasi, digitalisasi, krisis moral, dan pluralitas pemikiran. Tokoh dalam gerakan kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi, Fazlur Rahman, Nurcholish Madjid, Quraish Shihab, serta lembaga-lembaga pendidikan dan gerakan intelektual Muslim, berusaha menanggapi tantangan tersebut dengan pendekatan kontekstual dan moderat. Tantangan tradisi ilmiah Islam di era ini adalah menjaga kemurnian keilmuan klasik sekaligus merespons realitas modern, menghindari perpecahan antara tradisionalisme dan liberalisme, serta membangun tradisi riset yang kuat dan juga relevan. Dalam pandangan penulis, keberlanjutan tradisi ilmiah Islam di era kontemporer sangat bergantung pada kemampuan umat Islam untuk merawat warisan intelektual klasik sambil terbuka terhadap dialog dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Dalam dunia Islam Tradisi ilmiah merupakan warisan intelektual yang lahir dari perpaduan antara dorongan wahyu dan kesungguhan akal manusia dalam memahami kehidupan. Mulai dari era klasik hingga kontemporer, tradisi ini menunjukkan kemampuan Islam dalam melahirkan pemikiran yang sistematis, kritis, dan relevan dengan konteks zamannya. Tantangan yang dihadapi pada masa kini menuntut adanya sikap bijak dalam merawat khazanah keilmuan klasik tanpa menutup diri dari perkembangan ilmu pengetahuan modern. Keberlanjutan tradisi ilmiah Islam tidak terletak pada romantisme masa lalu semata, tetapi pada kesanggupan umat Islam untuk menjadikan warisan intelektual tersebut sebagai landasan membangun pemikiran yang kontekstual, berimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan umat di masa depan.


Penulis: Cut Nazar Mutia Hanum, Mahasiswi Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe 

Editor: Zuhra

14 Januari 2026

Luluh Lantak: Rumah Warga Desa Ceubo Bireun Rusak Parah Akibat Banjir

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Banjir yang menerjang kawasan Kabupaten Bireuen, Aceh, meninggalkan jejak kerusakan parah di Desa Ceubo, Kecamatan Gandapura. Hingga Minggu (20/12/2025), pemukiman warga tampak luluh lantak dengan puing-puing bangunan yang berserakan di atas endapan lumpur tebal yang mulai mengering dan retak.

Zuyyina, salah satu warga Desa Ceubo yang menjadi korban, menceritakan detik-detik mencekam saat air bah datang. Menurutnya, kerusakan fatal pada rumah-rumah warga disebabkan oleh arus air yang sangat deras yang datang dari berbagai arah, disusul dengan material lumpur.

"Jujur kalau diingat-ingat lagi masih gemetar. Cepat sekali, tiba-tiba arus kencang menghantam tembok rumah hingga jebol. Airnya datang bukan dari satu arah saja," ungkap Zuyyina saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa warga mengalami kerusakan ganda. "Dihantam air dulu sampai jebol, terus sisa perabotan yang tidak hanyut malah tertimbun lumpur pelan-pelan. Kami cuma sempat lari menyelamatkan diri," tambahnya.

Pasca surutnya air, warga kini dihadapkan pada kendala pembersihan material sisa banjir. Berdasarkan pantauan dan pengakuan warga, lumpur yang tertinggal memiliki karakteristik lengket dan cepat mengeras menyerupai semen jika didiamkan, sehingga sulit dibersihkan hanya dengan peralatan manual. "Kendala utamanya jelas di alat. Kami cuma modal cangkul dan sekop seadanya, badan rasanya remuk semua. Padahal untuk lumpur setebal ini butuh semprotan air kencang (water pump) untuk mendorong lumpur keluar," keluh Zuyyina mewakili warga lainnya. Hampir seluruh perabotan rumah tangga seperti kasur, lemari, dan alat elektronik dilaporkan rusak total. Warga hanya mampu menyelamatkan diri beserta pakaian yang melekat di badan atau sekadar dokumen penting seperti ijazah dan surat tanah.

Terkait penanganan pengungsian, warga berinisiatif menumpang di rumah kerabat yang lebih aman atau mengungsi ke meunasah (surau) setempat karena belum ada instruksi relokasi khusus. Bantuan logistik berupa beras, mi instan, dan telur dari pemerintah daerah serta relawan mahasiswa sudah mulai tersalurkan, namun warga menyayangkan belum masuknya bantuan alat berat ke lorong-lorong pemukiman warga.


