![]() |
| Foto: IST |
Foto: Fika Munayya www.lpmalkalam.com- Memasuki hari terakhir, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang diselenggarakan ol...
![]() |
| Foto: IST |
www.lpmalkalam.com- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) PENA PERSMA 2026 di Gedung Balai Diklat Pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis–Minggu (15–18 Oktober 2026).
Sebanyak 26 peserta dari berbagai lembaga pers mahasiswa dan perguruan tinggi mengikuti kegiatan PJTLN kali ini. Pada hari pertama, Kamis (15/10/2026), peserta mengikuti pelatihan indepth reporting dengan pemateri Anang Anas Azhar, jurnalis Okemedan.com sekaligus dosen. Seluruh peserta mengenakan pakaian dinas harian (PDH) dan atribut pers mahasiswa masing-masing sesuai dengan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan panitia.
Acara dibuka sekitar pukul 10.00 WIB oleh Abty Fauziah Ahmad Bahri selaku pembawa acara (master of ceremonies/MC). Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Jordan Yogaswara, serta sambutan Pemimpin Umum LPM Dinamika, Muhammad Daffa, dan perwakilan alumni, Iin Prasetyo. Selanjutnya, Pembina LPM Dinamika, Anang Anas Azhar, secara resmi membuka acara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video sambutan Rektor UINSU, Nurhayati. Sebelum pelatihan dimulai, rangkaian acara seremonial ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.
Dalam pemaparan materi, Anang membahas transformasi peliputan mendalam (in-depth reporting) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemanfaatan open-source intelligence (OSINT), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Anang mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap berita dalam bentuk tulisan hanya mencapai 37%, sedangkan kepercayaan terhadap berita dalam bentuk video mencapai 77%.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh dua peserta tercepat. Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan, “Bagaimana jika sebuah berita yang sudah diunggah kemudian diminta untuk diturunkan oleh pihak tertentu?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Anang menjelaskan, “Sebuah pers yang sudah mengunggah berita, kemudian ada pihak yang menyuruhnya untuk menurunkan berita tersebut, tetapi media itu tidak melakukannya, maka pertahankan. Menurunkan berita yang sudah diunggah dapat memengaruhi kredibilitas seorang jurnalis,” jelasnya.
Setelah sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama, kemudian istirahat, salat, dan makan (isoma) hingga pukul 14.00 WIB. Setelah itu, peserta menerima tugas kelompok untuk membuat berita mendalam (in-depth reporting) dengan melakukan peliputan langsung di empat lokasi berbeda. Sebanyak 26 peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan pembagian lokasi sebagai berikut.
Untuk menuju lokasi peliputan, peserta diantar oleh panitia. Seluruh peserta dijadwalkan berkumpul kembali di Gedung Balai Diklat Pertanian pada pukul 17.00 WIB.
Setelah seluruh peserta berkumpul, panitia membagikan kamar dengan kapasitas dua orang per kamar. Setelah merapikan barang bawaan dan melaksanakan salat Magrib, peserta kembali dikumpulkan untuk makan malam dan menyelesaikan tugas yang diberikan hingga batas waktu pukul 22.00 WIB. Setelah itu, peserta diarahkan untuk kembali ke kamar masing-masing.
![]() |
| Foto: Tripwire Interactive |
![]() |
| Foto: Website steamDB |
www.lpmalkalam.com- Penerbit PlayStation Publishing LLC merilis gim MARVEL Tลkon: Fighting Souls melalui platform distribusi gim digital Steam dengan harga Rp879.000 pada Kamis (6/8/2026).
MARVEL Tลkon: Fighting Souls mengusung format 4v4 tag battle, di mana setiap pemain membawa empat karakter dalam satu tim. Pemain dapat melakukan pergantian karakter serta melancarkan serangan kombinasi selama pertandingan. Gim ini mengusung tiga genre utama, yaitu Fighting, Tag Team Fighting, dan 2.5D Fighting.
Gim tersebut dikembangkan oleh ARC SYSTEM WORKS CO., LTD. Gim ini memperoleh 12.232 pemain aktif, dengan jumlah pemain aktif secara bersamaan mencapai puncak 24.498 pemain pada 7 Agustus 2026. Gim ini juga mengamankan peringkat ke-5 dalam daftar penjualan terlaris di Steam.
