Portal Berita Al-Kalam

Hari Terakhir PJTLN Dinamika UINSU Ditutup dengan Malam Kebudayaan

Foto: Fika Munayya www.lpmalkalam.com- Memasuki hari terakhir, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan ol...

HEADLINE

Latest Post

17 Oktober 2026

Perdalam Produksi Video Podcast, Peserta PJTLN Nasional Praktik di TVRI Sumut

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Peserta kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) berkunjung ke Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (16/10/2026).
‎
‎Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua hari ini, dimulai dari pukul 05.30 WIB dengan agenda senam pagi hingga pukul 06.30 WIB. Kemudian, seluruh peserta diarahkan untuk kembali ke kamar dan bersiap-siap kembali ke titik kumpul untuk makan bersama sebelum mengikuti pelatihan materi.
‎
‎Pada hari kedua, Ihsan Zahri selaku Kepala Bagian Kekayaan Intelektual Tv Tempo menyampaikan materi dengan judul "Produksi Video Podcast," yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam pemaparannya, Ihsan mengungkapkan bahwa narasumber yang populer belum tentu merupakan narasumber paling tepat untuk menjelaskan sebuah peristiwa.  

‎Selain itu, Ihsan juga menegaskanterkait tahapan-tahapan narasumber yang akan diwawancarai. Ihsan menjelaskan bahwa proses wawancara sebaiknya dimulai dari yang paling tinggi jabatannya, kemudian baru tingkatan dibawahnya.
‎
‎Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan kepada 3 orang tercepat menurut panitia. Dalam menjawab salah satu pertanyaan, Ihsan menjelaskan bahwa orang yang membuat opini harus memiliki kapasitas agar opininya bisa dijadikan acuan. "Kalo jurnalis (sebaiknya) ga boleh, bukan kapasitasnya, tambahnya."
‎
‎Setelah sesi tanya jawab selesai, seluruh peserta laki-laki dan sejumlah peserta perempuan diantar terlebih dahulu ke Stasiun TVRI Sumatera Utara (Sumut) yang terletak di Jalan. Putri Hijau, Medan pada pukul 11.42 WIB agar peserta laki-laki bisa melaksanakan ibadah salat Jumat terlebih dahulu, sekaligus salat Zuhur bagi perempuan sebelum melanjutkan pelatihan podcast.
‎
‎Pelatihan podcast dilaksanakan di ruang podcast yang terletak di lantai 1. Setiap kelompok diberikan waktu sekitar sekitar 30 menit. Setiap kelompok diimbau untuk mempersiapkan beberapa peran, yakni 2 narasumber, 1 host, 1 penyelenggara acara, serta 1 orang sebagai asisten penyelenggara acara. Setelah mendapatkan giliran, seluruh peserta diarahkan untuk melakukan foto bersama di depan gedung. Setelah itu, seluruh peserta diantar kembali oleh panitia menuju tempat penginapan, yakni di Gedung Balai Diklat Pertanian.
‎
‎Setelah salat magrib, seluruh peserta dikumpulkan kembali untuk makan malam bersama, dilanjutkan dengan evaluasi hasil video podcast bersama pemateri. Setiap video diputar, anggota kelompoknya diarahkan untuk duduk di barisan depan agar memudahkan proses evaluasi.
‎
‎Sebelum penutupan, Ihsan berpesan agar kedepannya melakukan senam wajah, senam lidah, dan tracing terlebih dahulu sebelum mengisi podcast, baik host maupun narasumber. Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB peserta melakukan foto bersama sebelum kembali ke kamar masing-masing.
‎

‎Reporter: Tiara Khalisna 

‎Editor: Redaksi


16 Oktober 2026

LPM Dinamika UINSU Kembali Gelar PJTLN: Kunjungi 4 Tempat Ikonik di Kota Medan sebagai Bahan Indepth Reporting

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) PENA PERSMA 2026 di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis–Minggu (15–18 Oktober 2026).

Sebanyak 26 peserta dari berbagai lembaga pers mahasiswa dan perguruan tinggi mengikuti kegiatan PJTLN kali ini. Pada hari pertama, Kamis (15/10/2026), peserta mengikuti pelatihan indepth reporting dengan pemateri Anang Anas Azhar, jurnalis Okemedan.com sekaligus dosen. Seluruh peserta mengenakan pakaian dinas harian (PDH) dan atribut pers mahasiswa masing-masing sesuai dengan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan panitia.

Acara dibuka sekitar pukul 10.00 WIB oleh Abty Fauziah Ahmad Bahri selaku pembawa acara (master of ceremonies/MC). Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Jordan Yogaswara, serta sambutan Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, dan perwakilan alumni, Iin Prasetyo. Selanjutnya, Pembina LPM Dinamika, Anang Anas Azhar, secara resmi membuka acara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video sambutan Rektor UINSU, Nurhayati. Sebelum pelatihan dimulai, rangkaian acara seremonial ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Dalam pemaparan materi, Anang membahas transformasi peliputan mendalam (in-depth reporting) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemanfaatan open-source intelligence (OSINT), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Anang mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap berita dalam bentuk tulisan hanya mencapai 37%, sedangkan kepercayaan terhadap berita dalam bentuk video mencapai 77%.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh dua peserta tercepat. Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan, “Bagaimana jika sebuah berita yang sudah diunggah kemudian diminta untuk diturunkan oleh pihak tertentu?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anang menjelaskan, “Sebuah pers yang sudah mengunggah berita, kemudian ada pihak yang menyuruhnya untuk menurunkan berita tersebut, tetapi media itu tidak melakukannya, maka pertahankan. Menurunkan berita yang sudah diunggah dapat memengaruhi kredibilitas seorang jurnalis,” jelasnya.

Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, kemudian istirahat, salat, dan makan (isoma) hingga pukul 14.00 WIB. Setelah itu, peserta menerima tugas kelompok untuk membuat berita mendalam (in-depth reporting) dengan melakukan peliputan langsung di empat lokasi berbeda. Sebanyak 26 peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan pembagian lokasi sebagai berikut.

  • Kelompok 1: Taman Beringin
  • Kelompok 2: Kota Tua Kesawan
  • Kelompok 3: Kebun Bunga
  • Kelompok 4: Masjid Jamik

Untuk menuju lokasi peliputan, peserta diantar oleh panitia. Seluruh peserta dijadwalkan berkumpul kembali di Gedung Balai Diklat Pertanian pada pukul 17.00 WIB.

Setelah seluruh peserta berkumpul, panitia membagikan kamar dengan kapasitas dua orang per kamar. Setelah merapikan barang bawaan dan melaksanakan salat Magrib, peserta kembali dikumpulkan untuk makan malam dan menyelesaikan tugas yang diberikan hingga batas waktu pukul 22.00 WIB. Setelah itu, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing.


Reporter: Tiara Khalisna

Editor: Redaksi


17 September 2026

Imbas Karhutla Berulang, Warga Kalimantan Barat Ajukan Gugatan Class Action terhadap Presiden Prabowo

Foto: Sumber radarmalang. Jawapos
www.lpmalkalam.com- Warga Kalimantan Barat melalui Tim Hukum Nafas Kalbar resmi mengajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Pontianak terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang melanda wilayah tersebut. Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak dengan nomor perkara 292/Pdt.G/2026/PN Ptk pada Kamis (17/9/2026).

Salah satu pihak penggugat, Perkumpulan Laman Punyung Indonesia bersama Nafas Kalbar, menyebutkan bahwa gugatan tersebut menyoroti hak masyarakat untuk mendapatkan udara bersih dan lingkungan yang sehat di tengah dampak kabut asap terhadap kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perekonomian daerah.

Kuasa Hukum Nafas Kalbar, Glorio Sanen, mengatakan kondisi kabut asap yang berlangsung dalam situasi darurat membutuhkan langkah hukum dan tindakan penanganan segera. “Bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat serta kabut asap ini memerlukan tindakan yang segera karena kondisi telah darurat,” kata Glorio saat konferensi pers, sebagaimana dikutip dari Kumparan NEWS.

Masyarakat mengambil jalur hukum setelah terpapar asap pekat akibat karhutla selama hampir 55 hari terakhir. Pemerintah dinilai lalai dan lambat dalam menanggulangi bencana yang terus berulang setiap tahun.

Selain Presiden Prabowo Subianto, gugatan tersebut juga menyeret Wakil Presiden, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kapolri, serta Kepala BNPB. Di tingkat daerah, Gubernur Kalimantan Barat, Kapolda Kalimantan Barat, serta 12 bupati dan 2 wali kota se-Kalimantan Barat turut menjadi pihak tergugat.

Penggugat mendesak pengadilan agar menetapkan karhutla di Kalimantan Barat sebagai bencana nasional. Mereka juga meminta pencairan anggaran darurat dari cadangan APBN untuk penanganan medis serta pelaksanaan modifikasi cuaca.

Merespons gugatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan telah menetapkan status tanggap darurat. Namun, mengenai tuntutan penetapan status bencana nasional, ia menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar kewenangannya. “Untuk menetapkan bencana nasional itu memang bukan wewenang kita, melainkan kewenangan mutlak pemerintah pusat,” ujar Ria Norsan.

Berdasarkan jadwal peradilan yang dikutip dari berita GOTVNEWS, sidang perdana kasus tersebut akan digelar pada 7 Oktober 2026. Tim Hukum Nafas Kalbar menyebutkan kabut asap akibat karhutla telah berlangsung selama berminggu-minggu dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Dampak yang disoroti dalam gugatan tersebut meliputi gangguan kesehatan, aktivitas pendidikan, hingga kegiatan ekonomi warga di berbagai daerah di Kalimantan Barat.


Penulis: Cut Saputri

Editor: Redaksi

06 September 2026

Maneater 2 Akan Rilis pada 2027

Foto: Tripwire Interactive
www.lpmalkalam.com- Developer dan publisher Tripwire Interactive bersama co-development Demiurge Studios mengumumkan sekuel gim Maneater, yaitu Maneater 2 pada Kamis (03/09/2026) 

Maneater 2 dikabarkan akan dirilis pada 2027 untuk platform PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, serta komputer pribadi (personal computer/PC) melalui Steam dan Epic Games Store. Gim ini kembali mengusung genre action, adventure, dan RPG dengan mode single-player. Dalam sekuel ini, pemain akan menjelajahi kedalaman Kerajaan Neptunus, taman hiburan, dan resor bintang lima yang menjadi tempat Kekaisaran Romawi.

