Portal Berita Al-Kalam

Klasik Goes to SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu Raih Antusias Siswa Pelajari Cara Penulisan Berita

Foto: Nurul Fadilah   www.lpmalkalam.com - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) L...

HEADLINE

Latest Post

01 Maret 2026

Ramadan di Mereudu: War Takjil semarakkan Kawasan Pidie Jaya

foto: Intan Sarifah

www.lpmalkalam.com- Mereudu dipenuhi oleh banyaknya gerai takjil yang berjajar di sepanjang jalan serta ribuan masyarakat yang berlalu-lalang untuk berburu takjil. Suasana ini mulai terasa sejak datangnya bulan suci Ramadan yang membawa keberkahan.

Di sekitar Pasar Mereudu hingga sepanjang jalan, para pedagang mulai membuka lapak sejak pukul 15.00 WIB. Mereka menawarkan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan khas Aceh seperti lontong kari, mi caluk, mi Aceh, dan lemang, hingga aneka takjil seperti gorengan, es teler, es buah, dan lain-lain. Suasana penuh kegembiraan sudah terasa sejak siang hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Menjelang waktu berbuka, semakin banyak warga berdatangan untuk membeli takjil, baik untuk dikonsumsi langsung maupun dibawa pulang. Kegiatan berburu takjil ini juga dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga karena beberapa pedagang menyediakan tempat duduk sederhana. Di sanalah warga dapat saling bertukar kabar sambil menunggu waktu berbuka.

Suasana ramai namun tetap tertib ini telah menjadi ciri khas Mereudu setiap bulan Ramadan. Aroma beragam takjil yang lezat serta suara tawa dan sapaan warga semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan keberkahan.


Penulis: Intan Sarifah

Editor: Putri Ruqaiyah
 

16 Februari 2026

Dari Langkah Tanpa Rencana, Latar Keluarga Sederhana, hingga Menjadi Presiden Mahasiswa dan Lulus Sarjana

 

Foto: IST
www.lpmalkalam.com- Perjalanan Munawir adalah kisah yang tumbuh dari kesederhanaan, kesempatan, dan keberanian untuk melangkah lebih jauh. Hari ini, ia menutup masa pengabdian sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) sekaligus menyelesaikan studi sarjananya, sebuah capaian yang di awal hidupnya bahkan tidak pernah ia bayangkan.

Munawir berasal dari keluarga yang diasuh oleh ibunya seorang diri setelah ayahnya meninggal sejak lama. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat pendidikan tinggi terasa seperti mimpi jauh. Namun, takdir membuka jalan ketika ia memperoleh beasiswa dari Pemerintah Aceh, sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Memulai kuliah bukanlah rencana, tapi keputusan yang mengubah arah hidupnya.
‎Jejak organisasinya dimulai dari tingkat jurusan. Di tempat inilah ia belajar dasar-dasar kepemimpinan, manajemen kegiatan, dan dinamika pergerakan mahasiswa. Langkah kecil itu kemudian menjadi pondasi bagi perjalanan panjang di dunia organisasi kampus.
‎Perjalanan dari Fakultas sampai ke tingkat Universitas. Komitmen dan konsistensinya membuka kepercayaan baru. Dari jurusan, ia melangkah ke organisasi fakultas, kemudian ke tingkat universitas. Pengalaman ini memperluas pandangannya tentang advokasi, administrasi, diplomasi, dan pelayanan mahasiswa.
‎Puncak pengabdiannya hadir ketika ia dipercaya memimpin Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe (DEMA-U) sebagai Presma dalam Kabinet Ksatria Muda. Masa kepemimpinan ini diwarnai berbagai program, kolaborasi, dan kerja advokasi yang menyentuh kepentingan mahasiswa dan kampus.
‎Salah satu pencapaian yang jarang diungkap adalah bahwa Munawir berkali-kali membawa nama kampus ke tingkat nasional sebuah hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Melalui keterlibatan dalam forum mahasiswa, jaringan nasional, serta kegiatan lintas kampus, ia berhasil menempatkan kampus sebagai bagian dari percakapan dan gerakan mahasiswa se-Indonesia.
‎Di tengah padatnya amanah organisasi, Munawir tetap menuntaskan kewajibannya sebagai mahasiswa. Proses skripsi yang panjang, revisi berulang, dan dinamika akademik menjadi ujian yang berhasil ia lewati hingga akhirnya meraih gelar sarjana.
‎Dengan resminya masa demisioner dan gelar sarjana yang ia raih, Munawir menutup bab penting dalam perjalanan hidupnya. Dari seorang anak yang dibesarkan seorang ibu dalam keterbatasan ekonomi, dari pemuda yang tidak pernah membayangkan akan kuliah, hingga berdiri sebagai Presiden Mahasiswa dan lulusan sarjana, semua ini menjadi bukti kekuatan tekad dan kerja keras.
‎Munawir menyampaikan terima kasih mendalam kepada ibunya tercinta, keluarga, sahabat, dosen, rekan-rekan organisasi, serta seluruh tim Kabinet Ksatria Muda yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas beasiswa yang memberinya kesempatan mengubah masa depan.