Reporter: Arahmadan Jaminur Berutu

Editor: Zuhra
 

07 Januari 2026

Para Bedebah Oligarki

Foto: Media Indonesia 

www.lpmalkalam.com– 

Biarku bisikan pada algojo oligarki penguasa

Negeri nan elok ini sudah berkecamuk kala itu

Para kaparat duduk di atas kursi kuasa bebas hukum

Tak bergerak menanggapi seruan alam mematikan


Wahai para bedebah-bedebah sekalian

Kala nyawa sudah tak berharga bagimu tuan

Harapanku sudah kau buat mati ditelan dusta

Dusta akan ucapan keadaan sudah baik-baik saja


Kupandangi seonggok kayu digrogoti jamur angka

Ulah para bedebah oligarki kekuasaan tanah kosong

Dengan mengongkang kaki menutup mata dan telinga

Tak ada kepedulianmu atas imbas keserakahanmu


Sungguh elok rupamu kawan

Rupa yang menutup kejahatan

Rupa duka dipoles lakon dan kamera

Padahal kau adalah pelaku sebenarnya

Kini rakyat dan satwa menjemput ajalnya

ajal ulah sang bedebah oligarki


Penulis: Ririn Dayanti Harahap 
 

05 Januari 2026

Banjir dan Longsor Melanda Tiga Provinsi di Pulau Sumatera: Sapu Rumah hingga Infrastruktur, Tinggalkan Trauma bagi Warga Terdampak

Foto: Abdul Aziz Perangin-angin 

www.lpmalkalam.com– Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak Selasa (26/11/2025) masih menyisakan luka yang cukup mendalam bagi warga yang terdampak. Hingga saat ini, Senin (05/1/2026), infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak di beberapa wilayah masih belum mendapatkan perbaikan dan menjadi salah satu kendala untuk mengakses lokasi terdampak. Mereka yang terdampak masih harus melewati masa pemulihan dengan logistik, pakaian, alas tidur, dan air bersih seadanya yang disalurkan oleh para relawan dan pemerintah. Di beberapa daerah, posko pengungsian masih dipenuhi oleh korban yang kehilangan tempat tinggal. 

Wawancara yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam melalui pesan WhatsApp dengan salah satu korban banjir di Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, Amanda Zuhra, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya turut terdampak banjir dengan ketinggian air yang hanya menyisakan atap rumahnya. "Awalnya hujan terus, tapi air hanya di halaman rumah (di kawasan tempat tinggal) yang rendah. Sore sampai magrib masih aman. Malam hari saat listrik padam dan kami sudah tidur, air tiba-tiba naik tanpa peringatan. Sekitar jam 12 malam, Ibu menyadari air sudah di depan pintu. Kami langsung keluar rumah saat air masih deras tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Lalu (kami) mengungsi ke balai desa kampung sebelah yang bertingkat dua," jelasnya menceritakan kronologi kejadian. 

Selain hujan terus menerus, menurut Amanda dan warga desa tersebut, banjir diduga akibat kiriman (tanggul bendungan jebol) dari Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Butuh waktu sekitar tujuh hari untuk menunggu air banjir di wilayah tempat tinggalnya surut. Pasca banjir, rasa takut kerap menyelimutinya ketika hujan deras turun, was-was jika akan terjadi banjir yang sama. Namun, kabar bahagia disampaikan oleh Amanda, dirinya dan keluarga telah kembali ke rumah dan kehidupan lingkungan sekitarnya telah berjalan normal meski pemulihan masih tetap berjalan.

Raja Oktariansyah, salah satu relawan yang mengunjungi lokasi terdampak di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada hari ke-14 pasca bencana Selasa (13/12/2025), mengatakan bahwa terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan kurang lebih 40 rumah dinyatakan tidak layak huni. Sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat dampak banjir yang masih tersisa, seperti jalur transportasi yang rusak sehingga membutuhkan jalur alternatif, lumpur yang sepenuhnya belum terkikis, serta warga terdampak yang masih tinggal di posko-posko pengungsian.