Dikutip dari situs web Tripwire Interactive, Matt LoPilato, selaku Chief Executive Officer (CEO) Tripwire Interactive, mengungkapkan bahwa respons luar biasa yang diterima Maneater menunjukkan bahwa para pemain sangat menginginkan lebih banyak konten dari gim tersebut. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah menantikan kesempatan untuk menghadirkan sekuel sejati.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan teman-teman kami di Demiurge untuk menghidupkan babak selanjutnya dalam seri ini dengan Maneater 2, dan kami tidak sabar untuk berbagi lebih banyak tentang rencana kami untuk franchise ini dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Gim ini belum mendapatkan klasifikasi usia. Namun, Maneater 2 diperkirakan akan memperoleh peringkat M (Mature 17+) dari Entertainment Software Rating Board (ESRB) dan PEGI 18+ dari Pan European Game Information (PEGI).


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Zahratul

09 Agustus 2026

MARVEL Tลkon: Fighting Souls Akhirnya Rilis, Catat 12 Ribu Pemain Aktif

Foto: Website steamDB

www.lpmalkalam.com- Penerbit PlayStation Publishing LLC merilis gim MARVEL Tลkon: Fighting Souls melalui platform distribusi gim digital Steam dengan harga Rp879.000 pada Kamis (6/8/2026).

MARVEL Tลkon: Fighting Souls mengusung format 4v4 tag battle, di mana setiap pemain membawa empat karakter dalam satu tim. Pemain dapat melakukan pergantian karakter serta melancarkan serangan kombinasi selama pertandingan. Gim ini mengusung tiga genre utama, yaitu Fighting, Tag Team Fighting, dan 2.5D Fighting.

Gim tersebut dikembangkan oleh ARC SYSTEM WORKS CO., LTD. Gim ini memperoleh 12.232 pemain aktif, dengan jumlah pemain aktif secara bersamaan mencapai puncak 24.498 pemain pada 7 Agustus 2026. Gim ini juga mengamankan peringkat ke-5 dalam daftar penjualan terlaris di Steam.

Adapun spesifikasi minimum yang diperlukan untuk memainkan gim ini adalah sebagai berikut:

  • Sistem Operasi (OS): Windows 11
  • Prosesor (CPU): Intel Core i5-8400 atau AMD Ryzen 5 1600X
  • Memori (RAM): 16 GB
  • Kartu Grafis (GPU): NVIDIA GeForce RTX 2060 6 GB atau AMD Radeon RX 6600 XT 8 GB
  • Penyimpanan (Storage): tersedia ruang kosong sebesar 27 GB

Berdasarkan data terbaru dari SteamDB, secara keseluruhan gim ini mendapatkan predikat Mixed dengan tingkat kepuasan sebesar 45,81% dari total lebih dari 2.000 ulasan yang terkumpul. Sebanyak 1.040 pemain memberikan ulasan positif. Namun, jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ulasan negatif yang mencapai 1.253 ulasan.


Reporter M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi


08 Agustus 2026

Suarakan Aspirasi Kampus, DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Ikuti Munas BEM SI di Jambi

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di Universitas Jambi (UNJA) pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNIFAC UNJA tersebut dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Agenda tahunan ini dihadiri oleh Gubernur Jambi, Rektor UNJA, serta 150 delegasi yang mewakili BEM dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam Musyawarah Nasional tersebut, Presiden Mahasiswa Fauzan Azima hadir langsung untuk mewakili DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Fauzan mengikuti seluruh rangkaian sidang pleno dan sidang komisi untuk menyampaikan pandangan serta isu-isu strategis mahasiswa. Selain itu, ia juga membangun jaringan kerja sama dengan BEM dari berbagai perguruan tinggi sebagai upaya memperkuat kolaborasi antarmahasiswa.

Munas kali ini difokuskan pada evaluasi kepengurusan nasional BEM SI periode sebelumnya, pemilihan kepengurusan baru, serta perumusan arah dan strategi gerakan mahasiswa ke depan. Beberapa isu strategis yang dibahas dalam sidang meliputi tantangan pendidikan, demokrasi, peran pemuda, hingga jaminan kesejahteraan masyarakat.

Melalui rangkaian sidang Munas tersebut, para delegasi menyepakati beberapa keputusan penting. Di antaranya adalah penyusunan rekomendasi sikap BEM SI terhadap berbagai isu nasional. Selain menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan inovasi, momentum ini juga berfungsi untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa serta memperkuat komitmen kolaborasi antar-BEM dalam mengawal kebijakan publik dan kepentingan masyarakat.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini turut memperkuat persatuan dan konsolidasi gerakan mahasiswa secara nasional. Dalam wawancara, Fauzan mengatakan, “Munas BEM SI XIX memiliki dampak yang sangat positif karena dapat mendorong BEM kampus agar lebih aktif dalam mengawal kebijakan publik, menyuarakan aspirasi mahasiswa, serta menghadirkan program yang bermanfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat.”