Adapun spesifikasi minimum yang diperlukan untuk memainkan gim ini adalah sebagai berikut:
Berdasarkan data terbaru dari SteamDB, secara keseluruhan gim ini mendapatkan predikat Mixed dengan tingkat kepuasan sebesar 45,81% dari total lebih dari 2.000 ulasan yang terkumpul. Sebanyak 1.040 pemain memberikan ulasan positif. Namun, jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ulasan negatif yang mencapai 1.253 ulasan.
Reporter M. Rahul Gonzales
Editor: Redaksi
![]() |
| Foto: IST |
![]() |
| Foto: Website University of Silicon Valley (USV) |
Setiap kategori memiliki dua tingkatan, yakni Legendary Tier dan Mastery Tier, yang penentuannya bergantung pada tingkat pencapaian yang berhasil diraih pelamar dalam game pilihannya.
Terkait besaran bantuan dana, USV menjelaskan bahwa nominal beasiswa akan disesuaikan dengan tingkatan yang diraih, ditambah hasil evaluasi esai serta kesiapan akademis masing-masing pelamar. Penerima pada Legendary Tier berpeluang memperoleh beasiswa hingga US$15.000 per tahun atau setara dengan US$5.000 per semester. Sementara itu, penerima pada Mastery Tier berpeluang memperoleh bantuan hingga US$7.500 per tahun atau setara dengan US$2.500 per semester.
Dalam keterangannya, pihak USV menyebut beasiswa ini sebagai bentuk apresiasi terhadap penguasaan, ketekunan, dan kemampuan berpikir sistematis yang ditunjukkan mahasiswa melalui pencapaian-pencapaian langka dan sulit di dunia game. Menurut USV, kualitas tersebut tidak jauh berbeda dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk meraih keunggulan akademis, mulai dari disiplin berlatih, kemampuan memecahkan masalah secara strategis, hingga semangat untuk mencapai penguasaan di atas standar minimum.
USV ingin menegaskan bahwa "penguasaan" dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ketekunan, kemampuan berpikir sistematis, dan kreativitas dalam memecahkan masalah, meskipun diasah melalui layar dan controller, dinilai sebagai keterampilan kognitif yang sama pentingnya dengan kemampuan yang mendorong lahirnya inovasi, jiwa kewirausahaan, dan keunggulan di berbagai bidang.
Menurut pihak USV, kemampuan yang telah dibuktikan melalui game dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Reporter: M. Rahul Gonzales
Editor: Redaksi
![]() |
| Foto: IST |
![]() |
| Foto: IST |
![]() |
| Foto: Zahira Putri Meola |
![]() |
| Foto: Abdul Aziz Perangin-angin |
Wawancara yang dilakukan oleh tim LPM Al-Kalam melalui pesan WhatsApp dengan salah satu korban banjir di Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, Amanda Zuhra, ia mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya turut terdampak banjir dengan ketinggian air yang hanya menyisakan atap rumahnya. "Awalnya hujan terus, tapi air hanya di halaman rumah (di kawasan tempat tinggal) yang rendah. Sore sampai magrib masih aman. Malam hari saat listrik padam dan kami sudah tidur, air tiba-tiba naik tanpa peringatan. Sekitar jam 12 malam, Ibu menyadari air sudah di depan pintu. Kami langsung keluar rumah saat air masih deras tanpa sempat menyelamatkan banyak barang. Lalu (kami) mengungsi ke balai desa kampung sebelah yang bertingkat dua," jelasnya menceritakan kronologi kejadian.
Selain hujan terus menerus, menurut Amanda dan warga desa tersebut, banjir diduga akibat kiriman (tanggul bendungan jebol) dari Desa Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Butuh waktu sekitar tujuh hari untuk menunggu air banjir di wilayah tempat tinggalnya surut. Pasca banjir, rasa takut kerap menyelimutinya ketika hujan deras turun, was-was jika akan terjadi banjir yang sama. Namun, kabar bahagia disampaikan oleh Amanda, dirinya dan keluarga telah kembali ke rumah dan kehidupan lingkungan sekitarnya telah berjalan normal meski pemulihan masih tetap berjalan.