Relawan lainnya, Haniffatu Azqa, yang mengunjungi beberapa desa dalam kurun waktu satu bulan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa kondisi di lokasi pasca bencana terlihat cukup jelas seperti pemandangan rumah yang hancur parah, jembatan gantung yang tersapu oleh banjir, sekolah, fasilitas umum, dan jalanan yang dipenuhi lumpur, sungai yang semakin melebar, dan sawah tempat mata pencaharian warga kini sudah mencapai hamparan daratan. 

Azqa turut menceritakan kondisi warga di lokasi tersebut. "Warga yang terdampak (banjir) sebagian masih berada di pengungsian. Mereka yang rumahnya masih ada membuat tenda di depan rumahnya sembari membersihkan, sedangkan beberapa warga yang rumahnya sudah hilang tersapu air, dibuatkan tempat pengungsian di lokasi yang awalnya sebagai tempat pengumpulan hasil tani kini dialihfungsikan menjadi tempat ngungsi," jelasnya saat diwawancarai. 

Foto: IST

Selain menjadi relawan yang menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Kecamatan Sawang, Azqa juga turut mengambil peran dalam mengatasi trauma yang dialami oleh warga terdampak, terutama anak-anak. Ia mengatakan, setiap hujan turun, warga di lokasi tersebut merasa was-was, bahkan ia menceritakan ada anak kecil yang selalu meminta dibelikan perahu oleh ibunya karena takut akan terjadi banjir susulan. "Anak-anak memiliki gangguan psikologis ringan, seperti sering termenung, takut hujan, sering menangis, sensitif, dan sulit tidur. Sebagian dari mereka bercerita takut kehilangan rumah serta aktivitas mengaji dan sekolahnya terganggu," sambungnya. 

Azqa sangat berharap peran dari seluruh pihak untuk membantu memulihkan kondisi mereka yang terdampak. "Jadilah bagian sembuh dari saudara-saudara kita ini. Kehadiran kita bukan hanya bantuan, tapi juga jadi semangat dan harapan untuk mereka yang terdampak secara fisik maupun emosional," pesannya.


Reporter: Abdul Aziz Perangin-angin

Editor: Zuhra

31 Desember 2025

Presma UIN SUNA Tanggapi Banjir Bandang Aceh, Soroti Kerusakan Hutan

Foto: www.detik.com

www.lpmalkalam.com– Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Munawir, menanggapi serius banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara khusus melalui WhatsApp yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam pada Senin (29/12/2025).

Munawir menilai bencana tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan kebijakan yang abai terhadap perlindungan hutan. Munawir menegaskan bahwa beredarnya video gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Aceh harus dipandang sebagai persoalan serius. Ia menyebut, jika aktivitas tersebut benar merupakan hasil dari deforestasi demi kepentingan oligarki sawit, maka negara telah gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya.

“Kami memandang serius beredarnya video gelondongan kayu yang diduga kuat berasal dari praktik deforestasi masif. Jika benar ini merupakan dampak pembukaan hutan demi kepentingan oligarki sawit, maka ini adalah kejahatan ekologis yang terstruktur dan dibiarkan negara. Banjir hari ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana kebijakan akibat eksploitasi hutan yang rakus, abai terhadap daya dukung lingkungan, dan mengorbankan rakyat Aceh,” tegasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Terkait kondisi masyarakat terdampak, Munawir menyampaikan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi musibah tersebut. Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), mahasiswa telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan.

“Sebagai Presiden Mahasiswa, kami tidak tinggal diam. DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah melakukan konsolidasi mahasiswa, penggalangan bantuan, distribusi logistik, serta advokasi suara korban melalui kanal publik dan media. Namun kami menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab negara. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan akar persoalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir menyampaikan bahwa DEMA UIN SUNA terus mendorong langkah advokasi kebijakan terhadap pemerintah daerah maupun pusat, khususnya terkait kerusakan hutan di Aceh. “Kami mendorong langkah advokasi yang serius, mulai dari pernyataan sikap, desakan investigasi independen atas kerusakan hutan, hingga tuntutan evaluasi dan pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Pemerintah harus bertanggung jawab secara kebijakan, hukum, dan moral, bukan sekadar hadir secara simbolik di tengah penderitaan rakyat,” katanya.