Reporter: Cut Saputri & Intan Sarifah

Editor: Redaksi

Gamer Berpeluang Meraih Beasiswa Kuliah di Luar Negeri hingga US$15.000

Foto: Website University of Silicon Valley (USV)
www.lpmalkalam.com- University of Silicon Valley (USV) mengumumkan program beasiswa bernama Max Achievement Scholarship yang ditujukan bagi para gamer yang berhasil menuntaskan pencapaian tertentu dalam permainan digital. Informasi ini pertama kali dibagikan melalui akun Instagram resmi USV pada Sabtu (11/7/2026).

Mengutip laman resmi USV, beasiswa ini terbuka dalam tujuh kategori, yakni MMORPG & Live Service Games, Completionist & Trophy Hunting, Roguelike & Roguelite, Souls-like & Challenging Action Games, Strategy, Simulation & Analytical Mastery, Survival, Sandbox & Creation, serta Skill-Based Precision Challengest.

Setiap kategori memiliki dua tingkatan, yakni Legendary Tier dan Mastery Tier, yang penentuannya bergantung pada tingkat pencapaian yang berhasil diraih pelamar dalam game pilihannya.

Terkait besaran bantuan dana, USV menjelaskan bahwa nominal beasiswa akan disesuaikan dengan tingkatan yang diraih, ditambah hasil evaluasi esai serta kesiapan akademis masing-masing pelamar. Penerima pada Legendary Tier berpeluang memperoleh beasiswa hingga US$15.000 per tahun atau setara dengan US$5.000 per semester. Sementara itu, penerima pada Mastery Tier berpeluang memperoleh bantuan hingga US$7.500 per tahun atau setara dengan US$2.500 per semester.

Dalam keterangannya, pihak USV menyebut beasiswa ini sebagai bentuk apresiasi terhadap penguasaan, ketekunan, dan kemampuan berpikir sistematis yang ditunjukkan mahasiswa melalui pencapaian-pencapaian langka dan sulit di dunia game. Menurut USV, kualitas tersebut tidak jauh berbeda dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk meraih keunggulan akademis, mulai dari disiplin berlatih, kemampuan memecahkan masalah secara strategis, hingga semangat untuk mencapai penguasaan di atas standar minimum.

USV ingin menegaskan bahwa "penguasaan" dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ketekunan, kemampuan berpikir sistematis, dan kreativitas dalam memecahkan masalah, meskipun diasah melalui layar dan controller, dinilai sebagai keterampilan kognitif yang sama pentingnya dengan kemampuan yang mendorong lahirnya inovasi, jiwa kewirausahaan, dan keunggulan di berbagai bidang.

Menurut pihak USV, kemampuan yang telah dibuktikan melalui game dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.


Reporter: M. Rahul Gonzales

Editor: Redaksi

04 Agustus 2026

Mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Saksikan Tradisi Tepung Tawar di Desa Penampen

 

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 19 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menghadiri sekaligus menyaksikan pelaksanaan tradisi tepung tawar yang diselenggarakan di Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo pada Jumat (31/7/2026).

Tradisi tepung tawar merupakan salah satu rangkaian upacara adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Penampen, khususnya dalam prosesi pernikahan adat. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk doa dan harapan agar pihak yang menerima tepung tawar senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, kesehatan, serta kehidupan yang harmonis.

Dalam pelaksanaannya, tokoh adat dan anggota keluarga secara bergantian memberikan tepung tawar kepada pihak yang menjadi tujuan prosesi. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh keluarga besar, tokoh masyarakat, serta warga Desa Penampen yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 19 memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung nilai-nilai budaya masyarakat Karo. Tradisi tepung tawar tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara adat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai syukur, penghormatan, kebersamaan, dan kekeluargaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran mahasiswa KPM Mandiri dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal. Masyarakat Desa Penampen juga berharap tradisi tepung tawar tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Karo serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap terjaga keberlangsungannya.


Penulis: Rilis 

Editor: Redaksi

03 Agustus 2026

Penyelenggaraan Pesta Adat Karo di Jambur Desa Penampen sebagai Wujud Pelestarian Budaya

 

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Kelompok 19 KPM Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan penyelenggaraan pesta adat Karo yang dilaksanakan di Jambur Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara pernikahan adat masyarakat Karo yang dihadiri oleh keluarga kedua mempelai, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Desa Penampen. Prosesi adat berlangsung dengan tertib sesuai dengan tradisi masyarakat Karo dan dipimpin oleh para tetua adat yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan nilai-nilai serta aturan adat yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 19 KPM Mandiri turut menyaksikan secara langsung pelaksanaan budaya lokal sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Pesta adat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari prosesi pernikahan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Penampen.

Kehadiran mahasiswa KPM diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah. Melalui penyelenggaraan pesta adat di jambur desa, masyarakat Desa Penampen menunjukkan komitmennya untuk menjaga dan mewariskan budaya Karo kepada generasi muda agar tetap lestari sebagai identitas budaya yang memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.


Penulis: Rilis 

Editor: Redaksi

05 Juli 2026

PSGA UIN SUNA Raih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender Se-Indonesia

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe meraih Juara Harapan I Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award tingkat nasional dalam Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Selasa-Jumat (30/06-03/07/2026).