Raja Oktariansyah, salah satu relawan yang mengunjungi lokasi terdampak di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada hari ke-14 pasca bencana Selasa (13/12/2025), mengatakan bahwa terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan kurang lebih 40 rumah dinyatakan tidak layak huni. Sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat dampak banjir yang masih tersisa, seperti jalur transportasi yang rusak sehingga membutuhkan jalur alternatif, lumpur yang sepenuhnya belum terkikis, serta warga terdampak yang masih tinggal di posko-posko pengungsian.
Relawan lainnya, Haniffatu Azqa, yang mengunjungi beberapa desa dalam kurun waktu satu bulan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa kondisi di lokasi pasca bencana terlihat cukup jelas seperti pemandangan rumah yang hancur parah, jembatan gantung yang tersapu oleh banjir, sekolah, fasilitas umum, dan jalanan yang dipenuhi lumpur, sungai yang semakin melebar, dan sawah tempat mata pencaharian warga kini sudah mencapai hamparan daratan.
Azqa turut menceritakan kondisi warga di lokasi tersebut. "Warga yang terdampak (banjir) sebagian masih berada di pengungsian. Mereka yang rumahnya masih ada membuat tenda di depan rumahnya sembari membersihkan, sedangkan beberapa warga yang rumahnya sudah hilang tersapu air, dibuatkan tempat pengungsian di lokasi yang awalnya sebagai tempat pengumpulan hasil tani kini dialihfungsikan menjadi tempat ngungsi," jelasnya saat diwawancarai.
![]() |
| Foto: IST |
Selain menjadi relawan yang menyalurkan bantuan logistik kepada warga di Kecamatan Sawang, Azqa juga turut mengambil peran dalam mengatasi trauma yang dialami oleh warga terdampak, terutama anak-anak. Ia mengatakan, setiap hujan turun, warga di lokasi tersebut merasa was-was, bahkan ia menceritakan ada anak kecil yang selalu meminta dibelikan perahu oleh ibunya karena takut akan terjadi banjir susulan. "Anak-anak memiliki gangguan psikologis ringan, seperti sering termenung, takut hujan, sering menangis, sensitif, dan sulit tidur. Sebagian dari mereka bercerita takut kehilangan rumah serta aktivitas mengaji dan sekolahnya terganggu," sambungnya.
Azqa sangat berharap peran dari seluruh pihak untuk membantu memulihkan kondisi mereka yang terdampak. "Jadilah bagian sembuh dari saudara-saudara kita ini. Kehadiran kita bukan hanya bantuan, tapi juga jadi semangat dan harapan untuk mereka yang terdampak secara fisik maupun emosional," pesannya.
Reporter: Abdul Aziz Perangin-angin
Editor: Zuhra
![]() |
| Foto: www.detik.com |
Munawir menilai bencana tersebut tidak dapat dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan sebagai dampak dari kerusakan lingkungan dan kebijakan yang abai terhadap perlindungan hutan. Munawir menegaskan bahwa beredarnya video gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Aceh harus dipandang sebagai persoalan serius. Ia menyebut, jika aktivitas tersebut benar merupakan hasil dari deforestasi demi kepentingan oligarki sawit, maka negara telah gagal melindungi lingkungan dan rakyatnya.
“Kami memandang serius beredarnya video gelondongan kayu yang diduga kuat berasal dari praktik deforestasi masif. Jika benar ini merupakan dampak pembukaan hutan demi kepentingan oligarki sawit, maka ini adalah kejahatan ekologis yang terstruktur dan dibiarkan negara. Banjir hari ini bukan sekadar bencana alam, melainkan bencana kebijakan akibat eksploitasi hutan yang rakus, abai terhadap daya dukung lingkungan, dan mengorbankan rakyat Aceh,” tegasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.
Terkait kondisi masyarakat terdampak, Munawir menyampaikan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi musibah tersebut. Melalui Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U), mahasiswa telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan.