‎Perjalanan Munawir bukan sekadar catatan prestasi, tetapi kisah tentang keteguhan, kesempatan, pengabdian, dan pembuktian diri. Dari latar keluarga sederhana menuju panggung nasional, dari Jurusan hingga Presma, dari langkah kecil tanpa rencana hingga menuntaskan pendidikan ini adalah jejak yang layak menjadi inspirasi.
Rilis
‎Editor: Tiara Khalisna

25 November 2025

Cakru LPM Al-Kalam Mengikuti Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Pekan Kebudayaan Daerah Mahasiswa dengan Antusias

Foto: Fika Munayya

www.lpmalkalam.com- Menjelang dimulainya acara Kelas Jurnalistik dan Pekan Kebudayaan Daerah Mahasiswa, para peserta tampak sangat antusias. Pada awal acara, MC turut memeriahkan suasana dengan mengajak peserta melakukan _ice breaking_ agar lebih bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Di tengah-tengah keramaian, salah seorang peserta tertawa karena keseruan acara tersebut.

Bagi penulis, acara ini bukanlah kegiatan biasa. Penulis menganggap pelatihan ini sebagai kesempatan untuk memperoleh dan memahami ilmu-ilmu jurnalistik yang disampaikan langsung oleh para jurnalis profesional. Di sini, para peserta dapat bertanya secara langsung mengenai hal-hal yang ingin mereka ketahui dan pelajari terkait dunia penulisan jurnalistik.

Acara berlangsung dengan lancar. Berbagai peserta aktif bertanya kepada pemateri selama kegiatan ini berlangsung. Jam mulai menunjukkan pukul 11.00, menandakan bahwa acara telah berlangsung cukup lama tanpa terasa. Penulis tersenyum bahagia. Ia berharap suatu saat nanti dapat kembali bertemu dengan para jurnalis hebat untuk terus mencari ilmu tentang jurnalistik. Penulis juga yakin akan ada banyak cerita bermakna yang akan ia temui di hari-hari mendatang.


Penulis: Cut Saputri (Magang)

Editor: Putri Ruqaiyah
 

14 November 2025

Ketika Hobi Jadi Rezeki

Foto: Razwa Syuib (magang)

www.lpmalkalam.com- Hobi sering kali dianggap hanya kegiatan buat ngisi waktu luang. Tapi, bagi seorang ibu penjual rajutan di Pasar Ahad yang aku wawancarai, hobi justru jadi sumber semangat dan rezeki. Sejak tahun 2023, beliau mulai jualan hasil rajutannya di pasar dengan perasaan senang. Katanya, merajut itu hobinya sejak dulu.

Ketika aku bertanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu karya, ibu itu hanya tersenyum dan bilang, ”Tergantung nak. Kalau gantungan, ga lama buatnya, paling sejaman. Kalau kotak tisu kaktus, itu bisa sehari, soalnya agak rumit." Setiap hasil rajutannya punya bentuk dan fugsi berbeda-beda, ada gantungan mobil, tempat tisu, dompet, dan lainnya. Uniknya, pembeli yang datang kebanyakan dari luar daerah, misalnya dari jakarta yang beli buat oleh-oleh karena bentuknya lucu dan beda dari yang lain.

Dari cerita ibu itu, aku jadi sadar bahwa sesuatu yang kita suka bisa jadi jalan rezeki kalau ditekuni. Hobi yang awalnya cuma buat senang-senang malah bisa bantu ekonomi keluarga. Di zaman sekarang, karya buatan tangan seperti ini, justru punya nilai tersendiri karena di buat dengan sabar dan penuh cinta. Makanya, penting banget buat kita menghargai dan mendukung para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang berkreasi dari hal-hal sederhana seperti merajut.


Penulis: Razwa Syuib (Magang)

Editor: Tiara Khalisna

03 November 2025

Waduk Jeulikat Lhokseumawe Terbengkalai, Warga Harap Pemerintah Turun Tangan

Foto: Daffa Alkausar (magang)

www.lpmalkalam.com- Waduk Jeulikat yang terletak di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, kini tampak terbengkalai dan tidak terawat. Lokasi wisata air yang dulunya menjadi kebanggaan warga tersebut kini sepi pengunjung dan dipenuhi semak belukar. Empat Calon Kru (Cakru) magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe meninjau langsung kondisi waduk itu dalam rangka kegiatan magang lapangan pada Minggu (02/11/2025).