Sebelumnya, UIN SUNA Lhokseumawe berhasil masuk nominasi PTRG Award sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender serta menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, setara, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. Pada ajang tersebut, UIN SUNA diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Muhammad Anggung, bersama Kepala PSGA, Nurul Hikmah.

Nurul Hikmah menjelaskan bahwa Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpengelola PSGA di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang menyamakan persepsi dan mengevaluasi program kerja, tetapi juga merumuskan strategi dalam mengoptimalkan pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.

Nurul juga menyampaikan bahwa nominasi PTRG Award merupakan bentuk apresiasi dari Direktorat PTKI kepada perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mewujudkan kampus yang responsif terhadap isu gender. Masuknya UIN SUNA Lhokseumawe sebagai salah satu nominasi dinilai menjadi indikator bahwa kebijakan dan berbagai program yang dijalankan kampus telah berada pada arah yang tepat.  

Sementara itu, Ketua LPPM UIN SUNA Lhokseumawe, Muhammad Anggung, menegaskan bahwa partisipasi kampus dalam forum nasional tersebut merupakan wujud komitmen nyata untuk membangun layanan perlindungan serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang adil dan aman bagi seluruh civitas academica. "Ini merupakan komitmen nyata UIN SUNA Lhokseumawe sebagai bentuk from commitment to impact adalah simpul ekosistem layanan perlindungan," ujarnya. 
  
Anggung juga berharap keikutsertaan dalam Konsolidasi Nasional PSGA dapat menghasilkan gagasan dan strategi baru yang semakin memperkuat implementasi program-program responsif gender di lingkungan UIN SUNA Lhokseumawe. 


Reporter: Chalisa Najla Safira dan Intan Sarifah 

Editor: Zahratul

16 Februari 2026

WWF dan Cinta Laura Tinjau Kondisi Pascabencana di Desa Uning Mas


Foto: Zahira Putri Meola
www.lpmalkalam.com- World Wide Fund For Nature (WWF) sebagai organisasi independen pada ranah konservasi lingkungan mengunjungi Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (15/02/2026). 

‎Kunjungan ini dilakukan untuk melihat situasi dan kondisi di Desa Uning Mas pascabencana beberapa waktu silam. Tim WWF juga menjalin mitra kerja sama dengan Act off love foundation yang dibangun oleh Cinta Laura. Melalui kunjungan ini, Cinta juga ikut meninjau secara langsung keadaan wilayah sekitar, dipandu oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Masmiko, dan perangkat desa lainnya. Cinta dan tim WWF mendatangi desa dengan titik awal di posko utama yang berada di Dusun Bunge Ara Mudah Mudahan Ada, yang kemudian berlanjut ke dusun kedua yang disebut Pantes Tona, dan kemudian ke dusun ketiga, yakni Tawa Sejuk yang berada di ketinggian 1.600 Meter Di atas Permukaan Laut (MDPL). 
‎
‎Peninjauan fasilitas posko mencakup keberadaan sekolah darurat, mandi cuci kakus (MCK), dapur umum, dan tenda posko. Ketika kunjungan di Dusun Bunge Ara, Masmiko menjelaskan bahwa kesehatan para masyarakat wilayah setempat dapat dikontrol oleh para dokter yang datang setiap hari dalam seminggu atau dua hari sekali setiap Minggu. 
Foto: Zahira Putri Meola

Pada ranah pendidikan, perwakilan para guru sekolah darurat menyampaikan bahwa terdapat 11 guru yang mengajar ditingkat Sekolah Dasar (SD), dengan pembagian jadwal mengajar pada saat bencana 3 hari dalam seminggu dengan 4 guru. Tingkatan tersebut juga diajarkan berbagai macam jenis mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Matematika, Bahasa Indonesia, Agama, Bahasa Daerah, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Disampaikan pula bahwa sekolah darurat hanya diperuntukkan bagi siswa tingkat yang sudah disebutkan, sehingga tingkatan lainnya akan melanjutkan pendidikan di kawasan Desa Blang Rakal, Kecamatan Pinto Rime Gayo dengan jarak tempuh 4 kilometer (km). 
‎
‎Cinta Laura menyampaikan bahwa keadaan pascabencana yang dilihatnya pada (15/02) jauh lebih parah dari yang sudah dilihat sebelumnya. Disampaikan juga bahwa sejak bencana terjadi sudah banyak masyarakat yang berdonasi, tetapi melihat kerusakan separah ini memerlukan emergency respon dari seluruh masyarakat. Menutup kunjungannya, Cinta Laura menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat terdampak bencana melalui mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe yang berada di wilayah setempat. 
‎
‎"Walaupun aku sangat mengerti rasa sakit, kecewa, dan takut yang kalian rasakan. Jangan biarkan ini mengdikte masa depan kalian, dari manapun kalian berasal aku yakin kalian bisa bangkit kembali. Belajarlah sekuat-kuatnya, bekerjalah kuat-kuatnya, dan bangunlah masa depan yang cerah dari diri kalian dan keluarga kalian. Jangan nyerah, aku yakin kalian bisa," ujarnya.
‎
‎Reporter: Ririn Dayanti Harahap
‎Editor: Tiara Khalisna