“Sebagai Presiden Mahasiswa, kami tidak tinggal diam. DEMA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe telah melakukan konsolidasi mahasiswa, penggalangan bantuan, distribusi logistik, serta advokasi suara korban melalui kanal publik dan media. Namun kami menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa tidak boleh dijadikan pengganti tanggung jawab negara. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan akar persoalan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Munawir menyampaikan bahwa DEMA UIN SUNA terus mendorong langkah advokasi kebijakan terhadap pemerintah daerah maupun pusat, khususnya terkait kerusakan hutan di Aceh. “Kami mendorong langkah advokasi yang serius, mulai dari pernyataan sikap, desakan investigasi independen atas kerusakan hutan, hingga tuntutan evaluasi dan pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Pemerintah harus bertanggung jawab secara kebijakan, hukum, dan moral, bukan sekadar hadir secara simbolik di tengah penderitaan rakyat,” katanya.
Munawir juga menyoroti belum ditetapkannya status bencana nasional atas banjir yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan minimnya kepekaan pemerintah pusat terhadap situasi darurat di Aceh. “Kami menilai lambannya penetapan status bencana nasional sebagai bentuk minimnya _sense of crisis_ pemerintah pusat terhadap Aceh. Padahal dampak banjir telah meluas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan menimbulkan kerugian besar. Negara seolah menunggu korban bertambah baru bergerak. Ini mencerminkan ketimpangan perhatian dan ketidakadilan dalam penanganan bencana,” tegas Munawir.
Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri di tengah kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak. “Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang menahan bantuan luar negeri dengan dalih mampu menangani sendiri, sementara di lapangan rakyat masih kekurangan logistik dan layanan dasar. Jika rakyat menderita, ego negara harus ditanggalkan. Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi. Yang utama adalah keselamatan dan pemulihan korban, bukan citra pemerintah,” ujarnya.
Sebagai penutup, Munawir mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak bersikap apatis terhadap ketidakadilan yang terus berulang. “Kami mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat Aceh untuk tetap kuat, saling menjaga, dan tidak apatis. Musibah ini harus menjadi momentum perlawanan bersama terhadap ketidakadilan ekologis dan kebijakan yang merugikan rakyat. Aceh tidak boleh terus dijadikan wilayah eksploitasi, lalu ditinggalkan saat bencana datang. Mahasiswa akan terus berada di barisan rakyat, bersuara, bergerak, dan melawan ketidakadilan,” pungkasnya.
Reporter: Ririn Dayanti Harahap & Meutia Rahma
Penulis: Meutia Rahma
Editor: Zuhra
![]() |
| Foto: Zahra Mustika/Suara Kampus |
Bencana longsor terjadi selama beberapa hari dan di titik yang berbeda. Pada titik pertama terjadi di sisi Gedung J (tidak menutup akses jalan) pada hari Minggu (23/11/2025), longsor susulan terjadi pada Selasa (25/11/2025) pukul 13.40 WIB, tepatnya di Lereng Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) serta pada hari yang sama terjadi pula longsor di lereng Rektorat kampus setempat. Pada Kamis (27/11/2025) tepatnya pukul 09.00 WIB longsor kembali terjadi di tanah depan lereng FEBI, dan terakhir disusul dengan longsor di lereng Fakultas Syariah pada Jumat (28/11/2025) Pukul 10.56 WIB, longsor ini menutup jalan yang berada di depan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat ditotalkan terdapat empat titik longsor di kampus setempat. Meskipun terjadi di empat titik berbeda, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Akibat yang ditimbulkan ialah kerusakan fasilitas kampus dan beberapa kendaraan berupa 4 unit mobil dan 11 motor masyarakat kampus yang tertimbun tanah lereng.
![]() |
| Foto: Ummi Nadia/Suara Kampus |
Menanggapi hal ini, para pimpinan beserta jajaran kampus langsung melihat kondisi lapangan guna memantau keadaan. Selain itu tempat kejadian juga dihadiri oleh para relawan baik dari pihak kepolisian maupun perangkat lainnya. Dalam menanggapi bencana ini para pimpinan kampus juga memberikan surat edaran sejak Selasa (25/11/2025) bahwa pembelajaran diadakan secara dalam jaringan (daring) hingga (28/11/2025) bagi mahasiswa selain dari FEBI karena fakultas tersebut (FEBI) dijadwalkan kembali berkuliah pada (9/12/2025) karena kerusakan yang sangat parah. Namun pada akhirnya, seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di jadwalkan untuk berkuliah kembali pada (09/12/2025).