Waduk Jeulikat mulai dibangun pada tahun 2014 dan resmi beroperasi pada 2016. Pada masa awal pembukaan, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga luar daerah karena menawarkan pemandangan indah dan suasana tenang. Kawasan wisata tersebut juga dilengkapi fasilitas seperti bebek dayung, jembatan, dan taman bunga yang menjadi daya tarik utama pengunjung.

Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2019, aktivitas wisata di waduk tersebut terhenti total. Tidak ada lagi pengunjung, dan pengelolaan pun berhenti karena keterbatasan dana. Akibatnya, fasilitas rusak, tumbuhan liar menutupi sebagian area, dan waduk berubah menjadi kawasan sunyi tanpa aktivitas.

Salah seorang pengunjung asal Aceh Tamiang, Samsiah, mengaku kecewa setelah melihat langsung kondisi Waduk Jeulikat. “Waktu saya lihat di Google Maps itu bagus, tapi setelah datang ke lokasi, sangat mengecewakan. Sunyi, tidak terawat, dan tampak berantakan. Jadi saya tidak tertarik lagi,” ujarnya.

Kondisi waduk yang tidak terurus itu juga menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Minimnya pengawasan membuat kawasan tersebut berisiko menjadi lokasi berbahaya, bahkan sempat menelan korban jiwa akibat area yang tidak terjaga.

Penjaga waduk, Mirsa Arianda, menjelaskan bahwa Waduk Jeulikat bukan milik pemerintah daerah, melainkan milik pribadi. Hal tersebut membuat pengelolaan dan pembiayaan sepenuhnya bergantung pada pemilik. “Sebenarnya waduk ini bukan ditelantarkan, tapi berhenti beroperasi sejak pandemi karena tidak ada pengunjung. Setelah itu, dana pengelolaan habis, jadi tidak bisa lagi membayar petugas dan menjaga kebersihan,” jelasnya.

Mirsa menambahkan, pemilik waduk kini berencana menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut. “Ada rencana untuk membangun ulang dan menata kembali area wisata ini. Kami menunggu waktu dan kondisi yang tepat agar bisa dikelola kembali secara aman dan baik,” ujarnya dengan optimistis.

Meski terbengkalai, Waduk Jeulikat masih menyimpan potensi besar. Pemandangan alam yang dikelilingi perbukitan hijau menawarkan keindahan yang layak dikembangkan kembali. Warga berharap agar Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat memberikan perhatian lebih, baik melalui kerja sama, pendampingan, maupun promosi wisata. “Dengan penataan ulang dan dukungan yang tepat, Waduk Jeulikat berpotensi kembali menjadi destinasi unggulan Lhokseumawe bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat melalui usaha kecil dan layanan wisata,” harap salah satu warga sekitar.


Penulis: Intan Sarifah, Daffa Alkausar, Muhammad Iftal, Luthfiatil Syaqirah  (magang)

Editor: Putri Ruqaiyah

29 Oktober 2025

Bazar F-AERO: Wadah bagi Para Pedagang dan Mahasiswa untuk Meningkatkan Skill Berwirausaha

Foto: Rizky Ramadhani (Magang)

www.lpmalkalam.com- Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan bazar F-AERO di halaman Gedung FUAD. Ini selaras dengan tujuan Ormawa yaitu dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat dengan cara menyelenggarakan bazar yang bisa memberikan manfaat untuk pedagang dan mahasiswa. 

Seluruh pedagang dan mahasiswa lainnya ikut memeriahkan acara ini dan bahkan beberapa mahasiswa berpartisipasi untuk turun langsung berjualan. Barang yang dijual pun beraneka ragam, sesuai dengan kebutuhan anak muda zaman sekarang. 

Acara ini menjadi wadah bagi para pedagang dan mahasiswa dalam memajukan Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta menjadi tempat untuk melatih kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha. Hal tersebut merupakan wujud dari tujuan organisasi mahasiswa yang dapat memberikan kontribusi. Dari hal tersebut terciptalah dampak positif yang akan berdampak untuk masyarakat. 

Melalui acara ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan berwirausaha sekaligus mempererat silahturahmi antar pedagang dengan mahasiswa. "Semoga semakin maju dan semakin sukses lagi acara ini untuk ke depannya serta semoga hasil jualan kami bisa laku keras," ujar salah satu mahasiswa yang turut bergabung dalam kegiatan ini.


Penulis: Rizky Ramadhani (Magang)

Editor: Zuhra

 

Mengenai Saya

Foto saya
Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al – Kalam adalah salah satu lembaga pers mahasiswa guna mengembangkan bakat jurnalis muda yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe.

Redaksi Al-Kalam

Nama

Email *

Pesan *

LPM AL-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe, 0823-6508-3003 (Pemimpin Redaksi) 0852-6227-8755 (Sekretaris Redaksi) Alamat:Jl. Medan Banda Aceh,Alue Awe,Kec. Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Diberdayakan oleh Blogger.