05 Januari 2026

Banjir dan Longsor Melanda Tiga Provinsi di Pulau Sumatera: Sapu Rumah hingga Infrastruktur, Tinggalkan Trauma bagi Warga Terdampak

Foto: Abdul Aziz Perangin-angin 

www.lpmalkalam.com– Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sejak Selasa (26/11/2025) masih menyisakan luka yang cukup mendalam bagi warga yang terdampak. Hingga saat ini, Senin (05/1/2026), infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak di beberapa wilayah masih belum mendapatkan perbaikan dan menjadi salah satu kendala untuk mengakses lokasi terdampak. Mereka yang terdampak masih harus melewati masa pemulihan dengan logistik, pakaian, alas tidur, dan air bersih seadanya yang disalurkan oleh para relawan dan pemerintah. Di beberapa daerah, posko pengungsian masih dipenuhi oleh korban yang kehilangan tempat tinggal. 

Wawancara yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam melalui pesan WhatsApp dengan salah satu korban banjir di Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, Amanda Zuhra, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya turut terdampak banjir dengan ketinggian air yang hanya menyisakan atap rumahnya. "Awalnya hujan terus, tapi air hanya di halaman rumah (di kawasan tempat tinggal) yang rendah. Sore sampai magrib masih aman. Malam hari saat listrik padam dan kami sudah tidur, air tiba-tiba naik tanpa peringatan. Sekitar jam 12 malam, Ibu menyadari air sudah di depan pintu. Kami langsung keluar rumah saat air masih deras tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Lalu (kami) mengungsi ke balai desa kampung sebelah yang bertingkat dua," jelasnya menceritakan kronologi kejadian. 

Selain hujan terus menerus, menurut Amanda dan warga desa tersebut, banjir diduga akibat kiriman (tanggul bendungan jebol) dari Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Butuh waktu sekitar tujuh hari untuk menunggu air banjir di wilayah tempat tinggalnya surut. Pasca banjir, rasa takut kerap menyelimutinya ketika hujan deras turun, was-was jika akan terjadi banjir yang sama. Namun, kabar bahagia disampaikan oleh Amanda, dirinya dan keluarga telah kembali ke rumah dan kehidupan lingkungan sekitarnya telah berjalan normal meski pemulihan masih tetap berjalan.

Raja Oktariansyah, salah satu relawan yang mengunjungi lokasi terdampak di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada hari ke-14 pasca bencana Selasa (13/12/2025), mengatakan bahwa terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan kurang lebih 40 rumah dinyatakan tidak layak huni. Sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat dampak banjir yang masih tersisa, seperti jalur transportasi yang rusak sehingga membutuhkan jalur alternatif, lumpur yang sepenuhnya belum terkikis, serta warga terdampak yang masih tinggal di posko-posko pengungsian.

Relawan lainnya, Haniffatu Azqa, yang mengunjungi beberapa desa dalam kurun waktu satu bulan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa kondisi di lokasi pasca bencana terlihat cukup jelas seperti pemandangan rumah yang hancur parah, jembatan gantung yang tersapu oleh banjir, sekolah, fasilitas umum, dan jalanan yang dipenuhi lumpur, sungai yang semakin melebar, dan sawah tempat mata pencaharian warga kini sudah mencapai hamparan daratan. 

Azqa turut menceritakan kondisi warga di lokasi tersebut. "Warga yang terdampak (banjir) sebagian masih berada di pengungsian. Mereka yang rumahnya masih ada membuat tenda di depan rumahnya sembari membersihkan, sedangkan beberapa warga yang rumahnya sudah hilang tersapu air, dibuatkan tempat pengungsian di lokasi yang awalnya sebagai tempat pengumpulan hasil tani kini dialihfungsikan menjadi tempat ngungsi," jelasnya saat diwawancarai. 

Foto: IST

Selain menjadi relawan yang menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Kecamatan Sawang, Azqa juga turut mengambil peran dalam mengatasi trauma yang dialami oleh warga terdampak, terutama anak-anak. Ia mengatakan, setiap hujan turun, warga di lokasi tersebut merasa was-was, bahkan ia menceritakan ada anak kecil yang selalu meminta dibelikan perahu oleh ibunya karena takut akan terjadi banjir susulan. "Anak-anak memiliki gangguan psikologis ringan, seperti sering termenung, takut hujan, sering menangis, sensitif, dan sulit tidur. Sebagian dari mereka bercerita takut kehilangan rumah serta aktivitas mengaji dan sekolahnya terganggu," sambungnya. 

Azqa sangat berharap peran dari seluruh pihak untuk membantu memulihkan kondisi mereka yang terdampak. "Jadilah bagian sembuh dari saudara-saudara kita ini. Kehadiran kita bukan hanya bantuan, tapi juga jadi semangat dan harapan untuk mereka yang terdampak secara fisik maupun emosional," pesannya.


Reporter: Abdul Aziz Perangin-angin

Editor: Zuhra

31 Desember 2025

Presma UIN SUNA Tanggapi Banjir Bandang Aceh, Soroti Kerusakan Hutan

Foto: www.detik.com

www.lpmalkalam.com– Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, Munawir, menanggapi serius banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara khusus melalui WhatsApp yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam pada Senin (29/12/2025).