Pihak kampus juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat kampus dan umum untuk tidak mendekati titik longsor. Zahra Mustika selaku mahasiswa kampus setempat yang turut melihat kejadian longsor di wilayah tersebut mengatakan rasa takut serta prihatin akan kejadian ini. "Semoga bencana ini segera berakhir dan seluruh aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala, tak lupa turut menghimbau pemerintah pusat untuk memperhatikan Sumatra dan selalu mengingat bahwa Sumatra juga Indonesia," ujarnya.
Penulis: Ririn Dayanti Harahap
Editor: Zuhra
![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola PPG dari berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia, termasuk perwakilan dari LPTK PPG Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe, yakni Ir. Muhammad Ilham, S.T., M.I.T., selaku Kepala Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) dan Nurul Akmal, M.Pd., selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur) PPG.
Acara secara resmi dibuka oleh Dr. M. Munir, S.Ag., M.Ag, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag. Dalam sambutannya, Dr. M. Munir menegaskan bahwa finalisasi pelaporan PDDIKTI dan proses reservasi PISN merupakan tahapan krusial dalam penjaminan mutu pelaksanaan PPG.
“Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan dan diikuti oleh semua pengelola PPG untuk mitigasi serta antisipasi segala permasalahan yang muncul dalam proses pelaporan kelulusan mahasiswa PPG dan reservasi PISN untuk sertifikat. Dengan demikian, proses pencairan Tunjangan Profesi Guru dapat berjalan lancar dan dapat dicairkan pada Tahun 2026,” tegas Dr. Munir.
![]() |
| Foto: IST |
Kegiatan ini mencakup pembahasan teknis pelaporan kelulusan mahasiswa PPG ke sistem PDDIKTI, sinkronisasi data dengan sistem Kemenag, serta proses reservasi PISN sebagai identitas resmi dalam penerbitan sertifikat pendidik. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pendampingan intensif terkait penyelesaian permasalahan data, validasi informasi, serta mekanisme pelaporan terpadu antar-sistem.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh LPTK PPG dapat melakukan proses pelaporan secara tepat, akurat, dan sesuai regulasi sehingga berdampak pada kelancaran penerbitan sertifikat pendidik serta pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi lulusan PPG Tahun 2025.
Rilis
Editor: Tiara Khalisna
![]() |
| Foto: Abdul Azis Perangin-angin |
Kegiatan ini menandai hari pertama dari rangkaian pertemuan mahasiswa se-Sumatera yang akan berlangsung selama empat hari. Hari pembuka Muswil diisi dengan agenda Diskusi Publik yang mengusung tema "Mahasiswa Mewarisi Perjuangan Menegakkan Peradaban Parlemen Aceh Terhadap Amanah, Kuasa dan Pembangunan Daerah."
Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber penting, yakni Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, S.I.Kom., Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Faisal Haji Isa, dan Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin, S.Sos., M.M.
Ketua Panitia, Fauzan Azima, menjelaskan bahwa Muswil ini merupakan forum krusial untuk memperkuat silaturahmi, kerjasama, serta membahas isu-isu strategis kemahasiswaan se-Sumatera. "Aceh dipilih karena nilai-nilai keislaman dan kebudayaan yang kuat, menjadikannya lokasi strategis untuk pertemuan ini," ujarnya.
![]() |
| Foto: Muhammad Alif Maulana |
Fauzan mengakui adanya tantangan terkait logistik dan akomodasi untuk menyambut tamu dari berbagai daerah. Namun demikian, Fauzan juga berharap Muswil ini akan menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang konstruktif untuk kemajuan pendidikan, serta terjalinnya kerjasama yang erat antar mahasiswa PTKIN se-Sumatera.
Reporter: Arrahmadan Jaminur Berutu
Editor: Tiara Khalisna