Munawir juga menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional atas banjir yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah pusat terhadap situasi darurat di Aceh. “Kami menilai lambannya penetapan status bencana nasional sebagai bentuk minimnya _sense of crisis_ pemerintah pusat terhadap Aceh. Padahal dampak banjir telah meluas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menimbulkan kerugian besar. Negara seolah menunggu korban bertambah baru bergerak. Ini mencerminkan ketimpangan perhatian dan ketidakadilan dalam penanganan bencana,” tegas Munawir.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri di tengah kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak. “Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri dengan dalih mampu menangani sendiri, sementara di lapangan rakyat masih kekurangan logistik dan layanan dasar. Jika rakyat menderita, ego negara harus ditanggalkan. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Yang utama adalah keselamatan dan pemulihan korban, bukan citra pemerintah,” ujarnya.

Sebagai penutup, Munawir mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan yang terus berulang. “Kami mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap kuat, saling menjaga, dan tidak apatis. Musibah ini harus menjadi momentum perlawanan bersama terhadap ketidakadilan ekologis dan kebijakan yang merugikan rakyat. Aceh tidak boleh terus dijadikan wilayah eksploitasi, lalu ditinggalkan saat bencana datang. Mahasiswa akan terus berada di barisan rakyat, bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap & Meutia Rahma

Penulis: Meutia Rahma

Editor: Zuhra

30 Desember 2025

Mahasiswa KPM Kelompok 16 UIN SUNA Ikut Andil di Musrenbang Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang bertempat di Gedung Serbaguna desa. Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe ikut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara yang berlangsung pada Jumat (14/11/2025).

Musrenbang diadakan sebagai forum resmi untuk menyusun dan menentukan prioritas pembangunan desa pada tahun mendatang. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, kelompok perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan usulan dan kebutuhan pembangunan berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing.

‎Pembahasan dalam Musrenbang meliputi bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan fasilitas umum. Seluruh usulan yang muncul kemudian dicatat, dibahas, dan dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat Desa Kilometer VIII. 

‎Ketua KPM Kelompok 16, Baril Walidi, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan yang partisipatif. Baril berharap hasil Musrenbang dapat menjadi dasar perencanaan yang tepat dan memberikan dampak positif bagi kemajuan desa. 

Pemerintah desa memberikan apresiasi atas peran mahasiswa KPM yang membantu pendataan, dokumentasi, serta pengaturan jalannya musyawarah. Kehadiran mahasiswa dinilai membuat kegiatan lebih tertib dan terorganisasi. 

Musrenbang berlangsung dengan lancar dan menghasilkan sejumlah prioritas pembangunan yang akan dijadikan acuan dalam penyusunan program desa. Masyarakat berharap keputusan yang dihasilkan dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan pembangunan Desa Kilometer VIII secara berkelanjutan.

‎Penulis: Cut Utya Khaira, Mahasiswi KPM Kelompok 16 UIN SUNA 

‎Editor: Tiara Khalisna

Mahasiswa KPM Kelompok 16 UIN SUNA Dukung Penuh Kegiatan Posyandu di Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– ‎‎‎Desa Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara mengadakan Kegiatan Posyandu untuk Lansia (lanjut usia), Balita, dan Ibu Hamil yang bertempat di Gedung Serbaguna desa. Pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) ini mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 16 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Senin (17/11/2025).

Layanan Posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan ibu hamil, penimbangan dan pengukuran balita, pemberian vitamin, pengecekan tekanan darah lansia, serta penyuluhan kesehatan mengenai pola hidup bersih dan pencegahan penyakit. Mahasiswa KPM terlibat aktif dalam proses pendataan, pendampingan masyarakat, serta membantu petugas kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib. 

Ketua KPM Kelompok 16, Baril Walidi, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa. Baril berharap melalui Posyandu ini, para ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Kilometer VIII.

‎Perangkat desa dan tenaga kesehatan memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa yang dinilai sangat membantu, terutama dalam mengatur alur pelayanan dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi kesehatan dengan baik. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan desa. 

Warga desa merespons kegiatan ini dengan antusias, terutama kelompok ibu hamil dan orang tua balita yang merasa terbantu dengan pemeriksaan rutin dan edukasi yang diberikan. Posyandu juga menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

‎Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan kualitas kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera di Desa Kilometer VIII.