Munawir menilai bencana tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan kebijakan yang abai terhadap perlindungan hutan. Munawir menegaskan bahwa beredarnya video gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Aceh harus dipandang sebagai persoalan serius. Ia menyebut, jika aktivitas tersebut benar merupakan hasil dari deforestasi demi kepentingan oligarki sawit, maka negara telah gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya.

“Kami memandang serius beredarnya video gelondongan kayu yang diduga kuat berasal dari praktik deforestasi masif. Jika benar ini merupakan dampak pembukaan hutan demi kepentingan oligarki sawit, maka ini adalah kejahatan ekologis yang terstruktur dan dibiarkan negara. Banjir hari ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana kebijakan akibat eksploitasi hutan yang rakus, abai terhadap daya dukung lingkungan, dan mengorbankan rakyat Aceh,” tegasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Terkait kondisi masyarakat terdampak, Munawir menyampaikan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi musibah tersebut. Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), mahasiswa telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan.

“Sebagai Presiden Mahasiswa, kami tidak tinggal diam. DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah melakukan konsolidasi mahasiswa, penggalangan bantuan, distribusi logistik, serta advokasi suara korban melalui kanal publik dan media. Namun kami menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab negara. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan akar persoalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munawir menyampaikan bahwa DEMA UIN SUNA terus mendorong langkah advokasi kebijakan terhadap pemerintah daerah maupun pusat, khususnya terkait kerusakan hutan di Aceh. “Kami mendorong langkah advokasi yang serius, mulai dari pernyataan sikap, desakan investigasi independen atas kerusakan hutan, hingga tuntutan evaluasi dan pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Pemerintah harus bertanggung jawab secara kebijakan, hukum, dan moral, bukan sekadar hadir secara simbolik di tengah penderitaan rakyat,” katanya.

Munawir juga menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional atas banjir yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah pusat terhadap situasi darurat di Aceh. “Kami menilai lambannya penetapan status bencana nasional sebagai bentuk minimnya _sense of crisis_ pemerintah pusat terhadap Aceh. Padahal dampak banjir telah meluas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menimbulkan kerugian besar. Negara seolah menunggu korban bertambah baru bergerak. Ini mencerminkan ketimpangan perhatian dan ketidakadilan dalam penanganan bencana,” tegas Munawir.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri di tengah kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak. “Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri dengan dalih mampu menangani sendiri, sementara di lapangan rakyat masih kekurangan logistik dan layanan dasar. Jika rakyat menderita, ego negara harus ditanggalkan. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Yang utama adalah keselamatan dan pemulihan korban, bukan citra pemerintah,” ujarnya.

Sebagai penutup, Munawir mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan yang terus berulang. “Kami mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap kuat, saling menjaga, dan tidak apatis. Musibah ini harus menjadi momentum perlawanan bersama terhadap ketidakadilan ekologis dan kebijakan yang merugikan rakyat. Aceh tidak boleh terus dijadikan wilayah eksploitasi, lalu ditinggalkan saat bencana datang. Mahasiswa akan terus berada di barisan rakyat, bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya.


Reporter: Ririn Dayanti Harahap & Meutia Rahma

Penulis: Meutia Rahma

Editor: Zuhra

29 November 2025

Beruntun, Empat Titik Longsor di Kampus UIN Imam Bonjol Padang

Foto: Zahra Mustika/Suara Kampus

www.lpmalkalam.com- Dalam beberapa hari terakhir hujan beserta angin terus menyelimuti wilayah Sumatra. Pada Senin (24/11/2025) menjadi puncak turunnya hujan di Kota Padang dan berhenti pada Jumat (28/11/2025) tepatnya Pukul 13.00 WIB. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor di beberapa titik wilayah setempat. Bencana longsor juga terjadi di wilayah kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yang bertempat di Jalan Sungai Bangek, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Bencana longsor terjadi selama beberapa hari dan di titik yang berbeda. Pada titik pertama terjadi di sisi Gedung J (tidak menutup akses jalan) pada hari Minggu (23/11/2025), longsor susulan terjadi pada Selasa (25/11/2025) pukul 13.40  WIB, tepatnya di Lereng Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta pada hari yang sama terjadi pula longsor di lereng Rektorat kampus setempat. Pada Kamis (27/11/2025) tepatnya pukul 09.00 WIB longsor kembali terjadi di tanah depan lereng FEBI, dan terakhir disusul dengan longsor di lereng Fakultas Syariah pada Jumat (28/11/2025) Pukul 10.56 WIB, longsor ini menutup jalan yang berada di depan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat ditotalkan terdapat empat titik longsor di kampus setempat. Meskipun terjadi di empat titik berbeda, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Akibat yang ditimbulkan ialah kerusakan fasilitas kampus dan beberapa kendaraan berupa 4 unit mobil dan 11 motor masyarakat kampus yang tertimbun tanah lereng. 