‎Penulis: Cut Utya Khaira, Mahasiswi KPM Kelompok 16 UIN SUNA

‎Editor: Tiara Khalisna

27 Desember 2025

Ketika Bencana Mengisolasi, Pengabdian Tetap Berjalan di Bale Atu

Foto: Intan Nuraini

www.lpmalkalam.com– Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe awalnya berjalan aman dan terkendali. Namun, hujan berintensitas tinggi yang turun tanpa henti selama beberapa hari memicu bencana di sejumlah wilayah sekitar. Akses jalan terputus akibat longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa daerah.

Meski Desa Bale Atu tidak terdampak langsung, kondisi tersebut menyebabkan keterisolasian. Terputusnya akses distribusi berdampak pada kelangkaan logistik, mulai dari habisnya bahan bakar, padamnya listrik, terganggunya jaringan komunikasi, hingga sulitnya memperoleh kebutuhan pokok seperti beras dan sembako. Situasi ini turut dirasakan oleh mahasiswa KPM yang sedang menjalankan pengabdian.

Memasuki satu minggu pascabencana, kesulitan masyarakat semakin terasa. Sejumlah toko tutup akibat keterbatasan pasokan, bahkan salah satu gerai ritel dilaporkan dijarah karena kondisi masyarakat yang mulai mengalami kelaparan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendirikan dapur umum serta membuka akses jaringan komunikasi di Kantor Bupati dengan memanfaatkan jaringan satelit Starlink.

Dalam situasi tersebut, mahasiswa KPM dari UIN SUNA dan UIN Ar-Raniry turut menjadi bagian sebagai relawan di dapur umum. Mereka membantu berbagai aktivitas, mulai dari menyiapkan bahan makanan, mencuci peralatan makan, membagikan makanan kepada warga, hingga terlibat langsung dalam proses memasak.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial.


Penulis: Intan Nuraini 

Editor: Tiara Khalisna

26 Desember 2025

Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SD Bale Atu, Aceh Tengah

Foto: IST 

www.lpmalkalam.com– Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe  melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying di Sekolah Dasar (SD) Bale Atu, Aceh Tengah pada Minggu (24/11/2025). 

Kegiatan sosialisasi pencegahan bullying ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KPM Desa Bale Atu dan diikuti oleh siswa kelas VI SD tersebut. Sosialisasi anti bullying ini dilaksanakan setelah mahasiswa KPM bertugas sebagai pembina upacara di sekolah tersebut. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KPM memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.

Kegiatan berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan mulai sering turun dan aliran listrik di Desa Bale Atu kerap mengalami pemadaman, peristiwa ini terjadi sebelum bencana melanda wilayah sekitar desa. Meski demikian, kegiatan sosialisasi tetap berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KPM menggunakan metode interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Para siswa diajak untuk mengenali perilaku bullying serta diberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghormati, menjaga perasaan teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM UIN SUNA berharap sosialisasi anti bullying dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program edukatif yang berdampak langsung.


Reporter: Intan Nuraini

Editor: Zuhra

Harumkan UIN SUNA, Muqsal Mina Resmi Dinobatkan Menjadi Agam Aceh 2025

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Pasalnya, usai dinobatkan menjadi Agam Aceh Utara 2025 pada Sabtu (31/05/2025), Muqsal Mina, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah (ES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kini dinobatkan menjadi Agam Aceh 2025 di Taman Budaya Banda Aceh pada Selasa (23/12/2025).

Acara ini mengusung tema Sustainable Journey, Lasting Legacies yang berarti “Perjalanan yang Berkelanjutan, Warisan yang Abadi.” Hal ini bermaksud bahwa peran duta tidak sebatas masa jabatan saja, namun juga meninggalkan jejak positif ke depannya, baik untuk pariwisata, lingkungan, maupun masyarakat Aceh.

Kepada Tim LPM Al-Kalam, Muqsal menjelaskan bahwa dari 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh, hanya 16 yang berpartisipasi dalam acara ini, dan hal tersebut tidak disebabkan oleh faktor banjir. "Karena banjir itu di tanggal 26 (November), sedangkan Agam Inong Aceh telah memulai acara dari tanggal 22," ujarnya ketika diwawancarai Kamis (25/12) via WhatsApp. 

Disebabkan kondisi bencana alam yang terjadi di Aceh, kegiatan karantina sempat ditunda. "Benar. Acara karantina itu (sempat) ditunda, gak langsung malam penobatan, dikarenakan malam penobatan kan biasanya berlangsung ceria. Cuma, karena kondisi kita sekarang yang lagi bencana di Aceh, jadi Agam Inong Aceh mengambil kebijakan untuk menunda kegiatan ini," jelasnya.

Muqsal menjelaskan bahwa acara dilanjutkan pada Selasa (23/12) dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya berlangsung ceria, namun kali ini berlangsung sakral. Tak hanya itu, Agam Inong Aceh juga membuat acara penggalangan dana untuk disalurkan ke korban banjir. 

Menurut penuturan Muqsal, program yang akan coba dilakukan dalam waktu dekat adalah mendirikan sekolah darurat dan hadir di tengah pengungsian untuk membuat anak-anak yang terdampak lebih ceria.

"Melihat kondisi Aceh yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, baik banjir maupun longsor, sehingga mengakibatkan banyak sekolah yang rusak dan membuat anak-anak tidak bisa bersekolah. Maka, dari Saya sebagai Agam Aceh terpilih, punya inisiasi untuk bisa menghadirkan sekolah darurat untuk anak-anak," tuturnya.

"(Program) umumnya, kami juga akan mengembangkan semua potensi yang ada di Aceh, baik dari segi pariwisata maupun lainnya," tambahnya.


Reporter: Tiara Khalisna 

Editor: Zuhra

22 Desember 2025

Program Studi Hukum Tata Negara UIN SUNA Raih Akreditasi Unggul

Foto: IST

www.lpmalkalam.com– Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah (Fasya), Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Selasa (16/12/2025). 

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan mutu akademik serta pengakuan nasional atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di Prodi HTN. Ketua Prodi Hukum Tata Negara, Taufiqul Hadi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, tentu kami merasa sangat bersyukur atas capaian ini. Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja keras seluruh tim akreditasi Prodi HTN yang didukung penuh oleh pimpinan fakultas dan institusi. Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga amanah besar bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurut Taufiqul Hadi, terdapat sejumlah faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan Prodi HTN dalam meraih akreditasi tertinggi tersebut. Soliditas tim akreditasi, kesiapan dan kelengkapan dokumen, serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang konsisten menjadi fondasi utama. Selain itu, budaya mutu yang terus dibangun secara berkelanjutan serta keterlibatan aktif dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan turut memberikan kontribusi signifikan.

Proses penilaian akreditasi dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh BAN-PT, yakni pada 20–22 Oktober 2025. Dalam asesmen lapangan tersebut, tim asesor melakukan klarifikasi data, wawancara dengan pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta stakeholder eksternal. Asesor juga melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian asesmen berjalan dengan lancar dan kondusif,” tambahnya. Ke depan, Prodi Hukum Tatanegara UIN SUNA berkomitmen untuk mempertahankan status Akreditasi Unggul ini dengan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, penguatan kerja sama strategis serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional menjadi agenda utama pengembangan prodi.

Capaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi Prodi Hukum Tata Negara UIN SUNA sebagai pusat pengembangan keilmuan hukum tata negara yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.


Reporter: Ismi Saydina Lubis

Editor: Zuhra

20 Desember 2025

UIN SUNA Gelar Aksi Bersih Sekolah Pascabencana di SMAN 2 Tanah Jambo Aye

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana di Aceh, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menggelar Aksi Pembersihan Sekolah di SMAN 2 Tanah Jambo Aye yang terletak di Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (18/12/2025).

Kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan dan civitas academica UIN SUNA Lhokseumawe, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK). 

Sebelum keberangkatan, para peserta terlebih dahulu berkumpul di Halaman Biro Rektorat UIN SUNA Lhokseumawe pada pukul 08.00 WIB, kemudian bersama-sama menuju lokasi pengabdian. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan ruang kelas, perpustakaan, serta lingkungan sekolah dari sisa-sisa lumpur.

Fitri Yeni, selaku Kepala SMAN 2 Tanah Jambo Aye, menyampaikan rasa terima kasih atas program UIN SUNA ini. "Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas program yang sangat berharga, yang kami terima dari UIN SUNA, yang telah memberikan motivasi begitu besar untuk sekolah kami, yaitu membersihkan sekolah kami," ujarnya.