Foto: Ummi Nadia/Suara Kampus

Menanggapi hal ini, para pimpinan beserta jajaran kampus langsung melihat kondisi lapangan guna memantau keadaan. Selain itu tempat kejadian juga dihadiri oleh para relawan baik dari pihak kepolisian maupun perangkat lainnya. Dalam menanggapi bencana ini para pimpinan kampus juga memberikan surat edaran sejak Selasa (25/11/2025) bahwa pembelajaran diadakan secara dalam jaringan (daring) hingga (28/11/2025) bagi mahasiswa selain dari FEBI karena fakultas tersebut (FEBI) dijadwalkan kembali berkuliah pada (9/12/2025) karena kerusakan yang sangat parah. Namun pada akhirnya, seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di jadwalkan untuk berkuliah kembali pada (09/12/2025). 

Pihak kampus juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat kampus dan umum untuk tidak mendekati titik longsor. Zahra Mustika selaku mahasiswa kampus setempat yang turut melihat kejadian longsor di wilayah tersebut mengatakan rasa takut serta prihatin akan kejadian ini. "Semoga bencana ini segera berakhir dan seluruh aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala, tak lupa turut menghimbau pemerintah pusat untuk memperhatikan Sumatra dan selalu mengingat bahwa Sumatra juga Indonesia," ujarnya.


Penulis: Ririn Dayanti Harahap

Editor: Zuhra

16 November 2025

Finalisasi Pelaporan PDDIKTI dan Reservasi PISN PPG Lulusan 2025: Kemenag Gelar Pertemuan Nasional di Jakarta

Foto: IST

www.lpmalkalam.com- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyelenggarakan Kegiatan Finalisasi Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan Reservasi Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN) bagi Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lulusan Tahun 2025 di Mercure Convention Hotel Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu hingga Senin (15–17/11/2025). 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola PPG dari berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia, termasuk perwakilan dari LPTK PPG Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, yakni Ir. Muhammad Ilham, S.T., M.I.T., selaku Kepala Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) dan Nurul Akmal, M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) PPG.

Acara secara resmi dibuka oleh Dr. M. Munir, S.Ag., M.Ag, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag. Dalam sambutannya, Dr. M. Munir menegaskan bahwa finalisasi pelaporan PDDIKTI dan proses reservasi PISN merupakan tahapan krusial dalam penjaminan mutu pelaksanaan PPG.

“Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan dan diikuti oleh semua pengelola PPG untuk mitigasi serta antisipasi segala permasalahan yang muncul dalam proses pelaporan kelulusan mahasiswa PPG dan reservasi PISN untuk sertifikat. Dengan demikian, proses pencairan Tunjangan Profesi Guru dapat berjalan lancar dan dapat dicairkan pada Tahun 2026,” tegas Dr. Munir.

Foto: IST

Kegiatan ini mencakup pembahasan teknis pelaporan kelulusan mahasiswa PPG ke sistem PDDIKTI, sinkronisasi data dengan sistem Kemenag, serta proses reservasi PISN sebagai identitas resmi dalam penerbitan sertifikat pendidik. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan intensif terkait penyelesaian permasalahan data, validasi informasi, serta mekanisme pelaporan terpadu antar-sistem.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh LPTK PPG dapat melakukan proses pelaporan secara tepat, akurat, dan sesuai regulasi sehingga berdampak pada kelancaran penerbitan sertifikat pendidik serta pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi lulusan PPG Tahun 2025.


Rilis

Editor: Tiara Khalisna

13 November 2025

Resmi Dibuka, Muswil III SEMA PTKIN se-Sumatera: Langsung Hadirkan Tiga Pimpinan Parlemen Aceh

Foto: Abdul Azis Perangin-angin

www.lpmalkalam.com- Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera resmi dibuka di Gedung Serbaguna kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe pada Rabu (12/11/2025). 

Kegiatan ini menandai hari pertama dari rangkaian pertemuan mahasiswa se-Sumatera yang akan berlangsung selama empat hari. Hari pembuka Muswil diisi dengan agenda Diskusi Publik yang mengusung tema "Mahasiswa Mewarisi Perjuangan Menegakkan Peradaban Parlemen Aceh Terhadap Amanah, Kuasa dan Pembangunan Daerah." 

Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber penting, yakni Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, S.I.Kom., Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Faisal Haji Isa, dan Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin, S.Sos., M.M.

Ketua Panitia, Fauzan Azima, menjelaskan bahwa Muswil ini merupakan forum krusial untuk memperkuat silaturahmi, kerjasama, serta membahas isu-isu strategis kemahasiswaan se-Sumatera. "Aceh dipilih karena nilai-nilai keislaman dan kebudayaan yang kuat, menjadikannya lokasi strategis untuk pertemuan ini," ujarnya.

Foto: Muhammad Alif Maulana

Fauzan mengakui adanya tantangan terkait logistik dan akomodasi untuk menyambut tamu dari berbagai daerah. Namun demikian, Fauzan juga berharap Muswil ini akan menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang konstruktif untuk kemajuan pendidikan, serta terjalinnya kerjasama yang erat antar mahasiswa PTKIN se-Sumatera.


Reporter: Arrahmadan Jaminur Berutu

Editor: Tiara Khalisna

 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0812-6983-7115 (Pemimpin Redaksi) 0853-5944-2144 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.