Aksi ini difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak bencana dengan tujuan menciptakan kembali lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para siswa dan tenaga pendidik.


Reporter: Indira Ulfa

Editor: Tiara Khalisna

16 Desember 2025

Solidaritas Dipertanyakan: Apakah Bencana Aceh Menjadi Ajang Validasi Logo Lembaga di Kalangan Ormawa UIN SUNA?

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Penggalangan donasi bertajuk "Peduli Korban Banjir dan Longsor di Aceh" yang beredar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) menuai kritik dari sejumlah mahasiswa. Kritik tersebut muncul akibat ketidaksesuaian antara identitas yang digunakan dengan pihak yang dicantumkan dalam flyer kegiatan.

Flyer tersebut secara operasional mengatasnamakan Ormawa UIN Sultanah Nahrasiyah, namun hanya mencantumkan beberapa organisasi mahasiswa tertentu. Sementara itu, sejumlah Ormawa lain yang secara struktural berada di bawah UIN SUNA, termasuk Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tidak dicantumkan sama sekali.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan etika kelembagaan. Dalam konteks kemanusiaan, penggunaan nama besar Ormawa UIN seharusnya mencerminkan keterlibatan dan representasi seluruh elemen mahasiswa, bukan hanya kelompok tertentu.

“Jika kegiatan ini benar-benar bersifat kolektif, maka identitas yang ditampilkan juga harus kolektif. Namun jika hanya sebagian Ormawa yang terlibat, maka penggunaan nama Ormawa UIN menjadi tidak tepat dan berpotensi menyesatkan publik,” ungkap salah satu mahasiswa.

Lebih jauh, penggunaan identitas organisasi dalam aksi kemanusiaan seharusnya tidak menjadi ajang pencitraan. Solidaritas terhadap korban bencana menuntut kejujuran, inklusivitas, dan tanggung jawab moral, bukan sekadar menampilkan logo atau nama organisasi tertentu.

Mahasiswa berharap ke depannya, setiap kegiatan kemanusiaan yang mengatasnamakan institusi atau Ormawa tingkat universitas dilakukan secara terbuka, adil, dan melibatkan seluruh unsur yang ada. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik serta marwah organisasi mahasiswa itu sendiri.

Bencana adalah duka bersama. Solidaritas tidak boleh dipersempit oleh kepentingan eksistensi organisasi.


Rilis

Editor: Zuhra
 

Bantu Korban Banjir dan Longsor Aceh, Ormawa UIN SUNA Gelar Open Donasi

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Solidaritas mahasiswa kembali ditunjukkan melalui kegiatan Open Donasi Peduli Korban Banjir dan Longsor di Aceh yang digagas oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik pengumpulan di Kota Lhokseumawe dan sekitarnya untuk membantu anggota Ormawa dan masyarakat Aceh yang terdampak bencana alam, sejak Sabtu (13/12/2025).

Penggalangan donasi akan berlangsung hingga Rabu (17/12/2025), dengan lokasi pengumpulan di Simpang Empat Taman Riyadhah, Simpang Empat Suzuya, Simpang Empat depan Pizza Hut, Angkringan samping Islamic Center, dan Angkringan Masjid Jamik. Bantuan yang dikumpulkan berupa uang tunai, sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi, perlengkapan sekolah dan perlengkapan rumah tangga.

"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan antar anggota Ormawa, sekaligus untuk membantu masyarakat Aceh yang sedang mengalami musibah,” ujar Ayu selaku Ketua Panitia.

Menanggapi pertanyaan sejumlah pihak terkait keterlibatan Ormawa, Ayu menegaskan bahwa seluruh Ormawa kampus turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. “Dalam kegiatan ini semua pihak dari Ormawa terlibat dan berkontribusi. Walaupun tidak semua Ormawa turun ke lapangan, tapi semua Ormawa terlibat secara finansial dan support,” jelasnya.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada anggota Ormawa kampus dan masyarakat terdampak di sejumlah wilayah, seperti Sawang, Panton, Idi, Takengon, dan Nisam. Panitia memastikan bantuan akan diantarkan langsung ke wilayah yang masih dapat dijangkau agar tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban serta mempererat solidaritas dan kepedulian sosial mahasiswa.


Reporter: Indira Ulfa

Editor: Tiara Khalisna

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.